Lihat lebih banyak

Polygon Labs Garap AggLayer untuk Satukan Blockchain ke dalam Satu Jaringan

2 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Polygon Labs mengembangkan protokol baru yang berusaha menyatukan sejumlah blockchain ke dalam jaringan yang terasa seperti satu chain.
  • Salah satu contoh kasus penggunaan AggLayer melibatkan pengguna pada chain L2 X1 yang memiliki stablecoin DAI dan membeli sebuah NFT di Polygon Ethereum Virtual Machine tanpa terlebih dahulu melakukan bridge.
  • Menurut jadwalnya, mainnet proyek ini akan diluncurkan pada bulan Februari mendatang.
  • promo

Polygon Labs, tim developer solusi penskalaan Ethereum, mengembangkan sebuah protokol baru yang berusaha menyatukan sejumlah blockchain ke dalam jaringan yang terasa seperti satu chain.

Dalam pengumuman pada hari Rabu (24/1), Polygon memperkenalkan solusi Aggregation layer atau AggLayer. Mainnet proyek ini akan diluncurkan pada bulan Februari mendatang.

AggLayer bertujuan untuk mengumpulkan zero-knowledge (ZK) proofs dari berbagai blockchain serta memungkinkan para developer untuk menghubungkan blockchain layer-1 (L1) dan layer-2 (L2) untuk menggabungkannya menjadi satu jaringan.

Bagi pengguna akhir, pihak Polygon mengeklaim bahwa pengalaman pengguna akan terasa seperti internet saat ini. Hal ini membuat para pengguna tidak perlu melakukan bridge antar jaringan seperti saat ini yang rumit dan sering untuk menggunakan chain lain.

Adapun contoh kasus penggunaan AggLayer melibatkan pengguna pada chain L2 X1 yang memiliki stablecoin DAI dan membeli sebuah non-fungible token (NFT) di Polygon Ethereum Virtual Machine bertenaga ZK (zkEVM) tanpa terlebih dahulu melakukan bridge.

“Dari sudut pandang pengguna akhir, ini akan terasa seperti menggunakan satu chain. Pengguna dapat berinteraksi dengan decentralized applications (dApps) tanpa perlu mengetahui bahwa mereka sedang mengakses chain lain,” urai pihak Polygon.

AggLayer Ingin Jadi Evolusi Blockchain Monolitik dan Modular

Alasan tim Polygon membuat AggLayer berasal dari keyakinan mereka bahwa blockchain harus menjadi jaringan terpadu dan sangat skalabel, mirip dengan internet.

Namun, saat ini blockchain dinilai masih terisolasi dan kurang interoperabilitas. Selain itu, para pengguna menghadapi pengalaman yang buruk dan keterbatasan penskalaan.

AggLayer diklaim akan meningkatkan arsitektur blockchain monolitik dan modular yang sekarang banyak digunakan.

Blockchain monolitik, seperti Bitcoin, memiliki fungsi seperti transaksi, penyelesaian, dan ketersediaan data dalam satu layer. Sementara modular chain, seperti Ethereum pasca The Merge, mendistribusikan fungsi-fungsi ke seluruh layer, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi.

“AggLayer memadukan manfaat arsitektur terintegrasi (monolitik) dan modular menggunakan teknologi ZK,” jelas pihak Polygon.

Versi pertama dari AggLayer dijadwalkan diluncurkan pada bulan Februari mendatang. Sementar itu versi, kedua AggLayer akan hadir pada akhir tahun 2024 yang akan mendukung transaksi cross-chain asinkron.

Adapun AggLayer akan menjadi komponen penting bagi Polygon 2.0.

Sekilas tentang Polygon 2.0

Diperkenalkan ke publik sejak Juni 2023, Polygon 2.0 bertujuan membangun jaringan komprehensif L2 yang saling berhubungan.

Untuk menuju hal itu, Polygon merilis sejumlah proposal tata kelola komunitas pada September 2023 yang merinci garis besar transisi, spesifikasi untuk arsitektur Polygon 2.0, dan upgrade pada native token Polygon.

Proposal PIP-17 menguraikan Fase 0 dari Polygon 2.0. Aspek utama dari proposal ini adalah untuk memastikan bahwa tidak ada tindakan yang diperlukan dari para end-user atau pengguna akhir dan para developer pada chain Polygon PoS dan Polygon zkEVM selama upgrade tersebut.

Kemudian pada proposal PIP-18, diusulkan implementasi native token baru jaringan Polygon yang bernama POL. Token ini bertujuan untuk menggantikan native token Polygon saat ini, yaitu MATIC. Rencananya, token POL digunakan untuk membayar gas fee dan aset staking di ekosistem Polygon.

Lalu pada proposal PIP-19, mendorong upgrade token gas fee di Polygon PoS dari MATIC menjadi POL. Token POL membuat para validator dapat memvalidasi multiple chains. Terkait multiple chains, artinya validator mampu memvalidasi banyak chain dalam ekosistem Polygon.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori