Kembali

Hyperliquid dan Decentralized Exchange Masuk 10 Besar — Apakah Era CEX Akan Berakhir?

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Lockridge Okoth

05 Maret 2026 01.00 WIB
  • Decentralized exchange (DEX) menggandakan pangsa pasar spot, semakin mendekati dominasi exchange terpusat (CEX).
  • Hyperliquid dan Uniswap memimpin pertumbuhan decentralized exchange dalam perpetual Futures.
  • Decentralized exchange mengambil 10% dari perpetuals, menandakan meningkatnya likuiditas terdesentralisasi.
Promo

Exchange terpusat (CEX) masih menguasai sebagian besar likuiditas aset kripto. Tetapi, keseimbangan kekuatan mulai bergeser karena exchange terdesentralisasi (DEX) telah menggandakan pangsa pasar spot mereka selama dua tahun terakhir dan memperluas kehadirannya di pasar futures perpetual hingga lima kali lipat.

Data ini menunjukkan bahwa perdagangan on-chain sudah bukan lagi sekadar alternatif khusus. Sebaliknya, sekarang ini DEX mulai muncul sebagai pesaing struktural bagi exchange terpusat.

Disponsori
Disponsori

DEXs Semakin Kuat: Hyperliquid, Uniswap, dan PancakeSwap Breakout ke 10 Besar Exchange

Berdasarkan laporan 2026 CEX & DEX Trading Activity Report dari CoinGecko, CEX telah memproses hampir US$80 triliun dalam volume perdagangan spot dan futures perpetual hanya pada tahun 2025. Ini menegaskan dominasi mereka, namun adopsi DEX juga meningkat sangat pesat.

Volume Bulanan CEX vs DEX
Volume Bulanan CEX vs DEX | Sumber: CoinGecko Report

Pangsa pasar spot DEX meningkat dari 6,9% di Januari 2024 menjadi 13,6% pada Januari 2026. Secara absolut, volume spot bulanan DEX lebih dari dua kali lipat, yaitu naik dari US$95,86 miliar ke US$231,29 miliar.

Pada puncaknya di Juni 2025, DEX mencatatkan pangsa 24,5% dari aktivitas perdagangan spot. Dalam laporan tersebut, pencapaian ini sebagian didorong oleh Binance Alpha 2.0 yang mengarahkan perdagangan melalui PancakeSwap.

Meskipun lonjakan itu bersifat sementara, pangsa DEX tetap konsisten di atas 10% sejak awal 2025. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan untuk eksekusi on-chain semakin stabil dan tidak menurun.

Namun, platform terpusat masih menjadi penyangga utama likuiditas, dengan volume spot bulanan tetap di atas US$1 triliun sepanjang periode tersebut.

Perpetuals: Momen Breakout untuk Decentralized Exchange dengan Hyperliquid di Puncak

Pada pasar futures perpetual, terjadi pertumbuhan sebesar 75% dalam dua tahun, dari US$4,14 triliun di Januari 2024 menjadi US$7,24 triliun di Januari 2026. Dalam pertumbuhan ini, DEX mencatatkan pencapaian paling signifikan.

Disponsori
Disponsori
  • Volume Perp DEX melonjak delapan kali lipat dari US$81,7 miliar menjadi US$739,5 miliar
  • Pangsa pasar meningkat dari 2,0% menjadi 10,2%.

Dengan kata lain, satu dari setiap sepuluh dolar yang diperdagangkan dalam crypto perpetual kini mengalir lewat infrastruktur terdesentralisasi.

Kunci pendorongnya adalah performa breakout dari Hyperliquid, yang menjadi satu-satunya DEX yang masuk dalam 10 besar exchange perps.

Dalam waktu enam bulan antara Agustus 2025 dan Januari 2026, Hyperliquid mencatat total volume perdagangan US$1,59 triliun. Prestasi ini menempatkannya sejajar dengan para raksasa terpusat yang sudah lama berdiri.

Peringkat Exchange Spot dan Perps
Peringkat Exchange Spot dan Perps | Sumber: CoinGecko Report

Di sisi perdagangan spot, Uniswap dan PancakeSwap juga berhasil masuk ke dalam 10 besar exchange berdasarkan volume, masing-masing mencapai lebih dari US$0,5 triliun dalam total volume perdagangan enam bulan.

Beberapa tahun lalu, gagasan bahwa banyak DEX bisa bersaing dengan exchange terbesar di industri mungkin terasa mustahil.

Listing Token Ungkapkan Kesenjangan Struktural

Laporan ini juga menyoroti perbedaan mencolok pada cakupan token. Di platform terpusat, MEXC dan Gate.io memimpin listing dengan masing-masing 1.281 dan 1.273 token selama 13 bulan. Rata-rata, mereka menambah hampir 100 listing baru tiap bulan.

Namun, jumlah tersebut hanya mewakili 0,01% dari total 24,04 juta token yang dibuat selama periode itu.

Di sisi lain, Uniswap sendiri sudah melakukan listing 13,69 juta token, berkat sifat permissionless dari infrastruktur decentralized exchange.

Ini menunjukkan perbedaan mencolok, di mana CEX fokus menyaring kelangkaan sedangkan DEX mendorong kelimpahan.

Kerugian Keamanan Sebesar US$2,4 Miliar

Walau begitu, pertumbuhan pesat ini tentu menimbulkan risiko. Exchange aset kripto menanggung kerugian lebih dari US$2,4 miliar akibat peretasan hanya dalam waktu lebih dari satu tahun.

Platform terpusat menanggung lebih dari US$2 miliar kerugian, di mana 71% berasal dari satu insiden peretasan di Bybit pada Februari 2025.

DEX mengalami total kerugian lebih kecil, dengan kasus terbesar mencapai US$223 juta. Biasanya ini terkait dengan kerentanan smart contract dan manipulasi oracle.

Poin utama dari laporan CoinGecko ini ialah bahwa meski CEX masih dominan, para pesaing terdesentralisasi mulai menipiskan jarak di pasar spot maupun derivatif.

dengan pangsa pasar DEX di atas 10% dan munculnya platform on-chain berkualitas institusional, pergeseran menuju likuiditas terdesentralisasi kini menjadi lebih nyata dan terukur.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori