Pasar saham AS pada awal minggu ini melonjak tajam. Indeks-indeks saham utama AS seperti Dow naik sekitar 1,3%, S&P 500 naik 1,5%, dan Nasdaq terbang 2%. Memulihkan sebagian besar penurunan harga yang terjadi pekan lalu. Apakah kondisi itu juga akan menarik pasar kripto?
Sebagai catatan, lonjakan yang terjadi pada pasar saham mendapat dorongan dari laporan pendapatan yang positif dari perusahaan. Seperti Idexx dan Tyson, serta optimisme bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada September setelah data pekerjaan yang mengecewakan akhir pekan lalu.
Namun demikian, ketegangan tetap tinggi di tengah upaya intervensi pemerintah AS terhadap The Fed dan Biro Statistik Ketenagakerjaan (BLS) yang membuat pasar khawatir akan politisasi kebijakan moneter dan kredibilitas data ekonomi.
Merespon kondisi tersebut, Analis Reku, Fahmi Almuttaqin mengatakan rebound pasar saham AS dan ekspektasi pemangkasan suku bunga tersebut membuka momentum risk-on yang bisa memperkuat arus modal ke aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum yang sempat melemah dalam beberapa hari terakhir.
“Bahkan di tengah lonjakan ketegangan politik, investor institusi terlihat masih agresif mengakumulasi aset kripto dengan berkembangnya tren strategi treasury Bitcoin dan strategic Ethereum reserve, menciptakan dukungan fundamental yang lebih kuat terhadap harga aset-aset kripto secara umum,” jelas Fahmi.
Potensi Bullish Kripto Masih Tinggi
Namun, ketidakpastian ke depan masih tinggi. Politisasi kebijakan moneter dan tekanan inflasi yang berpotensi mempersulit pemangkasan suku bunga menjadi faktor utama yang harus terus mendapatkan pantauan
Di sisi lain, pasar saham AS juga semakin menarik dengan laporan keuangan Palantir yang melaporkan pendapatan sebesar US$1,004 miliar. Naik 48% secara tahunan, dan melampaui estimasi para analis sebesar US$939,71 juta.
“Perusahaan tersebut membukukan laba sebesar US$0,16 per saham, yang kembali melampaui estimasi konsensus sebesar US$0,14 per saham. Memanfaatkan momentum AI, perusahaan turut menaikkan proyeksinya untuk pendapatan setahun penuh menjadi US$4,15 miliar, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar US$3,90 miliar,” lanjut Fahmi.
Terlepas dari hal itu, potensi pasar kripto masih bullish. Tren tersebut terlihat dengan melemahnya tekanan jual dan preferensi investor untuk tidak melepas Bitcoin miliknya.
Indikator NUPL lanjut Fahmi, yang merepresentasikan agregat laba atau rugi di seluruh pemegang Bitcoin dan sering menjadi indikator sentimen (misalnya, nilai di atas 0,75 menandakan euforia, di bawah nol menandakan kapitulasi) saat ini menunjukkan angka 0,54.
Secara historis, level ini seringkali diikuti oleh kenaikan harga lanjutan. Baik secara langsung maupun tidak, hingga indikator menyentuh atau mendekati area “Euphoria” di sekitar 0,75 sebelum terjadi fase bearish
“Jika data inflasi CPI AS yang rilis pada 12 Agustus mendatang menunjukkan peningkatan yang tidak terlalu tinggi, atau bahkan lebih baik dari ekspektasi seperti misalnya 0,1% secara bulanan, besar kemungkinan reli di instrumen yang cukup berisiko seperti saham dan kripto dapat berlanjut,”pungkas Fahmi.
Bagaimana pendapat Anda tentang kenaikan pasar saham AS, apakah akan mendorong tren bullish bagi Bitcoin? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Penyangkalan
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.
