Fundamental on-chain Ethereum kini membaik dengan laju yang belum pernah terjadi di siklus sebelumnya. Modal institusi mulai membangun di jaringan ini, wallet whale bertambah, dan cadangan di exchange turun. Tapi, harga ETH justru menunjukkan cerita berbeda. ETH turun lebih dari 50% dari level tertingginya tahun 2025, dan struktur grafik mingguan masih bersifat bearish.
Pertanyaannya sekarang, apakah aktivitas institusi di blockchain bisa mengangkat harga nantinya, atau kisah ini hanya berakhir tanpa membawa keuntungan di pasar.
Traditional Finance (TradFi) Memilih Ethereum
Lembaga keuangan besar kini semakin cepat masuk ke ranah blockchain. Keterlibatan itu meliputi layanan kustodian, penyelesaian transaksi, dan pembayaran.
Namun, bentuk perubahan yang paling mudah diukur adalah tokenisasi; di mana produk keuangan seperti treasury bills, obligasi, dan reksa dana pasar uang diwakili dalam bentuk token digital di blockchain publik.
Dalam tokenisasi, kategori yang paling pesat adalah tokenisasi aset dunia nyata, yang dikenal dengan istilah RWA.
Geoff Kendrick, Global Head of Digital Asset Research di Standard Chartered, menyampaikan langsung pendapatnya dalam pertemuan Dewan Pakar BeInCrypto:
“Saya rasa Ethereum kemungkinan akan unggul beberapa waktu kedepan berkat keterlibatan TradFi. Karena bank dan institusi lain mulai membangun sesuatu di blockchain, hampir semuanya bakal terjadi di Ethereum selama beberapa tahun ke depan,” ujar Geoff Kendrick.
Data pun membenarkan hal ini. Menurut RWA.xyz, nilai aset tokenized di jaringan Ethereum naik dari US$1,22 miliar pada Maret 2024 menjadi US$15,26 miliar pada Maret 2026, atau naik 1.150%.
Jaringan ini menguasai 57% dari seluruh aset tokenized lintas blockchain dan menarik arus modal bersih sebesar US$10,3 miliar dalam setahun terakhir. Sebagai perbandingan, Solana mengalami arus keluar bersih total sebesar US$41 miliar selama periode yang sama.
Bukti paling jelas dari komitmen institusional terlihat saat BlackRock meluncurkan BUIDL, yaitu reksa dana pasar uang Treasury AS versi tokenized.
Dibangun di atas Ethereum melalui Securitize, sebuah platform sekuritas aset digital, nilainya tumbuh dari US$100,5 juta saat peluncuran di Maret 2024 menjadi US$2 miliar pada Maret 2026. Hanya di Ethereum, AUM BUIDL sudah lebih dari US$780 juta.
Pada Februari 2026, produk ini mulai dapat diperdagangkan di Uniswap.
Ondo USDY, produk hasil tokenized, juga tumbuh dari US$36 juta menjadi US$587 juta dalam periode yang sama.
Manajer aset tradisional seperti WisdomTree, Janus Henderson, dan ChinaAMC pun merilis dana versi tokenized di Ethereum—masing-masing kini mengelola dana antara US$500 juta hingga US$730 juta. Dua tahun lalu, produk-produk ini belum ada di jaringan.
Infrastruktur institusi ini jelas semakin berkembang. Pertanyaan berikutnya, apakah aktivitas itu akan terlihat pada permintaan jaringan secara menyeluruh?
Sinyal On-Chain Menunjukkan Akumulasi Diam-Diam
Meski harga masih lemah, data on-chain menunjukkan aksi akumulasi agresif oleh para holder besar, setelah munculnya tren tokenisasi.
Sejak Maret 2024 (mulai masuknya BUIDL), jumlah ETH yang dipegang whale (tidak termasuk exchange) naik dari 93,24 juta ETH menjadi 120,42 juta ETH—melonjak 29%.
Akumulasi semakin agresif sejak November 2025, ketika whale menambah sekitar 20 juta ETH dalam tempo 4 bulan.
Pada periode yang sama, jumlah ETH di exchange turun dari 18,76 juta menjadi 14,39 juta, yaitu koreksi 23%, menurut data Glassnode.
Penurunan yang terus menerus menandakan para holder sedang memindahkan ETH ke cold storage atau melakukan staking, bukan bersiap untuk menjual.
Selisih antara dua angka ini menunjukkan adanya distribusi ulang. Whale telah menyerap sekitar 27 juta ETH, sedangkan hanya tersisa 4,4 juta di exchange.
Sebagian besar akumulasi berasal dari holder kecil yang menjual kepada pembeli besar, menciptakan pola transfer suplai yang biasanya muncul sebelum pergerakan harga besar terjadi.
Matt Hougan, Chief Investment Officer dari Bitwise Asset Management, memberikan alasan struktural mengapa akumulasi ini mungkin akan berlanjut:
“Pandangan akhir saya adalah bahwa arsitektur blockchain yang permissionless dan open akan menang,” ujar Matt Hougan dari Bitwise.
Desain Ethereum yang permissionless inilah yang membedakannya dari alternatif blockchain privat serta terus menarik builder institusional dan modal ke dalam jaringan ini.
Aktivitas institusional di mainnet Ethereum ini juga langsung berdampak pada mekanisme suplai Ethereum.
Upgrade EIP-1559 Ethereum akan membakar sebagian dari setiap biaya transaksi di mainnet, sehingga mengurangi suplai yang beredar.
Sejak upgrade Dencun, sebagian besar aktivitas beralih ke jaringan layer-2 sehingga tingkat inflasi ETH bertahan di sekitar 0,75% menurut Glassnode.
Produk tokenisasi seperti BUIDL langsung settle di mainnet Ethereum (bisa diverifikasi di Etherscan), sehingga memicu aktivitas transaksi dengan nilai tinggi yang berpotensi meningkatkan tingkat pembakaran dan memperketat suplai.
Ketika suplai makin terbatas sementara permintaan tetap atau bahkan naik, harga biasanya akan ikut naik.
Faktor fundamental sudah semakin kuat. Tapi, grafik harga mingguan memperlihatkan mengapa semua hal tadi belum berpengaruh terhadap harga ETH saat ini.
Struktur Grafik Harga Ethereum Mingguan Masih Bearish
Pada time frame mingguan, ETH membentuk pola inverted cup-and-handle antara April hingga November 2025. Pinggir ‘cup’ dan garis tren menurun pada ‘handle’-nya sama-sama punya neckline yang naik, sehingga breakdown jadi semakin signifikan.
Breakdown terjadi pada 19 Januari 2026. Jika mengacu pada jarak vertikal cup sekitar 56%, target penurunan proyeksinya menuju sekitar US$1.290.
Saat ini, ETH diperdagangkan di kisaran US$2.100, berada di bawah exponential moving average (EMA) 50 pekan dan 200 pekan.
Exponential moving average adalah indikator tren yang lebih menekankan bobot pada data harga terbaru. Jika harga bergerak di bawah kedua EMA mingguan tersebut, itu menandakan momentum jangka menengah telah berubah menjadi negatif.
Ingin insight token lain seperti ini? Daftar di Newsletter Crypto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Walau begitu, time frame bulanan menghadirkan sudut pandang lain. Sejak awal 2024, ETH bergerak dalam channel naik. Harga pun baru-baru ini memantul dari garis tren bawah, mempertahankan struktur besarnya.
Ini menunjukkan proyeksi penurunan pada time frame mingguan bukan breakdown secara struktur, tapi lebih mirip dengan retest support jangka panjang, atau bisa dikatakan seperti aksi ‘bottom-huntin’.
Chart mingguan memperingatkan potensi penurunan lebih lanjut. Sementara, chart bulanan memperlihatkan ada fondasi yang kuat di level bawah. Langkah berikutnya adalah mengidentifikasi di mana klaster level-level tersebut berada.
Di Mana Support Bawah Harga ETH Bisa Terbentuk?
Menggunakan trend-based Fibonacci extension, yang memproyeksikan target harga dengan mengukur jarak proporsional antar titik swing sebelumnya, level-level penurunan dapat terlihat jelas. Fibonacci extension ini diambil dari harga tertinggi Agustus 2025 ke harga terendah November, lalu ke bounce bulan Desember.
Baru-baru ini ETH turun melewati US$2.020, yaitu level Fibonacci 0,618 sekaligus menjadi salah satu support mingguan terkuat di bawahnya.
Support berikutnya berada di US$1.630. Di bawah itu, level US$1.380 menandai titik terendah siklus April 2025, dan US$1.290 sejalan dengan target inverted cup-and-handle. Jika tekanan jual berlanjut lebih dalam, US$1.120, yang merupakan ekstensi penuh 1,0, menjadi batas bawah paling parah.
Untuk mulai pulih, harga Ethereum perlu menembus US$2.570, lalu US$2.920, dan pada akhirnya US$3.470. Hanya jika harga berada di atas US$3.470, struktur mingguan berubah dari bearish ke netral.
Penutupan di atas US$4.970 akan menjadi sinyal breakout satu siklus penuh.
Formasi bottom adalah saat tokenisasi mungkin benar-benar mulai memberi pengaruh pada harga.
Kendrick dari Standard Chartered menjelaskan dengan sederhana:
“Pada akhirnya, dalam beberapa tahun ke depan, Ethereum akan memenangkan arus dana dari TradFi dan seharusnya bisa mengungguli harga token juga,” ujar dia.
Arah on-chain mendukung pandangan tersebut. Harga perlu menemukan level bawahnya lebih dulu.
Ethereum memiliki aset tokenisasi senilai US$15 miliar, akumulasi whale berada di level tertinggi beberapa tahun, dan pasokan di exchange tercatat terendah dalam dua tahun terakhir. Infrastruktur sudah siap. Yang masih kurang adalah katalis makroekonomi.
The Federal Reserve mempertahankan suku bunga di 3,5% hingga 3,75%, dan penurunan suku bunga baru diproyeksikan terjadi setelah 2026. Staking ETH, yaitu proses mengunci ETH untuk membantu mengamankan jaringan dengan imbal hasil, saat ini memberi imbalan lebih dari 3%. Sementara itu, yield Treasury AS mendekati 4,2%.
Saat penurunan suku bunga terjadi dan selisihnya semakin kecil (yield treasury turun), institusi yang sudah menggunakan Ethereum untuk tokenisasi mendapatkan insentif kedua untuk menjadi holder ETH: imbal hasil kompetitif sekaligus akses ke infrastruktur.
Volume tokenisasi yang terus meningkat juga bisa mendorong burn rate lebih tinggi sehingga berangsur membalik inflasi ETH yang ringan dan mengembalikan dinamika deflasi yang secara historis menopang harga.