Leap Wallet mengumumkan akan menutup semua produknya secara permanen pada 28 Mei 2026, menandai akhir perjalanan selama empat tahun sebagai salah satu wallet non-custodial terpopuler di ekosistem Cosmos.
Penutupan ini berdampak pada ekstensi browser, aplikasi mobile, Compass Wallet, Swapfast, dan validator Cosmos Hub milik Leap. Pengguna memiliki waktu sekitar delapan minggu untuk mengekspor recovery phrase dan migrasi ke alternatif lain.
Mengapa Shutdown Penting
Leap diluncurkan pada 2022 dan dengan cepat menjadi wallet pilihan utama bagi pengguna Cosmos yang berburu airdrop di chain seperti Celestia (TIA), Cosmos Hub (ATOM), dan Osmosis (OSMO).
Proyek ini juga mengumpulkan dana sebesar US$3,2 juta dari CoinFund dan Pantera Capital serta memperluas dukungan untuk lebih dari 100 chain, termasuk jaringan EVM, Solana, dan Sui.
Leap melayani ratusan ribu pengguna di seluruh dunia. Tim mereka tidak mengungkapkan alasan spesifik terkait penutupan ini, namun menyampaikan keputusan tersebut sudah dipertimbangkan secara matang.
Mereka tetap menegaskan dukungannya terhadap masa depan jangka panjang industri aset kripto.
Apa yang Harus Pengguna Lakukan Sekarang
Karena Leap bersifat non-custodial, semua dana pengguna tetap aman di blockchain. Pengguna harus mengekspor recovery phrase atau private key mereka sebelum 28 Mei dan mengimpornya ke wallet lain seperti Keplr, MetaMask, Phantom, atau Rabby.
Tidak perlu melakukan transfer aset. Alamat maupun saldo akan langsung terbawa otomatis.
Pengguna yang staking ATOM menggunakan validator Leap memiliki batas waktu yang lebih mendesak.
Validator tersebut tidak akan lagi menghasilkan reward setelah penutupan. Redelegasi validator membantu menghindari masa unbonding selama 21 hari, sehingga token tidak terkunci tanpa menghasilkan yield.
Minggu Sulit untuk Proyek Aset Kripto
Penutupan Leap terjadi di tengah masa yang sangat berat, karena pada minggu yang sama juga terjadi:
- Dmail ditutup
- Yupp AI menghentikan operasinya
- Wallet Magic Eden juga sudah berhenti berfungsi, dan
- Terjadi eksploitasi Drift Protocol senilai US$285 juta di Solana.
“Meskipun kami memperkirakan akan terjadi resesi terburuk dalam sejarah manusia dan perang yang bukan hanya berlangsung selama beberapa minggu, melainkan berbulan-bulan, masih banyak lagi proyek kripto yang akan perlahan-lahan menghilang diam-diam, sama seperti meme coin dari 2021 yang kini sudah tidak ada yang membicarakan,” tulis airdrop farmer Brill.
Dukungan untuk proses migrasi masih tersedia hingga batas waktu 28 Mei. Sementara itu, apakah proyek-proyek kripto menengah lainnya dapat bertahan di tengah pelemahan pasar saat ini masih menjadi tanda tanya besar seiring pasar yang semakin mengecil.





