Model AI Cina Dorong Lonjakan 440% pada Perintah Malware yang Ditampung di Blockchain

  • Perintah malware yang tersembunyi di blockchain meningkat 440% setelah model AI open-source dari Cina diluncurkan.
  • Hacker yang terhubung dengan negara kini menyumbang dua pertiga dari aktivitas dead drop blockchain baru.
  • Korea Utara, kelompok berbahasa Iran yang dicurigai, dan kelompok berbahasa Rusia masing-masing menjalankan sistem komando on-chain yang berbeda.
Promo

Pelaku serangan kini memposting instruksi malware ke blockchain 440% lebih sering sejak model AI open-source asal Cina tanpa batasan muncul, papar Chainalysis. Jumlah penulisan kode jahat secara on-chain harian melonjak dari 2,06 menjadi 11,1 hanya dalam waktu kurang dari setahun.

Chainalysis menyebut teknik ini sebagai blockchain dead drops (BDD). Operator yang diduga terkait negara dari Korea Utara dan Iran kini menghasilkan sebagian besar aktivitas tersebut, ungkap perusahaan ini.

Disponsori
Disponsori

Censorship Resistance Menjadi Senjata Bagi Peretas

Pada laporan terbarunya, Chainalysis menjelaskan bahwa hacker menyimpan kode jahat di server terpusat yang bisa saja disita, diblokir, atau didapat offline. Tapi, saat ini para penyerang malah menyimpan kode itu di blockchain publik.

“Kami menyebut teknik ini ‘blockchain dead drops’ (BDD). BDD ini menyimpan payload dalam transaksi on-chain dan smart contract sehingga perangkat yang terinfeksi bisa mengambilnya kapan pun dibutuhkan. Keabadian blockchain membuat kampanye siber para pelaku ancaman awet berjalan lama; mereka bisa terus berkomunikasi dengan mesin yang sudah dikompromikan tanpa takut kehilangan server command-and-control (C2) mereka,” terang laporan tersebut.

Perusahaan ini menekankan bahwa bahayanya terletak pada daya tahan, bukan kekuatannya. Kampanye tetap berjalan meski domain disita, hosting dihapus, dan repositori dihilangkan. Teknik ini pertama kali muncul pada tahun 2013 saat varian botnet Necurs menyimpan domain di sebuah fork Bitcoin (BTC) bernama Namecoin. 

Teknik ini mulai masuk ke chain Ethereum Virtual Machine (EVM) pada 2023 lewat EtherHiding. Setelah itu, Google mendapati UNC5342 dari Korea Utara menggunakan cara ini dalam wawancara kerja palsu.

Chainalysis menelusuri lonjakan terbaru ke pertengahan 2025. Saat itulah model AI open-weight asal Cina yang kuat muncul tanpa batasan dalam membuat kode jahat. Itu menghapus hambatan keahlian yang sebelumnya membuat dead drops jarang terjadi, tegas perusahaan itu.

Disponsori
Disponsori

Penyebarannya kini meluas jauh di luar dunia kripto. Riset dari Netskope menyebut serangan supply chain ChainDrop telah mengenai lebih dari 440 paket npm pada Agustus 2026. 

Ikuti kami di X untuk dapatkan kabar terbaru secara real-time

Pyongyang, Teheran, dan Forum Rusia Menulis Strategi Sendiri

Hampir semua aktivitas dead drop pada awal 2024 berasal dari pelaku kejahatan siber. Namun, pada kuartal 2 tahun 2026, kelompok terkait negara tercatat menyumbang sekitar dua pertiga aktivitas baru setiap kuartal dan setengah dari totalnya.

Pelaku Ancaman Blockchain Dead Drop
Pelaku Ancaman Blockchain Dead Drop | Sumber: Chainalysis

UNC5342 dari Korea Utara kini menjalankan relay tiga chain. Arahan di TRON (TRX) dan Aptos (APT) menuntun perangkat yang terinfeksi ke perangkat yang terenkripsi di BNB Smart Chain.

“Penyerang mengganti infrastruktur dengan mempublikasikan transaksi baru, dan semua perangkat yang sudah terinfeksi otomatis mengikuti perubahan tersebut. Untuk menghentikan operasi ini, tindakan serentak di ketiga chain tadi harus dilakukan,” papar tim itu.

Operator intelijen yang diduga berasal dari Iran mengirimkan sejumlah kecil pembayaran Bitcoin ke sebuah alamat terkenal yang terkait Satoshi Nakamoto. Chainalysis mengungkapkan bahwa malware mencari data dalam tiap transaksi, lalu mendekodenya untuk mendapat infrastruktur penyerang terbaru. 

Sementara itu, pelaku kriminal berbahasa Rusia menjual kemampuan ini sebagai layanan. Salah satu wallet operator di Polygon (POL) mengendalikan serangkaian kontrak resolver, yang sepertinya melayani pelanggan berbeda-beda sesuai pembayaran.

Pihak bertahan tidak bisa serta-merta memblokir lalu lintas blockchain tanpa merusak seluruh dompet dan aplikasi sah, ujar laporan tersebut. Akan tetapi, keabadian yang melindungi penyerang juga meninggalkan jejak setiap update di buku besar publik.

Apakah investigator bisa memanfaatkan jejak itu untuk melakukan penangkapan lebih cepat dibanding alat AI melahirkan operator baru masih menjadi pertanyaan besar.

Subscribe ke channel YouTube kami untuk menonton para pemimpin dan jurnalis memberikan wawasan ahli

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori