Ikuti Jejak Binance, WazirX Siap Konversikan Semua Stablecoin di Platform Miliknya Jadi BUSD

20 September 2022, 19:38 WIB
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
20 September 2022, 23:21 WIB
Ringkasan
  • WazirX akan mulai melakukan konversi USDT, USDP, dan TUSD ke BUSD, setelah melakukan delisting stablecoin lainnya pada 26 September mendatang.
  • Sebelumnya, pada awal bulan ini Binance juga telah mengumumkan langkah konversi yang sama.
  • Terkait langkah Binance dan WazirX, CEO Circle, Jeremy Allaire, berpendapat bahwa BUSD tidak begitu diperlukan di luar Binance.

Baru-baru ini, WazirX, sebuah bursa aset kripto India, telah mengumumkan langkah delisting terhadap beberapa stablecoin utama di platform miliknya. Di antara deretan stablecoin tersebut termasuk Tether (USDT), Pax Dollar (USDP), dan True USD (TUSD). Kabarnya, WazirX mencoba mengikuti langkah bursa kripto Binance untuk menggabungkan kepemilikan stablecoin menjadi satu aset, yaitu Binance USD (BUSD).

Sebagai persiapan untuk langkah delisting tersebut, WazirX telah menangguhkan layanan setoran USDT, USDP, dan TUSD. Selain itu, bursa ini juga akan menjeda penarikan ketiga stablecoin tersebut pada tanggal 23 September 2022, pukul 18.30 WIB. Kemudian, tepat pada 26 September 2022, pukul 08.30 WIB, WazirX akan secara resmi menghapus (delisting) stablecoin USDT, USDP, dan TUSD dari platform mereka.

Selanjutnya, usai delisting rampung, WazirX akan mengonversi semua saldo stablecoin yang tersisa di platform miliknya ke stablecoin Binance USD (BUSD) “untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi modal bagi pengguna”. Dengan langkah ini, pengguna nantinya dapat menarik saldo USDC, USDP, dan TUSD mereka dari saldo BUSD mereka dengan rasio 1:1.

Di samping itu, WazirX juga akan menghapus pasangan perdagangan spot untuk ketiga stablecoin tersebut.

Sebagai informasi, Binance dan Paxos Trust merupakan dua perusahaan penerbit BUSD.

Sebelumnya, tepatnya tanggal 6 September 2022, Binance juga telah mengumumkan bahwa pihaknya akan mengonversi Circle (USDC), USDP, dan TrueUSD ke BUSD dengan alasan yang sama.

BUSD Menuai Kritik dari CEO Circle

Pasca rampungnya konversi stablecoin tersebut, akhirnya BUSD berhasil terintegrasi ke dalam blockchain Avalanche serta jaringan Polygon. Di samping itu, kedua blockchain tersebut akhirnya mampu menambah jejak multi-chain BUSD yang berkembang. Hal itu karena sebelumnya, BUSD sendiri sudah lebih dulu ada di Binance Smart Chain (BSC) dan juga Ethereum.

Pada tanggal 8 September 2022, Paxos Trust menyombongkan dirinya dengan mengatakan bahwa regulasi yang BUSD dan USDP kantongi dari Departemen Layanan Keuangan New York tidak seperti stablecoin lainnya.

Kemudian, pada saat yang sama, CEO Circle, Jeremy Allaire, mengatakan bahwa BUSD tidak begitu diperlukan di luar platform Binance. Allaire juga menekankan bahwa berita terkait konversi otomatis bursa tersebut telah disalahartikan oleh media. Saat itu, CZ lantas mengonfirmasi bahwa setoran dan penarikan USDC masih bisa pengguna lakukan di Binance.

Terlepas dari itu semua, sebuah data dari Coinglass menunjukkan bahwa sebagian besar volume perdagangan BUSD dalam 24 jam terakhir terjadi di jaringan BSC. Tidak hanya itu, ternyata BUSD juga sudah berkembang menjadi stablecoin dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga pada saat publikasi artikel ini.

Sengketa Kepemilikan WazirX

Menariknya, meskipun WazirX mengikuti langkah Binance untuk mengonversi seluruh stablecoin di platform-nya menjadi BUSD, masih belum ada status yang jelas terkait hubungan kedua perusahaan bursa kripto ini.

Pada bulan Juli 2022, CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), menepis klaim yang dilontarkan oleh CEO WazirX, yaitu Nischal Shetty. Kala itu, Shetty mengatakan bahwa Binance adalah perusahaan pemilik bursa India tersebut. Tuduhan Shetty itu muncul setelah unggahan blog tahun 2019, ketika bursa tersebut mengklaim bahwa pihaknya telah “mengakuisisi” WazirX. Padahal, pada kenyataannya, tidak ada satupun kesepakatan yang pernah tercapai mengenai itu.

Kemudian, menanggapi tuduhan tersebut, CZ menulis cuitan di akun Twitter miliknya, “Binance tidak pernah – sekalipun – memiliki saham Zanmai Labs, entitas yang mengoperasikan WazirX”.

Menurut CZ, Binance memang menyediakan infrastruktur wallet untuk WazirX. Akan tetapi, bursa India tersebut mengelola proses KYC atau know-your-customer, perdagangan, dan inisiasi penarikannya sendiri.

Kemudian, menyusul proses penyelidikan oleh Direktorat Penegakan (ED) India pada bulan Agustus 2022 lalu, CZ menyarankan para pengguna WazirX untuk memindahkan dana yang mereka simpan di WazirX ke Binance.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.