Saham Robinhood Markets turun sekitar 6% di perdagangan setelah jam bursa hari Selasa, setelah perusahaan brokerage ritel ini melaporkan penurunan pendapatan aset kripto sebesar 34% secara kuartalan, sehingga hasil kuartal pertama secara keseluruhan berada di bawah ekspektasi Wall Street.
Perusahaan asal Menlo Park ini mencatat laba kuartal pertama sebesar US$346 juta, atau US$0,38 per saham, hanya sedikit meleset dari perkiraan analis sebesar US$0,39 meski pendapatannya naik 3% dibanding setahun sebelumnya.
Pendapatan Kripto Turun Seiring Bitcoin Melemah
Transaksi aset kripto menghasilkan pendapatan US$134 juta pada kuartal ini, turun dari US$221 juta di periode sebelumnya. Bitcoin (BTC) juga turun 22% dalam periode yang sama.
Total pendapatan mencapai US$1,07 miliar, di bawah proyeksi analis sebesar US$1,14 miliar. Hasil ini terjadi meski saham, opsi, futures, dan prediction markets mengalami pertumbuhan dua digit atau volume rekor, jelas perusahaan tersebut.
Biaya trading menjadi pendorong utama pertumbuhan platform tahun lalu, saat harga saham HOOD sempat mencapai puncak di US$153,86 pada Oktober seiring reli aset kripto secara lebih luas.
Saham Robinhood turun berdasarkan laporan ini, dan saat penulisan saham diperdagangkan di harga US$82,05.
Prediction Markets dan Tokenisasi Redam Penurunan
Chairman dan CEO Vlad Tenev menyoroti peran Robinhood yang makin luas dalam layanan keuangan pelanggan dalam sebuah pernyataan.
“Robinhood semakin berada di pusat kehidupan keuangan pelanggan kami,” ucapnya dalam siaran tersebut.
Taruhan yang dialihkan melalui prediction markets berteknologi Kalshi mencatat volume rekor, didukung biaya transaksi satu sen.
Robinhood juga meluncurkan testnet publik untuk Robinhood Chain, yaitu jaringan layer-2 Ethereum (ETH) yang berfokus pada aset tokenisasi.
Total aset di platform mencapai US$307 miliar, turun dari US$324 miliar di akhir tahun lalu namun naik 39% secara tahunan.
Produk saham tokenisasi Eropa, yang menawarkan akses terhadap perusahaan swasta seperti OpenAI dan SpaceX, telah memproses lebih dari 100 juta transaksi sejak diluncurkan.
Penurunan di jam perdagangan setelah penutupan mendorong harga HOOD turun ke sekitar US$82, jauh dari puncak bulan Oktober lalu. Ke depan, prospek Robinhood akan sangat bergantung pada apakah prediction markets dan tokenisasi dapat mengimbangi pelemahan trading aset digital.





