MicroStrategy (yang kini bernama Strategy) mengumumkan penjualan Bitcoin (BTC) lagi pada hari Senin, menjual 1.690 BTC senilai US$108,6 juta. Setiap dolar hasil penjualan digunakan untuk pembelian kembali saham preferen STRC milik mereka.
Perusahaan ini masih memegang 840.447 BTC, menjadi pemilik treasury Bitcoin korporasi terbesar. Tapi saat ini mereka menjual koin di bawah harga modal demi memperbaiki saham preferen yang tidak berhasil mempertahankan harga seperti yang diharapkan.
Di Balik Penjualan Bitcoin Terbaru Strategy
Penjualan berlangsung dari 3 Agustus hingga 9 Agustus dengan harga rata-rata US$64.262 per koin. Strategy menjelaskan transaksi ini dalam dokumen Form 8-K pada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).
Hasil bersihnya digunakan untuk pembelian kembali 1.152.020 lembar saham STRC. Sekuritas ini adalah saham preferen variabel yang diterbitkan Strategy untuk membantu pendanaan akumulasi Bitcoin mereka. Dividen dari saham ini direset tiap bulan dan saat ini memberikan dividen tahunan 12% agar harga saham tetap mendekati nilai nominal US$100.
Namun, pasar menolak desain tersebut. STRC ditutup pada Jumat di US$95,01, naik 1,16%, setelah sebelumnya sempat turun hingga serendah US$71,25 dalam setahun terakhir. Sahamnya naik ke US$95,55 pada pre-market hari Senin.
Transaksi ini memperpanjang pola yang sudah jelas. Strategy menjual 1.638 BTC seminggu sebelumnya, menjadikannya dua minggu berturut-turut menjadi net seller. Dalam dokumen tersebut tidak dicantumkan pembelian Bitcoin baru selama periode itu.
Sementara itu, sisa simpanan tadi membutuhkan biaya US$63,36 miliar untuk membelinya, atau rata-rata US$75.385 per koin. Setiap penjualan di harga saat ini berarti mengunci kerugian dibanding harga dasar tersebut. Executive chairman Michael Saylor sendiri menegaskan ia tidak pernah menjual secara pribadi.
Penjualan Saham MSTR Angkat Cadangan USD ke US$4,65 Miliar
Strategy juga menjual 6.585.682 saham MSTR melalui program ekuitas at-the-market (ATM), menghasilkan US$653,1 juta. Dari jumlah tersebut, US$650 juta dimasukkan ke cadangan USD mereka, yang kini mencapai US$4,65 miliar.
Saylor menggambarkan pekan itu sebagai langkah kredit, bukan mundur dari Bitcoin.
“Strategy meningkatkan Cadangan USD sebesar US$650 juta dan membeli kembali US$109 juta $STRC. Ini meningkatkan Durasi USD sebesar 143 hari menjadi 2,7 tahun dan memperketat Kredit BTC STRC sebesar 10 bps. Per 8/9/26, kami memegang ₿840.447 di Cadangan BTC dan US$4,65 miliar di Cadangan USD,” terang Saylor dalam unggahan-nya.
Pembelian kembali tersebut menghabiskan sebagian besar otorisasi buyback preferen yang tersisa, sehingga hanya tersisa US$785,2 juta. Sebaliknya, kapasitas penerbitan saham MSTR sekitar US$22 miliar masih belum dimanfaatkan.
MSTR ditutup pada Jumat di US$100,01, naik 3,26%, tapi turun 0,21% pada pre-market hari Senin.
Alasan Strategy Tetap Menjual Bitcoin
Langkah ini berawal dari Digital Credit Capital Framework, sebuah rencana yang diadopsi pada akhir Juni. Rencana itu memberikan izin terbatas untuk penjualan Bitcoin demi mendanai dividen preferen, pembelian kembali, dan memperkuat cadangan tunai ketika penerbitan saham dirasa kurang menarik.
Sejak saat itu, Strategy menghentikan pembelian Bitcoin baru dan hampir setiap minggu mengumpulkan uang tunai. Mereka menyatakan saat ini cadangannya cukup untuk menutupi kewajiban dividen bertahun-tahun pada tumpukan preferen mereka.
Upaya perbaikan ini mulai menunjukkan hasil. STRC sudah pulih sekitar 33% dari level terendahnya. Walau begitu, dividen 12% dan buyback senilai US$109 juta belum menutup selisih ke nilai nominalnya.
Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$65.019 pada hari Senin, naik 1,5% dalam 24 jam. Ini artinya pasar masih sekitar 13% di bawah harga rata-rata pembelian Strategy.
Laporan mendatang akan menunjukkan apakah penjualan mingguan akan terus berlanjut atau akan kembali akumulasi. Apa pun yang terjadi, para pemegang saham menghadapi trade-off besar di MSTR. Saat ini, proxy Bitcoin mereka telah berubah menjadi treasury yang dikelola aktif demi struktur modalnya sendiri.









