Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—rangkuman penting tentang perkembangan utama di dunia aset kripto untuk hari ini.
Silakan siapkan kopi karena pasar baru saja memberikan sinyal yang tidak mudah dijelaskan. Emas, perak, dan aset kripto semuanya bergerak ke arah yang tidak diharapkan secara bersamaan, membuat investor gelisah dan bertanya-tanya apa yang diam-diam berubah di balik layar.
Berita Kripto Hari Ini: Dump Bitcoin, Emas, dan Perak
Lebih dari US$10 triliun nilai pasar telah terhapus dari emas dan perak hanya dalam tiga hari, menandai salah satu episode kehancuran kekayaan paling besar dan paling cepat dalam sejarah logam modern.
SponsoredKeambrukan mendadak ini mengguncang pasar global, sehingga menimbulkan pertanyaan mendesak soal likuiditas, kebijakan moneter, dan apakah aset “safe haven” tradisional mulai kehilangan peran defensifnya.
Harga emas spot jatuh di bawah US$4.500 per ons, turun hampir US$1.000 dalam tiga hari perdagangan. Sementara itu, harga perak turun di bawah US$72, memperpanjang penurunan hingga mendekati 40% dari harga tertinggi terakhir.
Dalam nilai kapitalisasi pasar, emas sendiri memangkas sekitar US$7,4 triliun, sementara perak kehilangan tambahan US$2,7 triliun, sehingga total kerugian ini justru lebih besar daripada seluruh pasar aset kripto. Pada waktu publikasi, harga emas berada di kisaran US$4.702, sedangkan perak diperdagangkan di harga US$81,59.
Hal yang membuat pergerakan ini terasa makin mengkhawatirkan adalah karena tidak ada pemicu yang jelas. Tidak ada guncangan geopolitik besar, sinyal resesi, maupun kejutan inflasi. Sebagai gantinya, pasar nampaknya menyesuaikan harga ulang untuk masa depan yang dipicu oleh pengetatan neraca The Fed secara agresif.
“Pasar sedang bereaksi terhadap pesan Ketua The Fed berikutnya Kevin Warsh: ‘The Fed harus memangkas neracanya,’” tulis Coin Bureau, seraya menyoroti bahwa Warsh berpendapat neraca The Fed yang sekitar US$7 triliun “terlalu besar triliunan dari yang diperlukan.”
Argumennya, semakin kecil neraca, maka semakin sedikit likuiditas yang menopang saham, aset kripto, serta logam mulia.
Sponsored SponsoredPanik Menyebar saat Aset Kripto Ikut dalam Breakdown “Safe Haven”
Dampaknya ternyata tidak hanya menimpa logam mulia. Pasar aset kripto telah kehilangan lebih dari US$430 miliar nilai pasar hanya dalam empat hari terakhir.
Hal ini menunjukkan adanya kekhawatiran bahwa pelepasan aset berbasis likuiditas menjalar ke berbagai kelas aset lain. Bitcoin dan Ethereum sama-sama mengalami penurunan tajam, sedangkan sentimen pasar aset kripto secara luas juga memburuk cukup cepat.
“Emas turun 20% dari puncaknya, dan telah menghapus US$7,4 triliun nilai kapitalisasi pasar atau 5 kali lipat kapitalisasi Bitcoin. Perak jatuh hampir 40% sehingga kehilangan US$2,7 triliun, jumlah yang setara dengan seluruh kapitalisasi pasar aset kripto. Aset safe haven kini bergerak seperti meme coin kripto,” ungkap analis Bull Theory.
Psikologi investor juga terlihat mulai retak, karena ada laporan bahwa jumlah investor yang terguncang dalam siklus kali ini lebih banyak dibandingkan saat kejatuhan aset kripto pada 2022.
Sponsored“Beberapa investor pindah ke emas karena mereka masih ingin bertahan di jalur uang keras,” tulis Natalie Brunell, sembari mengingatkan agar tidak membingungkan pergerakan harga karena ketakutan dengan hilangnya alasan jangka panjang bagi Bitcoin.
Di sisi lain, beberapa ahli strategi tetap optimistis terhadap emas dalam jangka panjang, dengan Deutsche Bank dikabarkan masih mempertahankan proyeksi harga emas di US$6.000 walau harga sedang melemah.
Kondisi ini memperjelas perbedaan antara tekanan likuidasi jangka pendek dan narasi lindung nilai moneter jangka panjang.
Beberapa lainnya melihat kemiripan sejarah, dengan analis Zev membandingkan pola reli dan koreksi emas saat ini dengan puncak tahun 1980. Berdasarkan itu, dia memperingatkan bahwa risiko terbesar mungkin bukan kejatuhan total, melainkan masa stagnasi panjang setelah kenaikan parabolik.
“Safe haven ≠ beli di harga berapa saja,” ingat dia.
Sementara itu, dalam wawancara terbaru, Tom Lee dari Fundstrat menilai kinerja buruk aset kripto dibandingkan emas akhir-akhir ini disebabkan peristiwa deleveraging besar-besaran Oktober lalu yang merusak struktur pasar aset kripto.
Sambil menegaskan kembali tesis “emas digital” untuk Bitcoin, Lee memperingatkan bahwa jalur adopsi akan tetap volatil, dengan tahun 2026 yang nampaknya menjadi ujian utama.
Sponsored SponsoredChart of the Day
Byte-Sized Alpha
Berikut ringkasan berita aset kripto di Amerika Serikat yang bisa Anda cermati hari ini:
- Apakah ini harga terendah Bitcoin? Tiga metrik masih menunjuk ke US$63.000 sebagai zona risiko utama
- Koreksi Bitcoin membuat MicroStrategy menanggung kerugian di atas kertas sekitar US$1 miliar.
- Ripple mendistribusikan 1 miliar XRP karena tekanan harga masih berlanjut hingga Februari.
- Binance menginisiasi dukungan pasar ala bank sentral senilai US$100 juta ketika Bitcoin mengalami pelemahan.
- Eksodus aset kripto mencapai US$1,7 miliar, namun aset logam yang ditokenisasi justru menarik arus modal investor.
- Bukan BitMine milik Tom Lee: Perusahaan ini menghadapi potensi likuidasi ETH sebesar US$1,33 miliar di tengah penurunan harga sebesar 26%.
- Laporan keuangan Strategy (MSTR) masuk dalam 5 data penting AS yang bisa mengubah tren pasar Bitcoin minggu ini.
Ringkasan Pre-Market Saham Kripto
| Perusahaan | Penutupan per 30 Januari | Ringkasan Pre-Market |
| Strategy (MSTR) | US$149,71 | US$139,47 (-6,84%) |
| Coinbase (COIN) | US$194,74 | US$187,89 (-3,52%) |
| Galaxy Digital Holdings (GLXY) | US$28,26 | US$27,03 (-4,35%) |
| MARA Holdings (MARA) | US$9,50 | US$9,04 (-4,84%) |
| Riot Platforms (RIOT) | US$15,47 | US$14,79 (-4,40%) |
| Core Scientific (CORZ) | US$17,99 | US$17,92 (-0,39%) |