OpenAI Peringatkan Superintelligence Bisa Memusatkan Kekuasaan tanpa Desentralisasi

  • Prinsip baru Altman memperingatkan superintelligence bisa memusatkan kekuasaan pada beberapa perusahaan.
  • Demokratisasi menempati posisi teratas dalam piagam lima pilar, menggantikan misi AGI OpenAI tahun 2018.
  • OpenAI berkomitmen untuk memberikan akses AI yang luas seiring dengan rival terdesentralisasi seperti Bittensor yang terus berkembang.
Promo

OpenAI menerbitkan lima prinsip panduan pada 26 April, sembari memperingatkan bahwa superintelligence bisa menyebabkan kekuasaan AI hanya terpusat di segelintir perusahaan besar. Laboratorium tersebut berjanji akan menyebarluaskan teknologi ini secara luas agar bisa mencegah hal itu terjadi.

Sam Altman membagikan kerangka kerja ini di X. Dokumen ini menggantikan piagam AGI OpenAI tahun 2018 dan hadir ketika proyek AI terdesentralisasi sedang bersaing menawarkan narasi yang sama.

Disponsori
Disponsori

OpenAI Menyusun Ulang Superintelligence Berdasarkan Lima Prinsip

Lima prinsip tersebut adalah demokratisasi, pemberdayaan, kemakmuran universal, ketahanan, dan adaptabilitas. Prinsip pertama membuat OpenAI berkomitmen untuk menolak segala bentuk konsentrasi kekuasaan AI, termasuk di dalam perusahaan sendiri. OpenAI juga mengambil keputusan-keputusan penting lewat proses demokratis, bukan hanya berdasarkan pilihan internal laboratorium.

Altman menjelaskan bahwa ini adalah pembaruan besar pertama atas prinsip laboratorium sejak tahun 2018. Prinsip pemberdayaan menjanjikan akses luas bagi publik terhadap AI umum dan pasar token yang kini berkembang di sekitarnya.

Tiga pilar lainnya membahas risiko transisi ekonomi, koordinasi dalam keamanan, dan kesiapan untuk meninjau kembali posisi jika diperlukan. Piagam 2026 hanya menyebutkan AGI dua kali, yang menandakan adanya perubahan komitmen ke arah infrastruktur AI yang lebih luas.

Pesaing AI Terdesentralisasi Memberikan Tanggapan Balik

Peringatan tersebut muncul ketika jaringan AI berbasis aset kripto terus berkembang. Bittensor (TAO) baru saja menjalankan pelatihan model bahasa besar terdesentralisasi terbesar yang pernah ada di subnet Templar-nya pada awal April. Grayscale bahkan telah mengajukan ETF khusus TAO, sehingga menarik modal institusi baru ke jaringan tersebut.

Para kritikus menilai OpenAI baru membahas isu desentralisasi setelah mereka sudah menguasai mayoritas komputasi dan modal. Tahun ini, perusahaan ini telah mengumpulkan dana lebih dari US$110 miliar dengan valuasi mencapai US$730 miliar, dan Amazon menyumbang sebesar US$50 miliar dalam putaran pendanaan tersebut.

Subnet validator pada Bittensor dan protokol serupa masih kecil jika dibandingkan dengan besaran modal tadi. Apakah prinsip baru ini benar-benar akan mengubah cara OpenAI menggunakan uangnya, akan menentukan seberapa penting dokumen tersebut ke depannya.


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori