Dua anggota Demokrat hari ini memperkenalkan rancangan undang-undang yang akan melarang taruhan di prediction market terkait aksi pemerintah jika individu tersebut mengetahui atau mengendalikan hasilnya.
RUU ini merupakan respons atas laporan bahwa sejumlah akun memasang taruhan sangat besar beberapa jam sebelum beberapa operasi militer AS baru-baru ini. Para legislator berpendapat bahwa waktu yang mencurigakan ini menunjukkan adanya pejabat pemerintah yang memanfaatkan informasi rahasia untuk berdagang.
Anggota Parlemen Incar Taruhan di Masa Perang
Senator Chris Murphy (D-Conn.) dan Rep. Greg Casar (D-Texas) hari Selasa memperkenalkan RUU di DPR dan Senat untuk melarang taruhan terhadap keputusan pemerintah dan kejadian terkait keamanan nasional.
RUU ini dikenal dengan nama BETS OFF Act, singkatan dari Banning Event Trading on Sensitive Operations and Federal Functions. RUU ini akan melarang taruhan prediction market terhadap aksi pemerintah, terorisme, perang, pembunuhan, serta hasil yang bisa dikendalikan atau telah diketahui bettor sebelumnya.
Langkah ini diambil setelah muncul laporan bahwa sejumlah akun memasang taruhan dalam jumlah besar tepat sebelum operasi militer AS di Venezuela dan serangan udara berikutnya ke Iran.
Para legislator berkomentar bahwa waktunya sangat mengindikasikan insider trading oleh individu yang memiliki akses ke data pemerintah yang bersifat rahasia.
“Kelihatannya sudah sangat jelas apa yang terjadi. Orang-orang di dalam Gedung Putih, atau yang sangat dekat dengan Gedung Putih, dengan informasi serangan yang akan segera terjadi, memanfaatkan situasi tersebut untuk mendapatkan uang. Itu sangat korup, dan sejujurnya cukup mengejutkan bagi orang-orang bahwa hal ini masih legal,” ujar Murphy saat konferensi pers.
Casar pun memberikan penjelasan lebih rinci. Ia secara khusus menyoroti aktivitas prediction market yang terjadi beberapa jam sebelum AS dan Israel menyerang Iran.
Insider Raup US$500.000 dengan Bertaruh pada Serangan ke Iran
Sehari sebelum serangan AS ke Iran dimulai, banyak taruhan spesifik dipasang. Sebagian besar akun dibuat di hari yang sama dengan waktu taruhan itu dipasang.
Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Casar, ada 150 akun yang memasang taruhan yang ia sebut sebagai “taruhan sangat tidak biasa” di Polymarket.
Dari jumlah itu, 109 akun memasang taruhan lebih dari US$10.000. Sementara itu, 16 akun bertaruh lebih dari US$100.000. Satu orang bahkan hampir mencapai US$500.000.
“Setengah juta dolar dari taruhan atas dimulainya perang yang menghabiskan miliaran dolar pajak rakyat, merenggut lebih dari selusin nyawa anggota militer AS, dan tak terhitung banyaknya korban sipil. Saat anak-anak kelas pekerja dikirim untuk berjuang dan mati di Timur Tengah, yang lain mendapat keuntungan,” papar Casar dalam konferensi pers.
Kedua anggota Kongres ini juga mengecam peran pemerintahan Trump dalam ledakan aktivitas di prediction market. Mereka menuduh keluarga presiden memberikan insentif pada perilaku seperti ini.
“Kita tahu bahwa, seperti pada sebagian besar kasus korupsi lainnya di Washington, D.C., keluarga Trump pun mendapat bagian keuntungannya,” tutur Casar.
Ia secara khusus menunjuk peran Donald Trump Jr. sebagai investor di Polymarket dan juga penasihat berbayar di Kalshi. Ia juga menyoroti Truth Predict, proyek kripto terbaru keluarga Trump yang akan beroperasi sebagai prediction market.