Lihat lebih banyak

Proyek Webaverse Diretas, US$4 Juta Lenyap Dicuri lewat Modus Baru

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Webaverse mengaku bahwa perusahaan menjadi sasaran peretasan yang mengakibatkan lenyapnya US$4 juta dalam bentuk stablecoin dari trust wallet.
  • Kejadian yang menimpa Webaverse sejatinya mirip dengan modus yang dikatakan FBI sebagai pig butchering.
  • Setelah berhasil menggondol dana, oknum jahat memecahnya ke 6 alamat baru. Token USDC yang dicuri juga dikonversi menjadi Ether (ETH), Wrapped Bitcoin (wBTC), dan USDT.
  • promo

Peretasan di dunia Web3 kembali terjadi. Kali ini, perusahaan pengembang game berbasis Web3 Webaverse yang menjadi korbannya. Kejadian peretasan yang terjadi pada tahun lalu itu baru terungkap lewat pengakuan yang dilakukan oleh co-founder Webaverse, Ahad Shams.

Dalam utas Twitter, Ahad Shams mengaku bahwa Webaverse menjadi sasaran dalam peretasan canggih yang mengakibatkan lenyapnya US$4 juta dalam bentuk stablecoin dari Trust Wallet. Menariknya, peristiwa tersebut terjadi secara langsung di lobi hotel yang berada di Roma, Italia.

Kejadian tersebut merupakan peristiwa langka. Pasalnya, pencurian kripto yang selama ini terjadi justru jarang memperlihatkan identitas pelaku dan cenderung memilih jalur peretasan sebagai kegiatan ilegalnya.

Shams menuturkan, kejadian tersebut bermula ketika Webaverse berencana untuk mendapatkan modal guna menutup putaran pendanaan dalam rangka pengembangan bisnis. Pelaku kejahatan yang mengaku sebagai cucu dari pimpinan konglomerasi perbankan di Brasil, yakni Joseph, Safra datang dan menyatakan minatnya untuk berinvestasi pada proyek perusahaan.

“Surat penyataan minat dikirim via email yang sepertinya berasal dari firma hukum yang terlihat meyakinkan. Ditambah, mereka [pelaku kejahatan] bisa memberikan informasi know-your-customer (KYC),” jelas Shams.

Setelah itu, seseorang yang mengaku sebagai keluarga Safra tersebut mengarahkan Shams dan tim untuk memperlihatkan Trust Wallet miliknya sembari menjanjikan dana investasi untuk Webaverse.

Akhirnya kedua belah pihak pada tanggal 26 November bertemu di lobi hotel untuk menunjukkan Trust Wallet yang dimiliki dan sebagai bukti bahwa perusahaan sudah mendapatkan pendanaan sebelumnya.

Di situ, Webaverse masih percaya diri bahwa akun yang ada di dalamnya akan tetap aman, mengingat tanpa adanya private key ataupun seed phrases dana yang ada di Trust Wallet tidak bisa dicuri.

“Kami kemudian mengirim US$4 juta ke Trust Wallet tersebut untuk menunjukkan bahwa kami sudah di danai. Setelah itu, seseorang yang mengaku sebagai keluarga Safra itu mengambil beberapa foto, namun karena kami pikir tidak ada private key yang ditampilkan, maka dana kami akan tetap aman,” tambah Shams.

Dana Berpindah dalam Hitungan Menit

Kejadian yang menimpa Webaverse sejatinya mirip dengan modus yang dikatakan Biro Investigasi Federal (FBI) sebagai pig butchering. Skema penipuan yang marak terjadi pada 2022 itu menggunakan motif dengan menyamar sebagai investor untuk kemudian merayu calon korbannya agar mau mengikuti apa yang diinginkannya.

Dalam kasus yang menimpa Webaverse, setelah beberapa gambar diambil, oknum jahat tersebut kemudian pergi untuk melakukan diskusi terkait pendanaan. Namun, dalam hitungan menit setelahnya, dana yang ada di Trust Wallet langsung berpindah tangan.

Hal itu juga yang membuat Shams bingung, karena bagaimana bisa para pelaku kejahatan melakukan kloning akun Trust Walletnya tanpa menggunakan private key ataupun seed phrases. Untuk menggali informasi lebih dalam,Webaverse sudah melibatkan wassielawyer sebagai firma yang bertugas mengelola situasi.

Dana Hasil Peretasan Webaverse Dipecah Jadi Beberapa Token

DFX Finance Alami Peretasan, US$4 Juta Berhasil Disedot dari Platform

Shams menjelaskan, setelah berhasil menggondol dana, oknum jahat memecahnya ke 6 alamat baru. Token USDC yang dicuri juga dikonversi menjadi Ether (ETH), Wrapped Bitcoin (wBTC), dan USDT.

“Saat ini, 83% dari dana ada di alamat ini, 0x965718fd990f8a1cc02cddf850420ecb9b5b3b36. Terdapat hadiah bagi siapa saja yang bisa membantu melacak atau memulihkan dana curian tersebut,” tutur Shams.

Untuk diketahui, pencurian kripto yang terjadi pada Webaverse akan menambah panjang deret modus penipuan yang dilakukan oknum jahat. Karena sepanjang 2022 saja, sebanyak US$4,3 miliar sudah lenyap akibat penipuan berkedok kripto (crypto scam).

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori