Kembali

Investor ETF Bitcoin Alami Kerugian 8% karena US$3 Miliar Keluar dari Pasar dalam Dua Pekan

sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Lockridge Okoth

03 Februari 2026 12.29 WIB
  • Investor exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot AS mengalami kerugian sekitar 8–9% karena BTC diperdagangkan di dekat US$79.000.
  • Hampir US$3 milyar keluar dari exchange-traded fund (ETF) Bitcoin dalam dua minggu karena permintaan beli saat harga turun menghilang.
  • Likuiditas lemah dan narasi ekonomi makro yang memudar membuat ETF terjebak dalam pola menunggu.
Promo

Pembeli exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot AS pada dasarnya merupakan investor yang diharapkan memberikan dukungan jangka panjang dan stabil bagi aset kripto pionir ini. Tapi, data menunjukkan para pelaku ini kini menghadapi kerugian belum terealisasi yang makin menumpuk, dengan sedikit tanda permintaan baru yang datang untuk membalikkan tren.

Dalam situasi ini, pergerakan Bitcoin yang perlahan turun semakin memperlihatkan masalah utama di era pasca-ETF.

Sponsored
Sponsored

Investor ETF Rugi Saat Bitcoin Turun di Bawah Biaya Dasar US$84.000

Berdasarkan data on-chain dari Glassnode, rata-rata harga beli investor exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot AS ada di kisaran US$84.100 per BTC.

Rata-rata Harga Beli Bitcoin di Deposit ETF Spot AS
Rata-rata Harga Beli Bitcoin di Deposit ETF Spot AS | Sumber: Glassnode

Sementara harga Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$78.657 pada waktu publikasi—setelah sempat turun di bawah US$75.000 pada akhir pekan—kelompok investor ini menanggung kerugian di atas kertas sekitar 8% sampai 9%.

Bagi investor arus utama yang masuk lewat produk regulasi, penurunan ini jadi ujian keyakinan yang hening namun terus-menerus.

Posisi yang sedang “nyangkut” ini sudah mulai menghasilkan arus keluar yang makin cepat. setelah arus masuk besar di awal Januari, momentumnya langsung berbalik tajam. Hanya dalam dua minggu terakhir, hampir US$2,8 miliar hingga US$3 miliar telah keluar dari ETF Bitcoin spot AS.

Arus Keluar ETF Bitcoin
Arus Keluar ETF Bitcoin | Sumber: SoSoValue

Penarikan mingguan sebesar US$1,49 miliar dan US$1,32 miliar mendorong total arus dana kembali ke zona negatif. Hal ini menghapus sebagian besar optimisme yang ada di awal tahun.

Data arus harian menyoroti tekanan yang terjadi, dengan arus keluar bersih mendominasi sesi perdagangan, termasuk -US$708,7 juta pada 21 Januari, -US$817,8 juta pada 29 Januari, dan -US$509,7 juta pada 30 Januari.

Sponsored
Sponsored

Penjualan besar-besaran terkonsentrasi di produk paling besar, dipimpin oleh IBIT milik BlackRock, yang sendiri mengalami arus keluar sekitar US$528 juta pada 30 Januari, dan juga Fidelity dengan FBTC milik mereka.

Arus Dana Keluar Masuk ETF Bitcoin
Arus Dana Keluar Masuk ETF Bitcoin | Sumber: Farside Investors

Arus masuk harian sekitar US$419,8 juta pada 2 Februari hanya memberi napas lega singkat di tengah tren turun yang terus berlanjut.

“Arus ETF secara agregat tidak membeli di saat turun. Permintaan institusi bersih hampir sepenuhnya berasal dari kelompok pembeli ala Treasury yang makin menyusut dan masih punya kapasitas di neraca,” ujar analis Jamie Coutts.

Menurut Jamie, hal ini tidak akan bertahan jika tekanan terus berlangsung, sebab Bitcoin baru akan benar-benar menemukan “dasar” bila para pelaku ini membalikkan posisi — bukan hanya memperlambat aksi jual.

Sponsored
Sponsored

Permintaan Menurun dan Narasi Ekonomi Makro yang Memudar Bikin Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin Tertahan

Akar dari aksi jual ini adalah penurunan permintaan, dengan harga Bitcoin anjlok lebih dari 35% dari puncak 2025 yang mendekati US$126.000. Begitu pula, narasi ekonomi makro yang sempat mendukung harga tinggi kini juga sudah memudar.

Analis menyoroti likuiditas yang makin seret, kondisi keuangan makin ketat, serta Bitcoin yang sepertinya terlepas dari hubungan tradisionalnya sebagai aset lindung nilai.

Berbeda dari siklus sebelumnya, aset ini gagal reli saat dolar melemah atau risiko geopolitik meningkat, sehingga Bitcoin kini seperti kehilangan arah di tengah animo spekulatif yang sudah surut.

Ini bukan kali pertama investor ETF mengalami kerugian. Pada November 2025, ketika harga Bitcoin sempat turun di bawah rata-rata harga modal ETF sekitar US$89.600, para analis pun menyoroti ujian serupa untuk investor.

Sponsored
Sponsored

Yang berbeda sekarang adalah suasana pasar. Alih-alih panik, pasar justru terlihat apatis. Investor tidak buru-buru keluar bersama-sama. Tapi, mereka juga tidak melakukan pembelian.

“Investor nampaknya lebih selektif, menunggu sinyal yang lebih jelas tentang kondisi ekonomi makro, likuiditas, dan apakah Bitcoin benar-benar mampu bertahan di atas level tertingginya sebelumnya sebelum menambah eksposur,” Bloomberg laporkan, mengutip Sean Rose, analis senior di Glassnode.

Ia menambahkan bahwa melambatnya akumulasi di kalangan perusahaan publik maupun privat mencerminkan tren yang sama pada ETF.

Tanpa adanya katalis baru, baik itu arus masuk ETF yang kembali meningkat, likuiditas yang lebih longgar, atau narasi baru yang menarik, efek umpan balik ini bisa terus berlanjut. Akibatnya, harga yang turun bisa membuat pembeli enggan masuk, modal yang masih menunggu di pinggir semakin memperdalam pelemahan, dan keyakinan akan terus terkikis.

Meski begitu, exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di AS secara kolektif kini memegang aset yang diperkirakan sebesar US$104,48 miliar, yang menandakan adanya basis modal jangka panjang yang besar.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori