Kraken Bangun Gerbang Kripto Wall Street Sambil Menunda IPO-nya

  • Induk Kraken, Payward, mendorong IPO-nya ke kuartal kedua 2027 paling cepat.
  • Nasdaq, London Stock Exchange, dan Deutsche Börse semuanya menggunakan infrastruktur Payward.
  • Saham Deutsche Börse pada bulan April menilai Payward sepertiga di bawah putaran US$20 miliar.
Promo

Tiga grup exchange terbesar dunia kini memindahkan saham-saham mereka ke blockchain melalui Kraken. Induk Kraken, Payward, belum siap untuk mencatatkan diri di bursa. Payward kini menargetkan kuartal kedua 2027 sebagai waktu paling awal untuk IPO.

Payward mengajukan draft pendaftaran rahasia pada November 2025. Proses ini terhenti pada Maret 2026. Orang-orang yang mengetahui rencana tersebut memperkirakan IPO baru akan terjadi pada 2027.

Kraken Bangun Infrastruktur yang Wall Street Inginkan

Pada 1 September, Payward sepakat untuk tokenisasi 100 perusahaan terbesar yang terdaftar di London. Saham-saham ini menjadi xStocks, yaitu token yang didukung satu banding satu oleh saham asli. Program tokenisasi saham London ini mencakup investor dari lebih dari 110 negara. Namun, penduduk Inggris dan warga AS tidak bisa ikut serta.

Disponsori
Disponsori

Bursa Efek London berencana memperdagangkan token tersebut di LSE 24, platform yang beroperasi penuh 24 jam, setelah regulator memberi persetujuan. Payward mencatat volume xStocks sebesar US$40 miliar sejak Juni 2025 dan memiliki lebih dari 200.000 holder.

Nasdaq menandatangani kesepakatan serupa pada bulan Maret. Mereka membangun sebuah gateway bersama Payward agar saham yang telah ditokenisasi dapat diperdagangkan antara venue yang diatur dan blockchain publik. Peluncuran gateway ini ditargetkan berlangsung pada paruh pertama 2027.

Deutsche Börse membayar US$200 juta pada bulan April untuk saham sekitar 1,5%. Bahkan Hyperliquid juga bisa masuk ke pasar trader AS lewat cara ini.

Mengapa Penundaan IPO Kraken Masuk Akal

Harga saham bulan April memberikan valuasi sekitar US$13,3 miliar. Payward mengumpulkan dana sebesar US$800 juta pada November lalu dengan valuasi US$20 miliar, dalam putaran yang dipimpin oleh Jane Street dan Citadel Securities. Wall Street membeli infrastrukturnya, lalu menurunkan nilainya sepertiga.

Bisnis trading menjelaskan alasan kehati-hatian ini. Pendapatan yang disesuaikan pada kuartal kedua naik 17% menjadi US$508 juta. EBITDA yang disesuaikan turun 71% dibanding tahun lalu menjadi US$23 juta. Volume di platform turun 18% menjadi US$310 miliar.

Meski begitu, Payward tetap aktif berbelanja selama tahun IPO aset kripto yang mandek. Mereka berhasil mengakuisisi platform derivatif Bitnomial pada Mei, melengkapi stack derivatif AS berlisensi yang kini bisa mereka sewakan.

“Industri di sekitar kita sedang melakukan konsolidasi. Kami membangun perusahaan ini agar saat itulah, kami bisa tumbuh paling cepat,” ujar Arjun Sethi, Co-CEO Payward, dalam surat kuartalan perusahaan itu.

Surat itu sama sekali tidak menyebutkan rencana listing. Infrastruktur justru dibangun terlebih dulu untuk pasar pihak lain. Apakah investor publik akhirnya membayar infrastruktur, bukan biaya trading, masih menjadi pertanyaan besar.


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori