XRP telah mengalami penurunan stabil selama sebulan terakhir. Lemahnya harga mendorong jumlah alamat yang profit ke titik terendah tahun ini pada 31 Maret.
Penurunan ini mencerminkan membludaknya tekanan jual karena sentimen bearish terus mendominasi pasar.
Holder XRP Hadapi Kerugian yang Meningkat
Di tengah drop harga XRP, total jumlah alamat wallet yang memegang token dalam kondisi untung anjlok ke titik terendah tahun ini sebanyak 5,24 juta pada 31 Maret. Tren turun ini mencerminkan tekanan bearish yang berkelanjutan pada altcoin karena semakin banyak holder yang berada dalam posisi rugi akibat koreksi harga token yang berkepanjangan.
- Baca Juga: Prediksi Harga Ripple (XRP) 2025/2026/2030

Sebagai konteks, sejak mencapai puncak sepanjang masa sebanyak 6,04 juta alamat pada 2 Maret, jumlah alamat XRP yang profit terus menurun.
Penurunan ini dapat meningkatkan tekanan turun pada harga token karena seiring menurunnya profitabilitas, lebih banyak holder mungkin memilih untuk menjual aset guna memotong kerugian. Kondisi seperti ini bisa semakin memicu momentum bearish. Andaikata tren ini berlanjut, XRP berisiko memperpanjang tren turun harganya.
Di samping itu, funding rate negatif yang stabil pada token ini mengonfirmasi prospek bearish tersebut. Saat ini, funding rate bertengger di -0,007%, menandakan preferensi untuk posisi short di antara trader derivatif.

Sebagai pengingat, funding rate adalah biaya periodik yang dipertukarkan antara trader long dan short dalam kontrak futures perpetual guna menjaga harga tetap selaras dengan pasar spot. Ketika funding rate suatu aset negatif, posisi short membayar posisi long. Itu mencerminkan bahwa tekanan jual lebih tinggi dan trader pada umumnya bearish pada aset tersebut.
Tren ini menandakan minimnya kepercayaan pada pemulihan atau rebound jangka pendek. Walhasil, ini membuat XRP rentan akan kerugian lebih lanjut.
XRP Hadapi Momen Penentu saat Diperdagangkan di Atas Level Support Kritis
Pada saat publikasi, XRP nangkring di US$2,11, tepat di atas level support kunci yang terbentuk di US$2,03. Jika tekanan jual menguat dan XRP menembus level support ini, tren turunnya akan semakin perkasa, dan harganya bisa terpelanting ke bawah US$2 menuju US$1,77.

Di sisi lain, bila XRP mencatat lonjakan permintaan baru, prospek bearish ini akan buyar. Dalam skenario tersebut, harga token bisa merangkak naik menuju US$2,27.
Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi dan analisis harga Ripple (XRP) ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Penyangkalan
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.
