Pembawa acara CNBC, Jim Cramer, menyatakan bahwa ia berniat menjual Bitcoin (BTC) miliknya setelah CEO IBM memperingatkan bahwa komputer kuantum bisa saja suatu saat mampu membobol kriptografi yang melindunginya.
Ia belum mengonfirmasi bahwa sudah menjual kepemilikannya, belum mengungkapkan besaran posisi, maupun membagikan alamat wallet. Para trader justru menanggapi pernyataan itu sebagai alasan untuk membeli.
Mengapa Jim Cramer Mengatakan Ia Akan Menjual Bitcoin
Pada 30 Juli, Cramer menanyakan kepada Arvind Krishna apakah komputer kuantum mampu membobol sistem matematika yang mengamankan aset kripto. CEO IBM tersebut kemudian memberi gambaran waktu secara kasar.
“Menurut saya, Anda sebaiknya memberi tenggat waktu tiga atau empat tahun, dan setelah itu, saya akan mulai merasa cukup khawatir soal ini,” ujar Arvind Krishna, CEO IBM.
Pada segmen yang sama, Krishna juga menyampaikan bahwa teknologi kuantum seharusnya mulai mempengaruhi pendapatan IBM pada tahun 2028 atau 2029. Perkiraan tersebut menjadi acuan timeline kuantum komersial IBM.
Empat hari kemudian, Cramer memberikan jawabannya di siaran langsung.
“Saya akan menjual Bitcoin saya,” ucap Jim Cramer, pembawa acara CNBC.
Sejak saat itu belum ada konfirmasi apakah ia benar-benar sudah melakukannya. Cramer juga tidak pernah membagikan alamat Bitcoin, dan tidak ada berkas atau catatan exchange yang memperlihatkan besaran posisi, sehingga rencana penjualan itu hanya sebatas pernyataan.
Strategi Inverse Cramer Sudah Pernah Diuji
Para trader justru menganggap pengumuman itu sebagai sinyal kontra. Refleks ini memang punya sejarah nyata dalam dunia investasi, walau hasilnya tidak seheboh meme yang beredar.
Tuttle Capital sempat meluncurkan Inverse Cramer Tracker ETF pada 1 Maret 2023, dengan versi long di sampingnya. Namun, dana long ditutup pada September tahun itu. Dana short diperdagangkan terakhir kali pada 13 Februari 2024.
Selama periode tersebut, dana inverse turun 15,7% sementara S&P 500 justru naik 25,4%. Manajer portofolio Matthew Tuttle menjelaskan bahwa tujuan ETF ini adalah mengedukasi bahwa mengikuti rekomendasi saham di televisi bisa menjadi risiko besar.
Penelitian akademis juga menghasilkan kesimpulan serupa. Studi Management Science tahun 2012 menemukan dari 826 rekomendasi beli perdana, harga saham biasanya naik 2,4% dalam semalam, lalu kembali turun ke harga semula dalam 12 hari perdagangan.
Membeli setelah acara ditayangkan justru menghasilkan alpha tahunan negatif sekitar 10% dalam 50 hari selanjutnya. Keuntungan hanya bisa didapat jika menghindari kenaikan singkat akibat minat retail semalam, bukan dengan selalu berlawanan dengan opini Cramer.
Catatan Cramer di dunia aset kripto-lah yang membuat fenomena ini tetap jadi candaan. Ia pernah menyepelekan kelas aset ini pada 23 Desember 2022, saat harga Bitcoin berada di level US$16.796.
Jarak Antara 70 Qubit dan Kunci Bitcoin
Penelitian yang mendasari peringatan itu memang nyata, tapi bukan menandakan apa yang diasumsikan Cramer. Pada 30 Juli, peneliti IBM dan University of Chicago berhasil menjalankan sirkuit 70 qubit logis dalam waktu sekitar 16 menit.
Yang mereka buktikan adalah batas minimal seberapa setia perangkat keras menjalankan instruksi, bukan kebenaran jawaban. Sirkuit tersebut menggunakan 468 T gate, yaitu operasi mahal yang membuat simulasi seperti ini menjadi sulit.
Mencuri koin di jaringan butuh mesin yang jauh lebih besar. Peneliti Google Quantum AI bersama Stanford dan Ethereum Foundation memperkirakan pada bulan Maret bahwa membobol secp256k1, yaitu kurva matematika yang memproteksi kunci Bitcoin, akan membutuhkan 1.200 sampai 1.450 qubit logis dan 70 juta sampai 90 juta Toffoli gate.
Jumlah itu sekitar 20 kali lipat lebih banyak qubit daripada yang baru saja dijalankan IBM dan lima tingkat besaran lebih besar untuk gate mahal tadi. Angka tersebut sendiri sudah 20 kali lebih efisien dari perkiraan sebelumnya, sehingga prakiraan soal kapan komputer kuantum membobol Bitcoin selalu berubah-ubah.
Risiko paparan menjadi nyata begitu perangkat keras seperti ini benar-benar eksis. BIP-361, yaitu proposal rancangan oleh Jameson Lopp dan lima rekan, mencatat bahwa per 1 Maret 2026 lebih dari 34% seluruh bitcoin sudah pernah mempublikasikan kunci publiknya di chain.
Badan standarisasi juga tidak mengikuti waktu yang disarankan Cramer. Draft NIST menyarankan agar kurva 128-bit seperti milik Bitcoin tidak digunakan setelah 2035, dan Hong Kong telah memasang batas waktu kuantum tahun 2030 untuk bank-banknya, sesuatu yang Bitcoin sendiri tidak bisa ikuti.
Cramer memang menunjukkan ada celah keamanan yang diakui oleh riset, tapi ia menetapkan tanggal yang tak pernah didukung oleh perhitungan resmi mana pun. Apakah ia benar-benar menjual atau tidak, hanya ia sendiri yang tahu.









