Citigroup memperkirakan Departemen Keuangan AS akan memangkas US$3 miliar dari setiap lelang obligasi 20 tahun dan 30 tahun serta akan lebih banyak meminjam melalui surat utang jangka pendek. Citi juga memprediksi obligasi 20 tahun bahkan bisa dibatalkan, dengan pengumuman yang diperkirakan pada 4 November.
Departemen Keuangan belum mengonfirmasi adanya perubahan ini. Surat utang jangka pendek memang lebih murah saat ini, tapi akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun, sehingga pemerintah harus sering melakukan refinancing dengan tingkat suku bunga yang diminta investor setiap saat.
Mengapa Departemen Keuangan Mengurangi Penjualan Utang Jangka Panjang?
Biaya pinjaman jangka panjang berada di level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Imbal hasil 10 tahun ditutup di 5,24% pada 9 Oktober dan 30 tahun berada di 5,60%, menurut data dari Treasury.
Pada 1 Oktober, imbal hasil 10 tahun mencapai level tertingginya sejak April 2002. Pada hari yang sama, Treasury menggunakan batas maksimum pembelian kembali obligasi sebesar US$6 miliar untuk membeli kembali utang jangka panjang lama.
Scott Bessent, Menteri Keuangan, sudah menantang trader obligasi pada bulan September lalu.
“Sekarang saya yang pegang kendali. … Kamu bisa bertaruh melawan saya kalau mau,” ujar Bessent.
Meskipun demikian, imbal hasil tetap naik. Penjualan obligasi jangka panjang yang lebih sedikit menjadi prediksi langkah selanjutnya dari Citi, seperti yang dilaporkan Bloomberg.
Apa Arti Peminjaman Jangka Pendek Bagi Biaya Bunga dan Crypto
Saat ini, surat utang jangka pendek memang lebih murah. Imbal hasil 3 bulan tercatat 4,25% pada 9 Oktober, jauh lebih rendah dibandingkan tingkat 30 tahun.
Namun, utang nasional sudah menembus US$40 triliun pada bulan Agustus, dan biaya bunga saja sudah sekitar US$1,1 triliun per tahun, menurut data Treasury.
Strategist BNP Paribas meragukan langkah ini bisa benar-benar menurunkan biaya pinjaman pemerintah. Kevin Flanagan, kepala strategi investasi di WisdomTree, juga sudah mempertanyakan perhitungannya sejak bulan Agustus.
“Menurut saya, secara matematika akan sangat sulit mengurangi penerbitan di bagian jangka panjang dan menutupinya di bagian lain,” terang Bloomberg mengutip Flanagan.
Trader aset kripto sudah merasakan dampak naiknya imbal hasil ini. Bitcoin (BTC) sempat turun ketika imbal hasil 10 tahun naik ke level tertinggi sejak 2002, dan sekarang diperdagangkan di US$84.030, naik 1,2% dalam 24 jam terakhir seiring dengan pernyataan terbaru Presiden AS Trump.
Sinyal selanjutnya akan datang saat Departemen Keuangan melakukan survei ke dealer obligasi pekan depan. Pernyataan refunding pada 4 November akan menunjukkan apakah Washington memilih untuk meminjam jangka lebih pendek, sekaligus bagaimana reaksi imbal hasil jangka panjang.









