Morgan Stanley menyatakan harga saham SpaceX bisa hampir dua kali lipat menjadi US$300 per lembar. Namun, setidaknya 40 klien perusahaan ini belum memiliki saham tersebut.
SpaceX go public pada bulan Juni lalu lewat initial public offering (IPO) terbesar sepanjang sejarah, di harga US$135 per lembar. Empat bulan berselang, harga saham kini diperdagangkan sekitar 23% lebih tinggi dari harga IPO.
Mengapa Morgan Stanley Menyebut Harga Saham SpaceX Bisa Hampir Dua Kali Lipat
Analis Adam Jonas tetap mempertahankan rating beli dan target harga US$300 dalam sebuah catatan yang dirilis Senin. Target ini 89% lebih tinggi dibanding harga penutupan Jumat, yakni US$158,96.
Analisisnya berbasis pada satu pemisahan. Ia menilai bisnis roket dan Starlink, layanan internet satelit, sebesar US$127 per lembar saham.
Sisanya sekitar US$32 untuk bisnis artificial intelligence (AI), yang mencakup chatbot Grok dan kekuatan komputasi yang disewakan SpaceX. Dengan jumlah sekitar 13,2 miliar saham, ini mengindikasikan valuasi AI mendekati US$420 miliar.
Jonas menilai angka tersebut terlalu rendah. Ia menuturkan, sejumlah kontrak sewa komputasi jangka pendek SpaceX baru-baru ini dihargai US$30 hingga US$50 per watt kapasitasnya. Sementara itu, model analisis para analis lain menggunakan angka US$17,60.
Singkatnya, Jonas menyatakan kebanyakan pembeli saat ini hanya membayar untuk roket dan Starlink, dan hanya sedikit saja untuk AI.
Mengapa Investor Masih Menjauhi Saham SpaceX
Jonas melakukan uji minat secara langsung. Minggu lalu, ia bertanya kepada sekitar 40 klien siapa saja yang sudah memiliki saham SpaceX.
“tak satu pun tangan terangkat,” ungkap analis Morgan Stanley tersebut .
Ia menyebutkan beberapa kekhawatiran terbesar investor:
- Apakah Grok bisa bersaing dengan model AI lain.
- Apakah Starlink mampu mengamankan spektrum siaran, untuk layanan mobile-nya.
Jonas berpendapat kedua kekhawatiran tersebut sudah tercermin dalam harga saat ini.
Harga saham juga mengalami penurunan sejak debutnya. Kini, nilainya sekitar 30% di bawah puncaknya pasca-IPO di angka US$225,64.
Pada tanggal 24 September, sekitar 328 juta saham mulai bisa dijual setelah periode lockup pasca-IPO berakhir. Presiden Gwynne Shotwell juga menjual saham senilai US$52,5 juta.
Di sisi lain, divisi AI perusahaan masih merugi. Pada kuartal sebelumnya divisi ini membukukan kerugian sebesar US$1,26 miliar sambil menyedot 86% belanja modal SpaceX.
Tidak semua analis merasa yakin. Beberapa bahkan memproyeksikan harga serendah US$142, menurut data TipRanks. Rata-rata prediksi dari 33 analis ada di US$235,10.
Apa yang Bisa Membuat Investor Kembali Melirik Saham SpaceX?
Jonas menyoroti keberhasilan Starship, pesawat luar angkasa impian Elon Musk yang baru saja berhasil mengelilingi orbit. Misi penerbangan ke-15 dijadwalkan akhir Oktober atau awal November.
Jika SpaceX berhasil menangkap kembali pesawat itu, papar Jonas, hal itu bisa jadi dorongan terbesar untuk harga saham sejak IPO.
Laporan keuangan kuartal tiga akan diumumkan akhir Oktober. Jonas juga menyebut peluncuran versi baru Grok serta penandatanganan kesepakatan komputasi baru bisa menjadi katalis positif lain.
Ia juga memaparkan hal-hal yang bisa menekan harga saham. Koreksi menuju US$100 dalam setahun kemungkinan akan terjadi bila terjadi perlambatan sektor AI, hambatan besar pada Starship, atau dilusi saham.
Untuk saat ini, target US$300 masih belum disambut antusias para investor.









