Singapura Berikan Lisensi untuk Crypto.com & 2 Penyedia Layanan Aset Virtual Lainnya

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Otoritas Moneter Singapura (MAS) telah memberikan persetujuan prinsipal kepada tiga perusahaan aset virtual.

  • Terdapat tiga penyedia layanan digital baru di Singapura, termasuk Crypto.com, Genesis, dan Sparrow.

  • Singapura juga bertujuan untuk menjadi pelopor kripto 'jangka menengah.'

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Otoritas Moneter Singapura (MAS) telah memberikan persetujuan prinsipal kepada tiga penyedia layanan aset virtual (VASP). Crypto.com menjadi salah satu dari ketiga bisnis tersebut. Dengan demikian, jumlah total perusahaan kripto yang sudah legal di negara tersebut menjadi sekitar 14 perusahaan.

Pada hari Rabu (22/6/22), sebuah laporan telah mengonfirmasi bahwa bursa kripto Crypto.com, broker mata uang digital Genesis, dan platform perdagangan aset digital Sparrow telah menerima persetujuan dari MAS.

Crypto.com Terima Persetujuan Singapura yang Telah Lama Dinantikan

Melalui siaran pers perusahaannya, kepala eksekutif dan co-founder Crypto.com, Kris Marszalek, mengatakan, “MAS menetapkan standar regulasi tinggi yang [dapat] menumbuhkan inovasi sekaligus melindungi konsumen, dan persetujuan prinsipal mereka atas permohonan kami merefleksikan platform yang tepercaya dan aman yang sudah susah payah kami bangun.”

Perkembangan itu muncul bersamaan dengan semakin meluasnya kepincangan pasar kripto dan pengetatan kebijakan regulasi untuk trader ritel di Singapura.

Wakil Perdana Menteri Heng Swee Keat menyatakan, “Aset kripto baru-baru ini menjadi sorotan karena alasan yang keliru. Bagaimanapun, [alasan] ini tidak mencerminkan letak nilai blockchain dan aset digital, yang sebagian besar jauh dari pandangan ritel.”

Sebelumnya, pada bulan Januari, Otoritas Moneter Singapura telah menerbitkan sebuah aturan untuk membatasi aktivitas perdagangan kripto oleh masyarakat umum.

“MAS telah secara konsisten memperingatkan bahwa perdagangan DPT sangat berisiko dan tidak cocok untuk masyarakat umum, karena harga DPT bergantung pada perubahan spekulatif yang tajam,” jelas regulator tersebut.

Meskipun demikian, Singapura juga memiliki tujuan untuk menjadi pelopor kripto untuk ‘jangka menengah,’ sembari mengawasi sektor aset virtual. Negara tersebut juga tampaknya tidak merasa terancam dengan popularitas yang Dubai miliki. Padahal, sejauh ini Dubai sudah dikenal sebagai destinasi kripto terbaik dari waktu ke waktu.

MAS Berpendapat ‘Blockchain Lebih dari Bitcoin’

Seorang perwakilan dari Otoritas Moneter Singapura, Alvinder Singh, sebelumnya menyatakan, “Apabila mengira bahwa kami ingin menjadi pusat kripto sebagaimana negara-negara yang kaya akan minyak dan segalanya, dalam semalam, keliru. Itu sama sekali bukan tujuan kami. [Tetapi], ini adalah tujuan jangka menengah, melakukannya secara bertanggung jawab.”

Terlebih lagi, pernyataan Heng Swee Keat baru-baru ini juga mengindikasikan bahwa Singapura ingin menjelajahi sektor blockchain, tidak hanya aset kripto. Ia berkata, “Ada begitu banyak yang dapat kami telusuri menggunakan teknologi blockchain untuk meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan keterjangkauan transaksi lintas batas,”

Sebelumnya, dia juga mengatakan bahwa Singapura tetap “ingin bermitra dengan blockchain dan pemain aset digital untuk mendorong inovasi, dan membangun kepercayaan di sektor ini.”

Di samping itu, MAS telah mengumumkan peluncuran Project Guardian pada bulan lalu. Lembaga regulator ini mengatakan, “Project Guardian akan menguji kelayakan aplikasi pada tokenisasi aset dan DeFi sembari mengelola risiko stabilitas dan integritas keuangan.”

Sementara itu, otoritas tersebut juga bermitra dengan DBS Bank Ltd., JP Morgan, dan Marketnode untuk meluncurkan proyek uji coba dan menyelidiki permissioned liquidity pool yang terdiri dari obligasi dan deposito yang ditokenisasi.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Shraddha adalah seorang jurnalis di India yang telah bekerja di berita bisnis dan finansial sebelum menyelami dunia kripto. Sebagai seorang penggemar investasi, dia juga memiliki ketertarikan dalam memahami kripto dari pendirian finansial pribadi.

Ikuti Penulis