Kembali

Market Crash Semalaman: Emas Pulih, Mengapa Bitcoin Tidak?

author avatar

Ditulis oleh
Oihyun Kim

editor avatar

Diedit oleh
Zummia Fakhriani

30 Januari 2026 14.16 WIB
  • Emas sempat crash 7% akibat tensi AS–Iran, namun pulih hanya dalam hitungan jam. Bitcoin turun 5% dan gagal bangkit.
  • Nasdaq hanya turun 0,7%, sementara Meta melonjak 10%. Bitcoin tidak menangkap sisi positifnya—hanya sisi negatifnya.
  • Bitcoin tidak berperilaku sebagai safe haven maupun risk asset, memunculkan keraguan baru atas perannya saat krisis.
Promo

Bitcoin mengalami aksi jual brutal pada Jumat (30/1) dini hari waktu Asia, crash lebih dari 5% dari US$89.000 ke titik terendah US$83.400 saat sesi perdagangan Amerika Serikat. Berbeda dengan emas dan saham, Bitcoin gagal memantul, menyingkap krisis identitas yang mengkhawatirkan bagi aset yang kerap dijuluki “digital gold” alias emas digital.

Pasar saat ini tengah menilai ulang kepercayaan atas mata uang dan institusi. Namun, arus kepercayaan itu mengalir ke brankas emas, bukan ke dompet kripto.

Sponsored
Sponsored

Badai yang Sama, Hasil yang Berbeda

Aksi jual terpicu eskalasi ketegangan AS–Iran setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan peringatan di Truth Social, mengancam serangan militer jika Teheran tidak menyetujui kesepakatan nuklir. Pemerintah negara-negara Timur Tengah berupaya mendorong dialog kedua pihak, tetapi upaya tersebut belum membuahkan hasil seiring AS mengerahkan lebih banyak kekuatan militer ke kawasan. Ancaman government shutdown juga memperburuk sentimen risk-off.

Emas merespons dengan volatilitas ekstrem, sempat crash 7% ke US$5.250 hanya dalam satu jam, sebelum mencetak pemulihan berbentuk V yang dramatis. The Kobeissi Letter mencatat kapitalisasi pasar emas berayun US$5,5 triliun dalam satu sesi—pergerakan harian terbesar dalam sejarah. Pada awal perdagangan Asia Jumat, emas spot kembali naik di atas US$5.400, menguat sekitar 1%.

Saham AS, sementara itu, menunjukkan ketahanan. Nasdaq turun hanya 0,7%, terbebani oleh kejatuhan Microsoft 10% akibat kekhawatiran belanja AI. Namun Meta melonjak 10% berkat kinerja keuangan yang kuat, dan Dow ditutup sedikit menguat.

Bitcoin menampilkan cerita yang berbeda. Harga turun ke US$83.400 dan hanya mampu memantul lemah ke sekitar US$84.200, jauh dari pemulihan V-shaped emas maupun reli selektif saham teknologi.

Mania di Logam Mulia, tapi Bukan di Bitcoin

Perbedaannya mencolok. Emas telah naik lebih dari 25% hanya dalam bulan ini, dan hampir dua kali lipat sejak Trump memulai masa jabatan keduanya setahun lalu. Perak hampir empat kali lipat sejak tarif “liberation day” April, melesat dari di bawah US$30 menjadi lebih dari US$118 per ons. Sejumlah analis menyebut pergerakan ini parabolik, dengan semua ciri mania spekulatif.

Sponsored
Sponsored

Para analis menilai reli logam mulia mencerminkan lebih dari sekadar stres jangka pendek—ini menandakan erosi kepercayaan terhadap mata uang, institusi, dan tatanan ekonomi pasca-Perang Dingin.

Grafik harga emas, perak, dan Bitcoin
Sumber: CoinGecko

Kebijakan agresif Trump—mulai dari tarif hukuman, ancaman terhadap Greenland dan Iran, hingga tekanan terhadap Federal Reserve, termasuk perkara pidana terhadap Ketua Jerome Powell—telah mendorong investor ke safe haven tradisional. Dolar AS turun ke level terendah empat tahun terhadap sekeranjang mata uang pada Rabu.

Bank sentral juga menambah cadangan emas sebagai upaya diversifikasi terbatas dari US Treasury. Investor ritel ikut masuk, tertarik oleh narasi safe haven sekaligus momentum harga.

Sponsored
Sponsored

Kelemahan Struktural di Balik Layar

Namun Bitcoin, yang secara teori berbagi daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap depresiasi mata uang, tidak ikut dalam pesta beli tersebut.

Pergerakan harga mengungkap kerentanan yang telah lama terbangun di pasar kripto. ETF Bitcoin spot mencatat arus keluar berkelanjutan sepanjang Januari, dengan total aset turun dari puncak US$169 miliar pada Oktober menjadi sekitar US$114 miliar—penurunan 32%.

Grafik arus dana ETF dan harga Bitcoin
Sumber: Coinglass

Coinbase Premium Index, yang melacak selisih harga antara Coinbase dan crypto exchange global sebagai indikator minat institusional AS, juga berubah negatif. Kedua indikator ini mengisyaratkan melemahnya selera beli institusi yang sebelumnya menjadi motor reli 2024–2025.

Permintaan ritel juga menyusut tajam menurut data on-chain. Ketika pembeli institusional dan ritel sama-sama mundur, reli menjadi sulit bertahan, sementara penurunan justru semakin brutal.

Sponsored
Sponsored

Di sisi ritel, data CryptoQuant menunjukkan transaksi kecil antara US$0–US$10.000 terus menurun, dengan pertumbuhan permintaan 30 hari turun dari di atas 10% pada Oktober menjadi sekitar -6% saat ini.

Dengan melemahnya permintaan institusional dan ritel secara bersamaan, reli kesulitan mempertahankan momentum, sementara drawdown menjadi lebih agresif.

Grafik data on-chain permintaan Bitcoin
Sumber: CryptoQuant

Apa Artinya?

Sesi perdagangan Rabu menjadi uji stres waktu nyata. Emas membuktikan dirinya tetap menjadi lindung nilai krisis pilihan pasar. Saham teknologi menunjukkan bahwa fundamental yang kuat masih mampu mengalahkan ketakutan makro. Bitcoin tidak melakukan keduanya—menyerap sisi negatif aset berisiko, sambil gagal menikmati sisi positif safe haven.

Agar narasi “emas digital” kembali kredibel, Bitcoin harus mampu menunjukkan perilaku safe haven saat paling dibutuhkan. Hingga itu terjadi, label tersebut masih lebih merupakan aspirasi, bukan realitas.

Bagaimana pendapat Anda tentang pulihnya emas namun tidak pada Bitcoin pasca crash pasar? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori