Hyperliquid telah masuk ke dalam Daftar Peringatan Investor (IAL) Singapura. Daftar ini merupakan register peringatan publik yang dikelola oleh Monetary Authority of Singapore (MAS).
Langkah ini menempatkan Hyperliquid bersama Binance dan Bybit dalam daftar tersebut, yang merupakan peringatan untuk konsumen dan bukan sebuah larangan. Meski begitu, investor ternama tetap memberikan dukungan tinggi terhadap nilainya.
Apa Arti Daftar Peringatan Investor
IAL adalah daftar peringatan untuk konsumen yang dikelola oleh MAS, bukan blacklist atau label penipuan. Regulator memberikan penjelasan serupa saat menambahkan Bybit bulan ini.
Masuknya suatu pihak ke IAL tidak memblokir akses ke platform atau token-nya. Tapi, untuk pengguna lokal, artinya transaksi di platform yang terdaftar tidak mendapat perlindungan investor dari MAS.
Tim Hyperliquid yang berjumlah sekitar 11 orang pindah ke Singapura pada tahun 2024, dipimpin oleh co-founder Jeff Yan. Kini, peringatan dari MAS menyebutkan proyek yang dijalankan di kota regulator itu sendiri. Tim memilih Singapura namun tidak pernah mengajukan izin resmi di sana.
Hyperliquid menegaskan bahwa jaringan mereka tidak mengalami perubahan. Exchange ini berjalan di atas infrastruktur permissionless, dan para trader tetap memegang kendali penuh atas dana masing-masing. Mereka juga tidak pernah mengklaim memiliki lisensi dari MAS.
“Pencantuman IAL tidak berarti larangan, tindakan hukum, atau temuan pelanggaran apapun,” terang Hyperliquid.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Binance dan Bybit Terdaftar Lebih Dulu
Pada tahun 2021, MAS memasukkan Binance ke dalam daftar lalu memerintahkannya untuk berhenti melayani pengguna Singapura. Exchange tersebut kemudian menarik permohonan izin lokalnya pada bulan Desember tahun itu dan menutup platform-nya di Singapura pada tahun 2022. Regulator juga menambahkan KuCoin pada bulan Februari, dan Bybit pada 17 Juni, keduanya karena melayani warga lokal tanpa izin resmi.
Setiap exchange tersebut ialah perusahaan tersentralisasi dengan kehadiran lokal, berbeda dari model permissionless milik Hyperliquid.
Token HYPE milik Hyperliquid turun 2% usai pengumuman, dan bergerak di kisaran US$62 pada hari Jumat.
Volume perdagangan tetap stabil setelah pengumuman, dan aset ini tetap berada di jajaran 10 aset kripto terbesar. Saat ini, HYPE berada di bawah rekor tertingginya yaitu US$76,70 pada 16 Juni, tapi masih sekitar 65% lebih tinggi dibandingkan setahun yang lalu.
Investor Melihat Peluang Besar
Peringatan ini tidak membuat gentar pendukung berat Hyperliquid. CEO Bitwise, Hunter Horsley, menyatakan pasar masih meremehkan platform ini, mengingat basis penggunanya dan pendapatan dari biaya transaksi. Bitwise bahkan telah berusaha meluncurkan produk investasi HYPE untuk memanfaatkan adopsi yang lebih luas.
“Orang-orang meremehkan seberapa besar Hyperliquid bisa berkembang,” ujar dia.
Keyakinan tersebut didasari penggunaan nyata. Multicoin Capital, pemilik HYPE dalam jumlah besar, memperkirakan pendapatan Hyperliquid pada 2025 mendekati US$873 juta.
Mereka mencatat bahwa pangsa Hyperliquid dalam open interest perpetual decentralized berada di atas 59%. Pada bulan Maret, S&P Dow Jones Indices memberikan lisensi untuk kontrak perpetual resmi S&P 500 yang sekarang diperdagangkan di Hyperliquid.
Multicoin juga merilis valuasi di minggu yang sama, memperkirakan harga token ini bisa mencapai sekitar US$319 pada tahun 2028 dalam skenario dasar mereka. Meski begitu, mereka juga menyoroti risiko terkait regulasi, persaingan, dan tata kelola.
Beberapa minggu mendatang akan menunjukkan apakah MAS akan mengeluarkan peringatan serupa terhadap platform berbasis onchain lainnya. Untuk saat ini, peringatan dari regulator berdiri berdampingan dengan keyakinan kuat bahwa Hyperliquid justru akan semakin besar.









