Lihat lebih banyak

Sempat Alami Pemadaman & Kemacetan Blok, Kini Harga Solana (SOL) Tiba-tiba Melesat di Atas 11%

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Solana kembali menghadapi pemadaman jaringan, setelah produksi blok baru di blockchain tersebut dihentikan.
  • Jaringan Solana telah mengalami 7 kali pemadaman dan kemacetan blok sejak September 2021.
  • Menariknya, kejadian tersebut justru berimbas pada harga native token Solana, SOL, yang secara tiba-tiba melesat di atas 11%.
  • promo

Solana pada 1 Juni 2022 kembali menghadapi pemadaman jaringan setelah produksi blok baru di blockchain tersebut dihentikan. Digadang-gadang sebagai ‘Ethereum Killer’, nyatanya blockchain ini telah mengalami 7 kali pemadaman dan kemacetan blok sejak September 2021. Kini, harga native token Solana (SOL) secara tiba-tiba melesat di atas 11%.

Meski tahun 2022 baru melewati 5 bulan, Solana telah mengalami pemadaman penuh maupun sebagian sebanyak 5 kali dalam waktu yang berbeda.

Dalam masalah terbaru, sebuah bug telah membuat blockchain Solana offline lagi karena produksi blok dihentikan pada hari Rabu (1/6) pukul 16:55 UTC. Pemadaman ini berlangsung sekitar 4,5 jam setelah operator validator berhasil memulai kembali operasi mainnet Solana sekitar pukul 21:00 UTC pada hari yang sama.

Adapun upaya yang dilakukan untuk mengatasi situasi ini adalah, tim Solana meminta para validator untuk memulai ulang jaringan. Mereka merilis instruksi bagi para validator, yang mencakup mengambil snapshot dari slot waktu tertentu dari mana jaringan dapat di-boot ulang.

Pemadaman terbaru di jaringan Solana jelas menyebabkan penghentian total semua aktivitas aplikasi terdesentralisasi (dApp) dan tentu saja transaksi dari blockchain yang diklaim paling cepat itu.

Sudah 7 Kali Alami Masalah

Dengan pemadaman jaringan baru-baru ini, artinya Solana yang sering dijuluki sebagai ‘Ethereum killer’ telah offline secara penuh atau sebagian setidaknya 7 kali sejak September 2021

Sebagai informasi, blockchain berbasis konsensus proof-of-history Solana pertama kali diluncurkan pada 16 Maret 2020 dan dikembangkan oleh Anatoly Yakovenko dan sejumlah pihak lainnya.

Pada tahun 2021, Solana mengalami sebanyak 2 kali pemadaman di bulan yang sama terkait ‘serangan penolakan layanan’. Salah satu yang terbesar terjadi pada 14 September, memicu jaringan offline selama lebih dari 17 jam. 

Kemudian, pada Januari 2022, Solana mengalami gangguan performa yang menurun dan ketidakstabilan jaringan yang secara total terjadi selama 9 hari. Pada 6-12 Januari, jaringan diganggu dengan masalah yang menyebabkan pemadaman sebagian dan penurunan kinerja. Solana menjelaskan hal ini terjadi karena transaksi komputasi tinggi menyebabkan pengurangan kapasitas jaringan. 

Lalu, pada 21 dan 22 Januari, terjadi lebih dari 29 jam pemadaman sebagian dan ketidakstabilan jaringan. Konon, transaksi yang berlebihan kembali menyebabkan kemacetan jaringan.

Pada akhir April dan awal Mei, Solana kembali down selama hampir 8 jam karena bot pencetakan non-fungible token (NFT) membanjiri jaringan.

Lucunya hal ini terjadi setelah co-founder Solana, Anatoly Yakovenko, pada akhir April 2022 mengatakan bahwa, “Jika [Bitcoin] akhirnya tidak beralih ke Proof-of-Stake, tidak ada yang akan menggunakannya.”

Tanggapan Terkait Pemadaman Terbaru Solana

Terkait Solana yang lagi-lagi mengalami pemadaman, pendukung Bitcoin Dennis Porter menulis, “Solana baru saja berhenti. Bitcoin tidak bisa dihentikan. Investasikan sebagaimana mestinya.” 

Seorang netizen di Twitter menulis bahwa jaringan Solana ibaratnya seperti mesin es krim di McDonald’s yang sering bermasalah. Sementara itu, sejumlah holder Ethereum (ETH), XRP, hingga Cardano (ADA), mengutarakan beragam pernyataan mengapa token favorit mereka jauh lebih baik daripada Solana.

Di sisi lain, Bitcoin Uptime Tracker mencatat bahwa jaringan Bitcoin telah berfungsi 99,98% dari masa pakainya sejak diluncurkan pertama kali pada 9 Januari 2009. ​​Situs itu menjelaskan sudah ada 3.374 hari sejak terakhir kali jaringan Bitcoin mengalami down.

Harga Solana (SOL) Melesat pada 6 Juni 2022

Kinerja harga terbaru Solana (SOL) | CoinMarketCap

Menariknya, harga native token Solana (SOL) saat ini terpantau berada di kisaran level US$43 ke atas, atau naik lebih dari 11% dalam 24 jam terakhir. Padahal pada 5 Juni, harga Solana berada di posisi US$38,48 dibandingkan dengan US$45,77 pada 31 Mei 2022. Harga SOL terpantau mulai melesat sejak berada di titik rendah pada 6 Juni 2022 pukul 07:04 WIB.

Pergerakan harga Solana (SOL) | CoinMarketCap

Sebagai catatan, Alchemy yang merupakan platform pengembangan dan penyedia infrastruktur web3, mengumumkan dukungannya untuk Solana pada 1 Juni.

Lalu pada hari Jumat, 3 Juni, umpan harga Chainlink, yang merupakan jaringan oracle standar harga industri untuk aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), sekarang aktif di Solana.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori