Kembali

Imbal Hasil Obligasi Reli Melewati Zona Bahaya saat Perang Iran Picu Krisis

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Lockridge Okoth

27 Maret 2026 20.58 WIB
  • Imbal hasil 10-tahun US mencapai 4,46%, mendekati level yang memaksa Trump mundur dari tarif.
  • Imbal hasil obligasi 30 tahun melonjak ke 4,986%, tertinggi sejak September 2025.
  • Yield 10 tahun Jepang mencapai 2,38%, level tertinggi sejak 1999.
Promo

Imbal hasil surat utang pemerintah AS melonjak di seluruh tenor pada 27 Maret, dengan surat utang 10 tahun mencapai 4,46% dan tenor 30 tahun naik ke 4,986%. Pergerakan ini menandai aksi jual obligasi terbesar sejak krisis tarif pada April 2025.

Saat ini, pasar mulai memperhitungkan kemungkinan The Fed justru akan menaikkan suku bunga, bukan memangkasnya. Pergeseran ini terjadi sekitar satu bulan setelah konflik AS-Iran yang dimulai dengan serangan pada akhir Februari.

Disponsori
Disponsori

Pasar Obligasi Capai Level Peringatan April 2025

Imbal hasil 10 tahun kini mendekati ambang 4,5% yang sebelumnya memicu perubahan kebijakan drastis kurang dari setahun lalu.

Pada April 2025, saat imbal hasil acuan menembus level tersebut, Trump langsung menghentikan tarif timbal balik beberapa jam kemudian dan menyebut pasar obligasi sebagai “a little bit yippy.” Preseden ini kini kembali menjadi perhatian utama. Analis kripto Max Crypto menyoroti pola historis tersebut dan memperkirakan Trump akan kembali melakukan intervensi untuk menenangkan pasar.

Peter Schiff pun menarik kesamaan, bahkan mengutip kata-kata Trump sendiri. Ia mempertanyakan apakah presiden kini akan “menghentikan perang” seperti dulu menghentikan tarif ketika imbal hasil menyentuh 4,52% pada April lalu.

“Pada 9 April, saat imbal hasil US Treasury 10 tahun naik ke 4,52%, Trump menghentikan tarif Liberation Day. Menurutnya, pasar obligasi jadi ‘yippy.’ Kini imbal hasil US Treasury 10 tahun berada di 4,46% dan terus naik. Begitu imbal hasil melampaui 4,52%, pasar akan semakin ‘yippy yappy.’ Apakah Trump akan menghentikan perang?” Schiff mengajukan pertanyaan.

Sementara itu, imbal hasil 30 tahun naik ke 4,986%, tertinggi sejak September. Pergerakan tenor panjang ini menandakan kekhawatiran yang masih berlanjut terhadap inflasi serta biaya pinjaman pemerintah di masa depan.

Performa Imbal Hasil US 10 Tahun dan 30 Tahun
Performa Imbal Hasil US 10 Tahun dan 30 Tahun | Sumber: TradingView
Disponsori
Disponsori

Yield Pendek Isyaratkan Risiko Kenaikan Suku Bunga The Fed

Suku bunga obligasi US Treasury 2 tahun, surat utang yang paling sensitif terhadap kebijakan The Fed jangka pendek, meroket sekitar 60 basis poin sejak konflik Iran dimulai pada akhir Februari. Nilainya mencapai 4,00% pada 27 Maret.

Lonjakan ini merupakan reaksi lurus dari kenaikan ekspektasi inflasi, dan jika tidak ada intervensi, pasar obligasi bisa segera memasuki krisis besar.

“Ekspektasi inflasi kini begitu parah sampai pasar bergerak seakan-akan The Fed akan segera menaikkan suku bunga secara darurat,” tulis Adam Kobeissi.

Data CME FedWatch Tool bahkan menunjukkan peluang kenaikan suku bunga The Fed di April semakin besar, bahkan bisa mencapai 5% seiring eskalasi perang.

Probabilitas Kenaikan Suku Bunga The Fed
Probabilitas Kenaikan Suku Bunga The Fed | Sumber: CME FedWatch Tool

Angka tersebut bisa meningkat lagi jika harga minyak, yang telah melampaui US$100 per barel sejak Iran mulai mengacaukan lalu lintas di Selat Hormuz, terus naik.

Situasi konflik telah membalikkan ekspektasi di awal 2026 yang sebelumnya memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed secara bertahap.

Reli Obligasi Global Meluas ke Jepang

Kondisi seperti ini ternyata tidak hanya terjadi di AS. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10-tahun juga naik ke 2,38%, tertinggi sejak 1999. Kenaikan ini menunjukkan kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga minyak di negara yang sangat bergantung pada impor energi.

Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jepang
Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jepang | Sumber: TradingView

Bank of Japan tetap mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret, namun membuka peluang kenaikan pada bulan April.

Analis kini memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga 25 basis poin menjadi 1%. Yield Jepang yang meningkat mengancam yen carry trade, yaitu salah satu sumber likuiditas global utama yang selama ini secara historis mendukung aset berisiko, termasuk Bitcoin dan saham.

Bagi pasar aset kripto, pergerakan yield dari kedua negara sama-sama penting.

  • Yield AS yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa yield seperti BTC.
  • Peningkatan yield Jepang berisiko memicu pembubaran paksa posisi leverage yang didanai dalam yen.

Pada April 2025, pasar obligasi memaksa perubahan kebijakan terkait tarif. Apakah pasar juga bisa memaksa de-eskalasi geopolitik, itu masih jadi pertanyaan terbuka untuk minggu depan.

Jika obligasi 10 tahun ditutup di atas 4,52%, sejarah menunjukkan Gedung Putih akan mendapat tekanan untuk mengambil tindakan.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori