Pump.fun GO resmi diluncurkan pada 4 Juni sebagai marketplace bounty yang memungkinkan siapa saja membayar hadiah aset kripto untuk hampir semua tugas. Dalam hitungan jam, berbagai listing bermunculan mulai dari tato di dahi hingga merekam keluarga korban pembunuhan.
Platform meme coin Solana ini menahan hadiah di escrow sampai moderator menyetujui pengajuan. Model terbuka ini menuai kritik tajam terkait keamanan, pelecehan, serta aksi-aksi ekstrem yang rela didanai para pengguna.
Cara Kerja Pump.fun GO
Pump.fun memperkenalkan GO sebagai cara agar siapa pun bisa membayar siapa saja untuk melakukan apa saja demi hadiah tidak terbatas. Pembuat bounty menetapkan imbalan, mendefinisikan tugasnya, dan mengunci dana sampai bounty berakhir atau pemenang sudah terpilih.
Pembuat bounty tidak bisa menarik hadiah setelah listing tayang. Pump.fun akan memoderasi pengajuan dan menentukan mana yang diterima, sedangkan pencipta bounty hanya bisa merekomendasikan pemenang.
Jika hadiah tidak ada yang klaim, dana itu bisa diambil kembali setelah masa sengketa selesai.
Peluncuran ini hadir setelah Pump.fun beralih ke token utilitas dan menjalankan kampanye buyback US$350 juta yang telah berjalan sejak Juli 2025 namun belum mampu mengangkat harga.
Token PUMP mencatat rekor terendah di sekitar US$0,00135 pada 5 Juni, turun sekitar 20% dalam satu hari dan sekitar 84% di bawah puncaknya pada September 2025.
Bounty Ekstrem Picu Kritik
Beberapa listing dengan hadiah terbesar menawarkan sekitar US$57.000 untuk terjun payung ke pertandingan Piala Dunia 2026 dengan kostum maskot meme coin serta US$2.762 untuk tato di dahi. Nominal fantastis ini makin memicu sorotan terhadap valuasi PUMP.
“Manusia dan uang adalah dua alat paling kuat di Bumi. Kami menggabungkan keduanya di GO: platform bounty yang mencakup semuanya, di mana SIAPA SAJA dapat membuat atau menyelesaikan bounty untuk TUGAS APA SAJA demi HADIAH TANPA BATAS,” tambah Pump.fun .
Bounty aktif terbesar menawarkan US$24.584 untuk mewawancarai keluarga pelaku pembunuhan dalam kasus Henry Nowak atau polisi terkait. Trader Jeremy langsung menyoroti listing tersebut setelah satu jam peluncuran.
Peringatan ini cukup penting. Pump.fun pernah menangguhkan fitur livestreaming pada November 2024 setelah ada pengguna yang menyiarkan ancaman kekerasan dan aksi membahayakan diri demi mengerek harga token. Penyalahgunaan serupa muncul kembali setelah fitur tersebut aktif lagi.
Pump.fun kemudian justru memanfaatkan perhatian ini dengan memposting tangkapan layar pesan langsung ke Michael Saylor untuk menawarkan tugas berbayar. Aksi ini mengingatkan pada kontroversi peluncuran token sebelumnya di platform ini.
Satu kontrak bahkan sempat menawarkan bounty aksi bunuh diri, menarik payout hingga US$690.000 atau sekitar 10.000 token SOL.
Bounty terjun payung senilai sekitar US$57.000 tersebut kabarnya dihapus setelah mendapat sorotan. Apakah Pump.fun mampu mengawasi marketplace bayar-siapa-saja ini bisa menentukan seberapa lama GO bertahan dengan format seperti sekarang.
“Saya akan kasih bounty buat RUU pertama yang melarang mimpi buruk distopia ini,” terang Gubernur ke-57 Negara Bagian New York, Kathy Hochul,









