Program buyback Jupiter Exchange senilai US$70 juta pada tahun 2025 gagal menghentikan tekanan turun yang terus-menerus pada token JUP, yang masih menghadapi unlock senilai US$1,2 miliar dalam waktu dekat.
Token ini sudah turun 89% dari harga tertingginya. Hal ini menyoroti keterbatasan strategi buyback konvensional di pasar yang dipenuhi emisi besar, unlock berkelanjutan, dan tekanan jual struktural.
SponsoredJupiter Dapat Kritik karena Buyback US$70 Juta Gagal Lawan Unlock Token US$1,2 Miliars
Pendiri Siong memicu debat di komunitas ketika ia menyarankan untuk menghentikan sementara buyback JUP agar dana dapat dialihkan untuk insentif pertumbuhan.
“Kita sudah menghabiskan lebih dari US$70 juta untuk buyback tahun lalu, dan jelas harga tidak bergerak banyak,” ia tulis di X. “Kita bisa memakai US$70 juta itu untuk diberikan sebagai insentif pertumbuhan bagi pengguna lama dan pengguna baru. Apakah sebaiknya kita lakukan?”
Usulannya bertujuan mendanai hadiah untuk pengguna aktif dan subsidi bagi pendatang baru, sehingga fokus bergeser dari dukungan pasar secara defensif menjadi pengembangan ekosistem.
Respons komunitas terbagi dua. Ada yang menilai buyback tidak efektif di tengah tekanan unlock besar, sementara lainnya mengingatkan bahwa menghentikan buyback bisa membuat harga makin anjlok.
Dampak buyback Jupiter sangat terbatas, hanya mencakup sekitar 6% dari token yang sudah unlock, sehingga tantangannya makin jelas. Dengan jadwal unlock bulanan sebesar 53 juta JUP hingga Juni 2026, suplai yang beredar sudah naik sekitar 150% sejak peluncuran. Hal ini terjadi walaupun ada lockup tiga tahun untuk 100 juta token.
Co-founder Solana, Anatoly Yakovenko, menawarkan kemungkinan solusi ke depan. Ia menyarankan agar keuntungan disimpan sebagai aset yang bisa diklaim di masa mendatang dan memberikan reward staking satu tahun untuk holder jangka panjang.
Menurut eksekutif Solana ini, pendekatan tersebut akan menyelaraskan harga token saat unlock dengan nilai pasca-buyback yang diharapkan.
Sponsored Sponsored“Biarkan orang lockup dan staking selama setahun untuk mendapatkan yield token. Jadi, saat balance sheet bertambah, yang staking mendapat klaim lebih besar,” lanjutnya.
Model tersebut menitikberatkan pembentukan modal daripada buyback jangka pendek. Tujuannya untuk memperpanjang siklus kegunaan dana sekaligus memperkuat penopang nilai token.
Helium dan Jupiter Menyoroti Batasan Buyback Konvensional
Debat tentang buyback meluas di luar Jupiter DEX. Helium baru-baru ini menghentikan program pembelian kembali HNT karena pasar hampir tidak merespons. Sebagai gantinya, jaringan mengalihkan sumber daya ke pertumbuhan pengguna, termasuk memperluas pelanggan Helium Mobile dan hotspot jaringan.
Kritikus buyback menilai, dalam sebuah ekosistem di mana token dipandang sebagai voucher utilitas, bukan ekuitas, pembelian kembali hanya menimbulkan efek optik jangka pendek dan gagal jika tekanan jual struktural mendominasi.
Ekosistem internal Solana pun membuat masalah menjadi lebih rumit. Unlock tim yang sering, prioritas bagi pihak dalam, dan emisi tinggi terus-menerus mengimbangi upaya buyback yang ada.
Anggota komunitas menggarisbawahi bahwa masalah struktural inilah, bukan mekanisme buyback itu sendiri, yang jadi penyebab utama kegagalan strategi defensif. Sementara itu, ada pula yang berpendapat bahwa pendekatan dinamis—seperti reward berbasis staking atau buyback berbasis valuasi—bisa menjadi solusi yang lebih efektif.
Tantangan utama untuk Jupiter tetap seimbang antara dukungan harga jangka pendek dengan pertumbuhan ekosistem jangka panjang. Walaupun buyback senilai US$70 juta belum mampu menstabilkan token, proposal Yakovenko mengarahkan ke masa depan di mana pembentukan modal jangka panjang dan insentif staking bisa lebih selaras dengan nilai token yang berkelanjutan.