Fear and Greed Index Crypto turun ke level 24 pada 21 Januari 2026, menandakan kembalinya ketakutan ekstrem secara tajam setelah minggu lalu sempat masuk zona greed.
Sentimen pasar memburuk secara signifikan karena aset kripto menghadapi penurunan besar lainnya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
SponsoredSentimen Pasar Kripto Turun ke Level Extreme Fear
BeInCrypto mengabarkan sebelumnya pekan ini bahwa ancaman tarif dari Presiden Trump terhadap Uni Eropa memicu aksi jual lebih luas di pasar, memberikan tekanan berat pada aset berisiko. Tekanan tersebut semakin meningkat pada hari Selasa.
Berbicara di Davos, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan kesiapan pemerintahan Trump untuk menerapkan tarif sebagai alat utama geopolitik, sikap yang membuat pasar global semakin tidak tenang.
Data BeInCrypto Markets menunjukkan Bitcoin (BTC) menembus ke bawah level US$90.000, bahkan sempat turun di bawah US$88.000. Ethereum (ETH) juga anjlok di bawah US$3.000.
Aksi jual besar-besaran menghapus lebih dari US$120 miliar dari kapitalisasi pasar aset kripto dalam 24 jam terakhir.
Pada pasar derivatif, pergerakan tajam ini membuat likuidasi paksa terjadi secara luas. Lebih dari 182.000 trader terlikuidasi dalam sehari terakhir, sehingga total likuidasi mencapai US$1,08 miliar. Posisi long menyumbang US$989,9 juta dari total kerugian tersebut.
Penurunan tajam juga memberikan tekanan besar pada sentimen investor. Crypto Fear and Greed Index turun ke angka 24 hari ini. Ini menandakan kembalinya rasa takut ekstrem, setelah minggu lalu (15 Januari) indeks ini sempat mencapai zona greed di level 61.
“Risk-off kembali terjadi. Modal lari mengejar keamanan,” tulis seorang pengamat pasar dalam postingannya.
Indeks ini memberikan gambaran umum psikologi pasar kripto. Indeks mengumpulkan data dari beragam faktor, seperti volatilitas, volume dan momentum pasar, aktivitas media sosial, dominasi Bitcoin, dan Google Trends.
Analis Beri Pendapat saat Kepercayaan Aset Kripto Melemah
Dalam unggahannya di X (dulu Twitter), analis Rex menyebut minat investor di sektor ini sudah melemah sampai tahap apatis yang meluas. Suasana saat ini terasa makin mengkhawatirkan karena bukan hanya dipicu pergerakan harga, tetapi juga oleh kekecewaan yang meningkat pada narasi jangka panjang kripto.
Sang analis mengungkapkan bahwa bahkan pelaku lama di dunia kripto mulai mengalihkan perhatian ke saham dan komoditas. Hal ini mengindikasikan hilangnya kepercayaan, bukan sekadar jeda sementara.
Sponsored“Tidak ada yang mau melakukan investasi malaikat di sektor ini, tak ada yang percaya pada narasi kosong apapun.. Tidak ada yang peduli lagi. Secara harfiah tak mungkin sentimen lebih buruk dari sekarang.. Saat kejatuhan COVID, orang-orang masih percaya di industri ini, tapi situasi sekarang lebih parah,” ungkap posting tersebut.
Meski begitu, masih ada investor yang optimistis soal peluang pemulihan. Analis Doc menyarankan bahwa sentimen saat Bitcoin benar-benar berada di dasar kemungkinan akan lebih negatif dibanding setelah insiden FTX, walau penurunan yang terjadi sekarang sebenarnya lebih kecil.
Keyakinan ini muncul karena anggapan bahwa aset kripto tetap menjadi investasi asimetris yang sangat kuat, di mana potensi kenaikan jangka panjang masih jauh melampaui risiko penurunan meski sentimen pasar sekarang pesimis.
“Saya bukan orang yang suka menerka-nerka, tapi kalau harus memilih satu hal—sentimen di dasar BTC nanti jelas akan lebih buruk daripada pasca-FTX meskipun penurunan bitcoin kali ini tidak sedalam 2022, dan kripto sekali lagi akan jadi taruhan asimetris terbaik di pasar modal. Itulah alasan saya bertahan,” ujar dia dalam unggahannya.
Melihat ke depan, arah pasar kemungkinan besar akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi makro dan geopolitik dalam beberapa pekan mendatang. Sampai ada kejelasan, volatilitas bisa tetap tinggi dan sentimen pun rentan berubah.