Kembali

CoinDCX Bantah Tuduhan Penipuan setelah Founder Ditangkap oleh Polisi India

Pilih kami di Google
editor avatar

Diedit oleh
Mohammad Shahid

22 Maret 2026 20.43 WIB
  • Polisi India menangkap co-founder CoinDCX, Sumit Gupta dan Neeraj Khandelwal, atas tuduhan penipuan aset kripto.
  • CoinDCX membantah melakukan kesalahan, dengan menyatakan bahwa kasus tersebut berasal dari penipu yang menyamar sebagai founder mereka.
  • Penangkapan ini terjadi kurang dari setahun setelah platform berbasis India tersebut menjadi target peretas Korea Utara.
Promo

Polisi India Tangkap Co-Founder CoinDCX, Exchange Kripto Terbesar di Negara Itu, Atas Dugaan Penipuan

Menurut laporan, Sumit Gupta dan Neeraj Khandelwal telah dihadirkan pada hari Sabtu di hadapan pengadilan magistrat akhir pekan. Hakim memutuskan menahan kedua eksekutif tersebut dalam tahanan polisi sampai hari Senin, sambil menunggu penyelidikan lanjutan dari pihak berwenang setempat.

CoinDCX Sebut Telah Melaporkan Lebih dari 1.200 Domain Palsu dalam 2 Tahun

Penangkapan oleh polisi Thane ini bermula dari First Information Report (FIR) yang diajukan oleh seorang penasihat asuransi. Pelapor menuduh enam orang telah menipu dirinya sekitar US$85.000 (7,16 juta rupee) melalui skema investasi aset kripto palsu.

Disponsori
Disponsori

Menurut laporan polisi, korban diiming-imingi dengan janji keuntungan sangat tinggi atas investasi yang akan cair antara Agustus 2025 hingga Februari 2026. namun, para terduga pelaku diduga justru menggelapkan dana tanpa memberikan keuntungan ataupun hak waralaba yang dijanjikan.

CoinDCX dengan cepat membantah tuduhan tersebut, dan menyebut penangkapan ini hanyalah kesalahpahaman yang dipicu kampanye peniruan merek tingkat tinggi.

Exchange tersebut menegaskan bahwa para penipu berperan sebagai co-founder untuk menipu masyarakat. Selain itu, seluruh dana yang dicuri telah ditransfer ke rekening bank pihak ketiga yang sama sekali tidak berhubungan dengan CoinDCX maupun para eksekutifnya.

“Kami telah menyadari fakta tersebut dan telah mempublikasikan pemberitahuan kepada masyarakat di situs web resmi kami bahwa CoinDCX sedang menjadi target para penipu,” tambah perusahaan itu di X

Untuk menegaskan besarnya masalah ini, CoinDCX mengungkapkan bahwa mereka telah melaporkan lebih dari 1.200 nama domain palsu dan situs peniruan ke otoritas siber antara April 2024 hingga Januari 2026.

Meski angka ini belum dapat diverifikasi secara independen, kasus ini menggambarkan kerentanan sistemik di sektor aset kripto. Perusahaan kripto utama di seluruh dunia telah berulang kali memperingatkan investor ritel tentang maraknya tautan phishing, akun customer support palsu, dan deepfake berbasis AI.

Sementara itu, proses hukum ini muncul di tengah periode sulit bagi CoinDCX.

Meski platform ini tetap menjadi kekuatan dominan di pasar kripto India, mereka masih menghadapi dampak reputasi dari serangan siber bernilai US$44,2 juta pada Juli 2025.

Menariknya, setelah insiden keamanan tersebut, exchange ini justru berhasil mengamankan pendanaan besar pada 2025 dari Coinbase, pemain besar di industri aset kripto. Dukungan ini menunjukkan kepercayaan institusional, meski platform menghadapi tantangan operasional.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori