Ripple telah bermitra dengan Meritz Securities, mitra perusahaan sekuritas pertamanya di Korea Selatan. Keduanya akan menjajaki penerapan Ripple Custody dan alat tokenisasi miliknya ke pasar modal Korea.
Namun, trader ritel Korea kini beralih ke tema yang berbeda. Data terbaru dari Chainalysis menunjukkan bahwa token pembayaran seperti XRP (XRP) mulai kehilangan dominasi di pasar won Korea.
Daftar Mitra Ripple di Korea Bertambah Menjadi Empat Institusi
Berdasarkan pengumuman dari Ripple, kedua perusahaan akan memulai kerja sama di bisnis sekuritas Meritz yang sudah ada dan di bawah peraturan saat ini. Mereka berencana memperluas kolaborasi secara bertahap seiring berkembangnya regulasi aset digital Korea.
Meritz juga sedang mempelajari exchange-traded fund (ETF) spot, investasi fraksional, security token, platform trading, serta stablecoin berbasis won.
Fiona Murray, direktur pelaksana Ripple untuk Asia Pasifik, mengaitkan kesepakatan ini dengan kesiapan institusi di Korea.
“Korea merupakan salah satu pasar aset kripto paling dinamis di dunia dan institusinya sedang bersiap untuk beralih dari tahap eksplorasi ke pemanfaatan nyata,” ujar Murray.
Ikuti kami di X untuk mendapat berita terbaru secara langsung
Meritz menjadi mitra institusi Ripple yang keempat di Korea tahun ini. Kyobo Life Insurance memanfaatkan Ripple Custody untuk penyelesaian obligasi pemerintah yang ditokenisasi, sedangkan Kbank membangun infrastruktur wallet. Jeonbuk Bank telah mengadopsi Ripple Payments untuk remitansi lintas negara.
Perusahaan Korea lainnya juga terus bersiap. Saat ini, semua bank utama dan perusahaan sekuritas telah membentuk tim aset digital, tutur Francis Kang kepada Chainalysis. Kang, direktur eksekutif Korea Blockchain Week, menerangkan bahwa sebagian besar dari mereka tengah menguji stablecoin, tokenisasi atau proyek pilot custody.
Posisi XRP di Mata Trader Ritel Korea
Meski Ripple memperluas jaringan institusinya, pertumbuhan itu belum berdampak signifikan ke harga XRP.
Pada waktu publikasi, harga token ini berada di level US$1,37, turun sebesar 7,19% dalam sepekan terakhir, mengacu pada data BeInCrypto Markets. XRP masih sekitar 62% di bawah harga tertinggi sepanjang masanya di US$3,65 pada 17 Juli 2025.
Mitra institusi Ripple hanyalah satu bagian dari pasar Korea. Laporan Chainalysis mengungkapkan bahwa institusi di Korea masih dalam tahap persiapan, sehingga saat ini trader ritel masih memimpin pasar.
Namun, fokus utama mereka mulai bergeser. Laporan tersebut juga menemukan bahwa token AI melampaui token pembayaran seperti XRP dalam volume trading won sejak Juni 2026. Pangsa transaksi trading token AI mencapai 19,5 kali lipat dibandingkan dengan yen, menurut laporan itu.
Worldcoin (WLD) memimpin kategori ini dengan volume US$7,41 miliar sepanjang tahun hingga Juni. Trading token AI melonjak seiring dengan kenaikan harga saham chipmaker SK Hynix di bursa saham.
Aktivitas XRP sendiri di Upbit juga sudah jauh menurun. Volume bulanan XRP/KRW sempat mencapai 28,94 miliar XRP pada November 2024, namun di September 2026 tinggal 3,54 miliar XRP.
Kendati begitu, XRP tetap menjadi aset paling aktif di Upbit berdasarkan nilai trading 24 jam pada 14 Oktober, sekitar 80,5 miliar won. Bitcoin (BTC) berada di posisi kedua dengan nilai sekitar 73,8 miliar won.
Subscribe ke channel YouTube kami untuk menyimak wawasan dari para pemimpin dan jurnalis









