SEC Akui Kasus Kripto Gary Gensler Tidak Beri “Investor Benefit”

  • SEC menyebut beberapa kasus pendaftaran aset kripto sebelumnya sebagai penafsiran yang salah terhadap undang-undang sekuritas federal.
  • Agensi tersebut membatalkan tujuh tindakan penegakan aset kripto yang diajukan di bawah Gensler.
  • Ketua SEC mengatakan bahwa komisi telah menghentikan regulasi melalui penegakan hukum.
Promo

Securities and Exchange Commission (SEC) telah merilis hasil penegakan hukum tahun fiskal 2025. Dalam laporan tersebut, SEC menyebut beberapa kasus pendaftaran aset kripto sebelumnya sebagai “penafsiran keliru terhadap hukum sekuritas federal.”

Ini menjadi sinyal terbaru dari perubahan tajam dalam penegakan hukum oleh regulator di bawah kepemimpinan Paul Atkins, yang mulai menjabat sebagai Ketua SEC pada April 2025.

Kasus Kripto SEC Sebelumnya Mendapat Sorotan

Laporan tersebut menjelaskan bahwa, di bawah kepemimpinan ketua sebelumnya Gary Gensler mulai 2022, regulator melakukan 95 tindakan terkait kegagalan pencatatan data oleh perusahaan hingga total denda mencapai US$2,3 miliar.

Disponsori
Disponsori

Ikuti kami di X agar Anda mendapatkan berita terbaru secara langsung

SEC juga menyoroti tujuh kasus pendaftaran perusahaan kripto dan enam kasus terkait “definisi dealer.” Menurut laporan tersebut, kasus-kasus ini “tidak menemukan kerugian langsung bagi investor” serta “tidak memberikan manfaat atau perlindungan untuk investor.” Selain itu, laporan menambahkan bahwa kasus-kasus tersebut,

“Menunjukkan apa yang dipandang oleh Komisi saat ini sebagai penafsiran keliru terhadap hukum sekuritas federal, salah alokasi sumber daya Komisi, dan kecenderungan mengejar banyak kasus dibandingkan fokus perlindungan investor.”

Ketua SEC Paul Atkins mengungkapkan bahwa lembaganya telah meninggalkan pendekatan “regulasi lewat penegakan hukum.” Menurut dia, SEC kini memfokuskan upaya pada kasus-kasus yang secara langsung melindungi investor serta memperkuat integritas pasar keuangan.

“Kami telah mengalihkan sumber daya menuju jenis pelanggaran yang paling merugikan—khususnya penipuan, manipulasi pasar, dan penyalahgunaan kepercayaan—serta menjauh dari pendekatan yang hanya mengutamakan kuantitas kasus dan besarnya denda dibanding perlindungan investor yang sebenarnya,” terang dia dalam laporan tersebut.

Menariknya, sejak Februari 2025, SEC telah menghentikan tindakan penegakan hukum terhadap Coinbase, Binance, Kraken, Consensys, Cumberland DRW, Dragonchain, dan Balina. 

Laporan ini juga memaparkan bahwa sepanjang tahun fiskal 2025, SEC telah mengajukan 456 tindakan penegakan hukum. Jumlah ini terdiri dari 303 kasus mandiri dan 69 proses administratif.

Langganan saluran YouTube kami untuk menyaksikan wawancara dan analisis dari para pemimpin maupun jurnalis


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori