Tanggal 21 ternyata jadi tanggal yang berat bagi bull Bitcoin (BTC). Pada 21 Oktober, reli harga terhenti dan posisi long terlikuidasi massal.
Kripto terbesar ini turun 0,28% dalam 24 jam terakhir ke US$82.486, menurut data BeInCrypto Markets. Analis Benjamin Cowen mengamati tanggal yang sama juga menjadi batas atas di bulan Juli dan September, dan sekarang muncul pertanyaan apakah Oktober akan mengikuti pola ini.
Ikuti kami di X untuk dapatkan berita terbaru secara langsung
Leverage Masuk, Lalu Terlikuidasi Massal
Bitcoin sempat jatuh mendekati US$80.000 pekan lalu karena data inflasi AS yang tinggi. Trader derivatif pun kembali masuk saat harga mulai pulih.
Pada 21 Oktober, Santiment mencatat open interest Bitcoin mendekati US$23,4 miliar dan terus naik. Open interest mengukur nilai seluruh posisi Futures yang masih terbuka. Firma tersebut mengingatkan naiknya leverage yang terlalu cepat bisa memicu kaskade likuidasi saat harga berbalik arah.
Keesokan paginya, trader Ted Pillows mengungkap breakout telah gagal, dan para long yang terlambat terlikuidasi pada malam hari. Ia menambahkan funding rate, atau biaya yang dibayar long kepada short saat permintaan leverage tinggi, turun mendekati nol.
Data dari CoinGlass menunjukkan posisi long paling banyak terlikuidasi dalam periode terakhir. Dalam 4 jam terakhir, long menyumbang US$91,19 juta dari US$95,22 juta likuidasi aset kripto. Semua ini terjadi saat harga Bitcoin turun di bawah US$83.000.
Likuidasi tunggal terbesar selama 24 jam adalah posisi long Bitcoin senilai US$11,78 juta di Binance, yang ditutup pada harga US$83.526. Namun, secara keseluruhan selama 24 jam, posisi short masih menyumbang 53,1% dari total US$355,73 juta likuidasi.
Tanggal 21 Kembali Jadi Perhatian
Koreksi ini terjadi setelah reli harga yang mencapai puncaknya tepat pada tanggal yang diamati Cowen. Dalam grafiknya, ia mencatat pergerakan Bitcoin di tanggal 21 setiap bulan sejak Juli.
Pada Juli dan September, tanggal ini menjadi titik puncak lokal. Agustus menjadi pengecualian, tapi setelahnya Bitcoin hanya naik tipis sebelum mencapai puncak pada 3 September.
Cowen kemudian memetakan kemungkinan pergerakan berikutnya jika polanya terulang, seraya mengingatkan kalau pola ini belum tentu berulang.
“Bagaimanapun, jika pola ini berlanjut maka titik rendah berikutnya ada di pertengahan November (tentunya ini masih spekulasi besar) dan puncak lokal berikutnya terjadi antara 21 Oktober (hari ini) sampai 3 November (hari pemilu),” ujar dia.
Level Bitcoin yang Diawasi Para Trader
Apakah Oktober akan mengikuti pola ini sangat bergantung di mana Bitcoin diperdagangkan sebelum 3 November. Dalam waktu dekat, Pillows menandai US$82.600 sebagai level penting untuk menahan bounce. Saat ini, BTC berada di bawah angka tersebut.
Jika pergerakan ini bertahan, Pillows akan mengawasi US$81.900 berikutnya, sedangkan bila BTC kembali di atas US$83.700 maka para bull bisa kembali memegang kendali.
Untuk jangka lebih panjang, Glassnode memperkirakan resistance berikutnya untuk Bitcoin ada di rentang US$85.000 hingga US$87.500, di mana banyak order jual dan klaster likuidasi berada.
Di bawah harga saat ini, Glassnode juga menyoroti US$80.000. Penutupan harian di bawah level ini akan membuat rata-rata holder exchange-traded fund (ETF) spot AS dan pemilik treasury merugi. True Market Mean, rata-rata harga pokok investor aktif, saat ini mendekati US$77.600.
Apakah Bitcoin mampu menembus resistance sebelum 3 November akan membuktikan apakah bulan Oktober berhasil mematahkan pola Cowen, atau justru mengulang tren yang sama.
Langganan YouTube kami untuk tonton para pemimpin dan jurnalis membagikan wawasan ahli











