Protokol DeFi peminjaman kripto telah mengalami penyusutan pasar hingga sekitar US$45 miliar sejak Oktober.
Data dari Artemis menunjukkan total deposit di seluruh platform ini turun 36% menjadi US$79,6 miliar, dari puncaknya di angka US$125 miliar pada Oktober.
Aave Pimpin Koreksi di Seluruh Pasar Peminjaman Decentralized Finance
Menurut perusahaan, Aave memimpin kontraksi pasar dengan penurunan sebesar US$27,6 miliar. Spark menyusul dengan penurunan US$5,4 miliar, sementara Euler sebesar US$2,6 miliar, Fluid US$2,4 miliar, dan Compound US$2,0 miliar melengkapi lima besar penurunan.
Secara bersama-sama, platform-platform ini berkontribusi terhadap penurunan sekitar US$40 miliar dari total pengurangan pasar.
Pemantau pasar mengaitkan penurunan ini dengan adanya reset struktural di platform DeFi lending terbesar. Hal ini didorong oleh penurunan nilai jaminan dan terpaksa melikuidasi posisi leverage.
“Menyesatkan. Nilai jaminan turun sejalan dengan penurunan harga aset kripto seperti BTC dan ETH. Peminjaman stablecoin masih sehat,” ujar GC Cooke, founder platform manajemen stablecoin Brava, menanggapi.
Memang, pasar aset kripto secara luas mengalami penurunan tajam dari harga tertinggi Bitcoin pada Oktober 2025 yaitu US$126.000 hingga sempat turun ke bawah US$60.000 pada awal Februari 2026. BTC sudah pulih ke atas US$70.000 pada saat publikasi.
Kondisi pasar yang sangat fluktuatif ini pun mendorong analis kripto Tochi untuk menuturkan bahwa “peminjaman kripto tidak menyusut, kapitalisasi pasar kripto yang mengecil.”
Menurut analis tersebut, telah terjadi penurunan kapitalisasi pasar aset kripto secara total sebesar 45% dari US$4,38 triliun pada Oktober menjadi US$2,48 triliun.
Penurunan 45% ini membantu menjelaskan mengapa total value locked di pasar peminjaman juga turun tajam. DeFi lending diukur dalam dolar AS, padahal sebagian besar jaminan dasarnya berupa aset digital yang sangat fluktuatif.
Akibatnya, penurunan harga sebesar 30% hingga 50% dapat menghapus nilai yang cukup besar meski pengguna tidak aktif menarik dana mereka.
Dengan kata lain, jejak sektor ini dalam denominasi dolar juga ikut menyusut seiring jatuhnya harga jaminan.
Selain itu, Aave sebagai platform peminjaman terbesar juga mengalami arus keluar modal secara langsung selain akibat harga token yang lebih rendah.
Data dari DefiLlama menunjukkan deposit Ethereum native di Aave turun dari 14,5 juta menjadi 12,07 juta token pada awal Februari.
Pakar industri mengaitkan penurunan tersebut dengan kondisi pasar yang lebih luas dan juga adanya perselisihan yang sedang berlangsung di dalam organisasi otonom terdesentralisasi Aave.
Gesekan dalam tata kelola ini membuat para anggota komunitas kripto mempertanyakan model serta proses yang diterapkan platform tersebut belakangan ini.