Kembali

Ripple Payments Tembus Volume US$100 Miliar saat Likuiditas XRP di Binance Turun

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Kamina Bashir

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

04 Maret 2026 12.34 WIB
  • Ripple telah memperluas Ripple Payments menjadi platform end-to-end yang terintegrasi sepenuhnya.
  • Likuiditas XRP di Binance menurun, dengan perputaran sekitar 7,02 miliar XRP.
  • Lingkungan dengan likuiditas rendah meningkatkan sensitivitas harga terhadap pergerakan modal besar.
Promo

Ripple mengumumkan ekspansi Ripple Payments menjadi platform end-to-end yang komprehensif karena adopsinya terus berkembang.

Pengumuman ini disampaikan di tengah menurunnya likuiditas XRP (XRP) di Binance, sebuah perkembangan yang mungkin memperbesar volatilitas harga jika terjadi arus modal besar.

Disponsori
Disponsori

Update Ripple Payments: Apa Saja yang Baru di Ekspansi Terbaru

Sebagai informasi, Ripple Payments merupakan infrastruktur pembayaran global berbasis blockchain yang menghubungkan lembaga keuangan untuk memindahkan dana dengan cepat, aman, dan biaya rendah melalui XRP Ledger (XRPL). Sekarang, platform ini memungkinkan pelanggan untuk melakukan pengumpulan, menyimpan, mengonversi, dan pembayaran dalam fiat maupun stablecoin di dalam satu sistem yang terintegrasi sehingga mereka tidak perlu lagi berkoordinasi dengan berbagai penyedia jasa.

Menurut Ripple, ekspansi ini memanfaatkan akuisisi terbaru mereka terhadap Palisade dan Rail, perusahaan yang mereka akuisisi senilai US$200 juta. Dengan kemampuan ini, klien dapat membuat akun virtual dan wallet atas nama sendiri, mengotomatisasi arus pengumpulan dana, serta melakukan settlement tanpa perlu berpindah penyedia layanan.

“Agar sistem keuangan global bisa berkembang, fintech dan institusi keuangan membutuhkan infrastruktur yang memperlakukan aset digital seketat keuangan tradisional. Untuk sukses di bidang ini diperlukan infrastruktur level perusahaan, lisensi yang luas, dan likuiditas mendalam — kemampuan yang hanya dimiliki sedikit pihak. Ripple telah membangun cetak biru solusi enterprise berbasis blockchain yang dirancang untuk skala global di sektor keuangan teregulasi,” ujar Monica Long, Presiden Ripple.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung

Disponsori
Disponsori

Perusahaan melaporkan bahwa Ripple Payments telah memproses volume total lebih dari US$100 miliar dan saat ini beroperasi di lebih dari 60 pasar. Ripple sudah memegang lebih dari 75 lisensi global, termasuk New York Department of Financial Services Trust Company Charter.

Klien ternama seperti AMINA Bank di Swiss, AltPayNet di Filipina, Banco Genial di Brasil, CambioReal, Corpay, MassPay, dan ECIB di Malaysia, menunjukkan kepercayaan institusional terhadap Ripple Payments.

Likuiditas XRP Turun di Binance

Walaupun produk Ripple terus maju, XRP masih menghadapi tantangan. Menurut analis yang mengutip data CryptoQuant, Indeks Likuiditas XRP Binance 30 Hari turun ke 0,097 dengan tingkat pergantian sebesar 7,02 miliar XRP.

“Indeks Likuiditas XRP Binance 30D menunjukkan adanya perubahan struktural yang jelas dalam likuiditas XRP di platform Binance pada siklus terbaru. Indeks ini membandingkan tingkat pergantian 30 hari dengan total suplai, sehingga memberikan ukuran yang akurat atas tingkat aktivitas relatif di platform,” tutur sang analis.

Likuiditas XRP di Binance
Likuiditas XRP di Binance | Sumber: CryptoQuant

Penurunan ini sangat mencolok dibandingkan tahun 2022 sampai 2024, saat tingkat pergantian berada di kisaran 180 hingga 240 miliar XRP dan indeks likuiditas pernah menyentuh angka 3.

“Periode-periode itu mencerminkan aktivitas intens dan volume perdagangan yang tinggi, menandakan lingkungan spekulasi yang dinamis dan kondisi likuiditas yang kuat di platform tersebut,” lanjut postingan tersebut.

Menurut analis itu, penurunan dimulai pada 2025 dan masih berlanjut hingga 2026. Ini mencerminkan berkurangnya aktivitas perdagangan atau adanya pergeseran likuiditas dari Binance ke platform lain.

Lalu mengapa hal ini penting? Lingkungan likuiditas rendah meningkatkan volatilitas harga. Jika token yang beredar sedikit, pergerakan modal besar bisa memicu lonjakan harga yang tajam.

namun, likuiditas yang menurun bukan berarti harga akan melemah; kondisi ini justru membuat pasar lebih sensitif terhadap perubahan permintaan. Analis itu memaparkan bahwa dengan kondisi sekarang, pasar berada dalam fase menunggu. Jika terjadi rebound pada tingkat pergantian, bisa saja akan terjadi “perubahan signifikan dalam dinamika harga.”

Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan langsung pemimpin & jurnalis memberikan insight pakar

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori