Senator Cynthia Lummis membela Clarity Act dari serangan Senator Elizabeth Warren, dengan menolak klaim bahwa RUU aset digital tersebut menciptakan celah pembiayaan ilegal, dan menegaskan lebih dari 16 perlindungan sudah tertulis di dalam legislasi tersebut.
Senator Republik dari Wyoming ini merespons setelah Warren menuduh pihak lawan memanfaatkan aset kripto untuk mengalirkan dana miliaran dan menilai bahwa RUU ini akan melonggarkan standar. Perdebatan mereka terjadi di tengah jadwal legislasi Senat yang sangat sempit.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Lummis Soroti Perlindungan yang Sudah Tertanam
Lummis menegaskan bahwa Clarity Act justru memperkuat aturan pembiayaan ilegal, bukan melonggarkannya. Ia menyampaikan rincian aturan yang termasuk dalam RUU ini lewat bantahan publik.
Lummis memaparkan bahwa Pasal 201 menerapkan Bank Secrecy Act dan aturan anti pencucian uang (BSA/AML) ke kripto. Pasal 303 menambahkan sanksi baru yang ditujukan ke Iran. Pasal 305 memberi wewenang bagi exchange untuk membekukan dana ilegal.
“Jika Anda tidak suka kripto, katakan saja, tapi hentikan serangan tak berdasar seperti ini,” ucap Lummis.
Kekhawatiran seputar pembiayaan ilegal kini jadi isu utama pada pembahasan legislasi ini. Kelompok penegak hukum dan koalisi Katolik ikut melayangkan penolakan dalam surat berbeda bulan lalu.
Mereka menyoroti Pasal 604, yaitu perlindungan bagi pengembang dalam RUU ini. Para pengkritik meyakini pengecualian yang terlalu luas bisa memperlemah pengawasan terhadap aliran dana kriminal.
Peluang Kelolosan Clarity Act di Polymarket Melemah Menjelang Tenggat
Sementara itu, waktu menjadi lebih mendesak untuk RUU ini. Senat akan kembali dari masa reses pada 13 Juli, yang berarti ada sedikit waktu sebelum masa jeda Agustus.
RUU ini harus lolos Senat sebelum masa jeda agar punya peluang menjadi undang-undang di tahun ini. Proses ini butuh minimal 60 suara, termasuk setidaknya tujuh suara dari Partai Demokrat.
Pasar prediksi juga bersikap lebih hati-hati. Di Polymarket, peluang Clarity Act disahkan menjadi undang-undang pada 2026 turun ke 39%, padahal awal Juni sempat 64%.
Analis juga mulai mengubah prediksi. Galaxy Research sekarang menilai peluang Clarity Act jadi undang-undang di 2026 sebesar 50%, turun dari 60% pada 5 Juni, karena waktu untuk pemungutan suara di Senat makin sempit.
Langganan YouTube kami untuk menonton pemimpin dan jurnalis memaparkan wawasan ahli











