Hyperliquid telah memastikan bahwa mereka terdaftar di Singapura, sebagaimana diberitakan oleh Financial Times pada hari Selasa. Tapi, regulator keuangan di Singapura dilaporkan tidak menganggap platform tersebut berada di bawah yurisdiksinya.
Regulator itu adalah Monetary Authority of Singapore (MAS), yaitu bank sentral negara-kota tersebut. Dalam laporan tersebut, kekhawatiran terbesar adalah karena Hyperliquid bersifat decentralized.
Tim Hyperliquid Tinggal di Singapura, tapi Tidak Memiliki Lisensi
Timnya yang berjumlah sekitar 11 orang, dipimpin oleh co-founder Jeff Yan, pindah ke Singapura pada tahun 2024. Mereka sama sekali tidak pernah mengajukan lisensi dari MAS.
Pada 26 Juni, MAS menambahkan Hyperliquid ke dalam daftar peringatan kripto Singapura. Daftar ini menandai perusahaan-perusahaan yang mungkin disangka masyarakat telah diawasi oleh MAS.
Masuknya Hyperliquid ke dalam daftar tersebut adalah sebagai peringatan, bukan larangan. Hyperliquid menanggapi bahwa infrastrukturnya bersifat permissionless, dan para pengguna tetap memegang kendali atas dana mereka sendiri.
Kyle Samani, chairman dari Forward Industries, mengkritik klaim permissionless dari Hyperliquid beberapa hari kemudian.
“Hyperliquid bukan permissionless. Berhenti memanipulasi opini publik,” ucap Kyle Samani.
Singapura Sudah Memaksa Beberapa Perusahaan Kripto Keluar
MAS sudah menutup satu jalan bagi perusahaan kripto lokal. MAS menetapkan batas waktu hingga 30 Juni 2025 bagi perusahaan yang hanya melayani klien luar negeri untuk mendapatkan lisensi atau berhenti beroperasi.
MAS juga menyatakan bahwa secara umum tidak akan memberikan lisensi tersebut. Aturan ini fokus pada aktivitas seperti menjalankan exchange, menjadi perantara perdagangan, dan menyimpan aset milik pelanggan, menurut firma hukum CMS.
Sebaliknya, Hyperliquid mengklaim bahwa perdagangan mereka diselesaikan secara on-chain dan setiap pengguna memegang dana mereka sendiri. Menurut laporan FT, desain yang decentralized inilah alasan mengapa MAS tidak mengklaim platform tersebut berada di bawah pengawasannya.
Sementara itu, native token Hyperliquid, HYPE, diperdagangkan di harga US$91,64, turun 3% dalam 24 jam terakhir. Walaupun begitu, nilai pasar altcoins tersebut tetap naik meski ada peringatan dari MAS pada bulan Juni.
Di AS, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) sedang meminta pendapat publik terkait aturan trading kripto terbaru. CFTC menyebut adanya penipuan FTX senilai US$8 miliar sebagai alasan untuk bertindak lebih awal.









