Pergerakan harga Bitcoin (BTC) sebagian besar menunjukkan tren positif sejak perang AS-Iran, walaupun juga cukup volatil. Pada 14 April, BTC sempat menembus di atas US$76.000, level harga tertinggi sejak awal Februari.
Profit realisasi mencapai US$1,14 miliar saat lonjakan itu terjadi, menjadi salah satu angka profit harian terbesar tahun ini. Tapi, keuntungan tersebut tidak bertahan lama.
Hal serupa terjadi ketika BTC kemarin menembus level di atas US$75.000 dan kembali tertahan di resistance. Harga lalu terkoreksi ke US$74.656 pada saat pemberitaan ini dibuat.
Tapi, apa yang menghambat reli Bitcoin? Berdasarkan data on-chain, pelakunya adalah holder jangka pendek.
Mengapa Holder Jangka Pendek Menahan Reli Bitcoin
Analis Darkfost memaparkan bahwa Holder Jangka Pendek (STH) secara signifikan meningkatkan arus masuk ke exchange ketika BTC menguji level US$75.000 pada 15 April. Dalam waktu 24 jam, lebih dari 65.000 BTC berpindah ke exchange, dengan 61.000 BTC masuk dalam keadaan profit.
“Untuk saat ini, setiap kenaikan harga dianggap sebagai peluang untuk keluar dari pasar, baik dalam kondisi untung maupun rugi. Kemarin, profit mendominasi, dengan 61.000 BTC dikirim ke exchange dalam keadaan profit. Pada tahap ini, STH masih sangat reaktif terhadap pergerakan harga,” tulis analis itu.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Perusahaan analitik on-chain CryptoQuant mengidentifikasi Harga Realisasi On-Chain Trader di US$76.800 sebagai level resistance penting. Angka ini mencerminkan rata-rata harga investor jangka pendek dan secara historis sering menjadi resistance bagi reli harga, termasuk saat rebound pada Januari 2026.
Saat BTC menguji level US$76.000 awal pekan ini, arus masuk ke exchange per jam naik sekitar 11.000 BTC. Ini menjadi level tertinggi sejak akhir Desember 2025. Menurut CryptoQuant, hal ini merupakan,
“Sinyal peringatan yang secara historis cukup akurat untuk tekanan jual jangka pendek, lantaran holder memindahkan koin ke exchange untuk antisipasi distribusi di zona resistance kunci.”
Rata-rata deposit ke exchange melonjak ke 2,25 BTC, menjadi angka harian tertinggi sejak Juli 2024. Peningkatan ini didorong oleh transfer individu dalam jumlah besar, lebih dari 1.000 BTC ke Binance.
Tak hanya itu, porsi setoran besar terhadap total arus masuk exchange juga melonjak, dari di bawah 10% menjadi di atas 40% hanya dalam beberapa hari di sekitar level US$76.000.
“Profit realisasi harian masih sekitar US$500 juta—di bawah ambang US$1 miliar yang selama ini menjadi penanda lonjakan realisasi profit besar di bear market—ini artinya aksi ambil untung belum mencapai puncaknya. Jika Bitcoin tetap bertahan di kisaran US$76.000 atau bahkan reli mendekati Harga Realisasi Trader di US$76.800, profit yang terealisasi bisa meningkat tajam dan menambah tekanan jual jangka pendek,” tambah analisis tersebut.
Laporan mingguan dari Glassnode menguatkan pandangan ini. EMA 30 hari dari Rasio Profit/Loss Realisasi tercatat di level 1,16, yang menunjukkan investor secara umum menjual ketika harga menguat.
Perusahaan tersebut menandai True Market Mean di US$78.100 sebagai level penting untuk pemulihan yang berkelanjutan. Agar bisa menembus level ini, pasar harus mampu menyerap aksi ambil untung besar yang sedang terjadi secara konsisten, sesuatu yang akan membutuhkan katalis signifikan, menurut laporan tersebut.
Selama holder jangka pendek terus melihat setiap reli sebagai kesempatan keluar dan keterlibatan institusi belum sepenuhnya pulih, Bitcoin menghadapi kelebihan pasokan yang harus diserap terlebih dulu sebelum bisa terjadi perubahan tren struktural.
Berlangganan channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin industri dan jurnalis membagikan wawasan ahli





