Saham SpaceX diperdagangkan mendekati US$128 pada hari Jumat, naik lebih dari 11%. Reli ini terjadi sehari setelah periode lockup pertama bagi orang dalam berakhir sehingga 911,5 juta saham menjadi layak untuk dijual.
Gelombang penjualan saham oleh orang dalam yang dikhawatirkan banyak investor sejauh ini belum terjadi. Adanya upgrade dari analis dan aksi pembelian call secara agresif kini membuat para trader bertanya-tanya, seberapa jauh rebound ini akan berlangsung.
Mengapa Saham SpaceX Reli Meski Lockup Berakhir
Perjanjian lockup mencegah orang dalam dan investor awal menjual saham mereka selama periode tertentu setelah pelistingan. Alih-alih menerapkan cliff selama 180 hari, SpaceX membagi pembatasan ini ke dalam sembilan tahap, dengan tahap pertama terkait dengan laporan laba perdana mereka.
Pemutusan lockup pada hari Kamis merupakan yang pertama sekaligus terbesar. Langkah ini meningkatkan jumlah saham SpaceX yang bisa diperdagangkan dari 4,9% menjadi 11,8% dari total saham beredar, membuka akses saham senilai kurang lebih US$100 miliar.
Penjual punya cukup banyak peringatan. Harga SPCX sempat turun dari rekor tertinggi pada bulan Juni di US$225,61 ke level terendah mendekati US$105 minggu ini. Pelemahan ini dipicu oleh laporan laba perdana dan mendekatnya unlock. Elon Musk bahkan sebelumnya menyebut penurunan ini adalah sebuah peluang sebelum unlock senilai US$104 miliar dimulai.
Koreksi ini kemungkinan sudah menjadi ajang aksi jual jauh-jauh hari. Analis Morningstar, Nicolas Owens menuturkan kepada Yahoo Finance bahwa diskon atas harga saham ini sudah terjadi sebelumnya.
“Sebagian besar penurunan yang terjadi belakangan ini… memang sebagai antisipasi dilusi.”
Saham menguat 4% pada hari Kamis saat unlock mulai berlaku, lalu reli semakin cepat pada hari Jumat. Analis Argus, Steven Silver, menaikkan rating SPCX dari Hold menjadi Buy dengan target US$160. Ia menyoroti pengembalian dana yang cepat atas investasi besar SpaceX di infrastruktur AI.
Upgrade ini terjadi hanya beberapa hari setelah SpaceX membukukan laba bersih perdana, dengan pendapatan sebesar US$7,8 miliar, atau naik 92% secara tahunan.
Wall Street sendiri masih terbelah terkait arah selanjutnya. Adam Jonas dari Morgan Stanley melihat masa unlock ini sebagai peluang beli, dengan menggambarkan SpaceX sebagai perusahaan generasi berikutnya dengan potensi tumbuh. Sebaliknya, Ron Epstein dari Bank of America memberi peringatan bahwa suplai tambahan kemungkinan akan menekan harga saham dalam jangka pendek.
Sejauh Mana Saham SpaceX Dapat Naik pada Agustus?
Perdagangan hari Jumat menampilkan pembalikan tren secara penuh. SPCX sempat melemah ke US$114,56 di awal sesi, tapi pembeli segera masuk dan volume perdagangan melonjak melebihi 107 juta saham di siang hari.
Posisi opsi menjelang berakhirnya kontrak hari itu condong ke arah bullish. Data OptionCharts.io menunjukkan ada 1.031.939 kontrak call terbuka, sedangkan jumlah put hanya 454.896 — menghasilkan rasio put-call 0,44.
Ada satu posisi yang sangat mencolok. Trader memegang 563.419 kontrak call di strike US$330, lebih dari setengah dari total open interest call untuk expiry ini. Blok ini berasal dari transaksi opsi senilai US$20 juta yang hanya akan untung jika SPCX hampir naik tiga kali lipat. Kontrak ini kemungkinan besar akan berakhir tanpa nilai saat penutupan.
Tendensi bullish ini bahkan meluas hingga beberapa pekan ke depan. Di masa berakhirnya kontrak pada 14, 21, dan 28 Agustus, open interest call paling banyak terdapat di kisaran US$130 hingga US$160 dengan blok terbesar di US$150 dan US$160. Call spekulatif bahkan menjangkau US$200, US$250, bahkan US$450, sementara minat put menipis di atas US$130.
Short seller menambah tekanan lain. Sekitar 219,3 juta saham SPCX telah dijual pendek per 29 Juli, bernilai US$24,6 miliar. Jumlah ini setara 34% dari float, sehingga apabila reli berlanjut, para short seller bisa dipaksa menutup posisi mereka.
Grafik di bawah ini menunjukkan target yang lebih jelas. SPCX telah menembus di atas channel turun yang membatasi pergerakan sejak pertengahan Juni, dengan resistance terdekat di US$137,69. Setelah itu, terdapat level Fibonacci retracement 61,8% sekitar US$151, yaitu zona harga tempat saham ini pertama kali diperdagangkan saat debut.
Jika berhasil melewati US$165,23 yang merupakan titik tengah dari seluruh periode penurunan, rekor lama di US$225,61 bisa kembali terlihat. Meski begitu, Relative Strength Index (RSI) tercatat 68,37, atau sedikit di bawah level overbought, mengindikasikan reli bisa jeda sebelum berlanjut naik lagi.
Tapi, jika candlestick harian ditutup di bawah support terdekat pada US$126,88, maka potensi kenaikan bisa tertunda untuk jangka pendek, sementara harga saham berisiko turun kembali dan menguji ulang level terendah US$108,09 yang tercatat sebelum unlock.
Risiko suplai belum hilang. Sampai 40% saham perusahaan bisa mulai diperdagangkan sebelum 8 Desember, sementara porsi kepemilikan Musk sendiri tetap terkunci hingga pertengahan 2027. Apakah permintaan baru bisa terus menyerap saham-saham tersebut, itulah yang akan menentukan apakah US$160 atau angka di atasnya masih bisa tercapai.









