Square Enix Melego Unit Perusahaan yang Garap Tomb Raider demi Bisa Berinvestasi Lebih dalam Blockchain

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Square Enix menjual Crystal Dynamics, Eidos-Montréal, dan Square Enix Montréal kepada Embracer Group

  • Mereka mengantongi US$300 dari hasil penjualan ketiga perusahaan itu.

  • Square Enix melakukan penjualan ini agar dapat meluncurkan bisnis baru, termasuk yang berkaitan dengan teknologi blockchain, kecerdasan buatan (AI), dan cloud.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Perusahaan video game asal Jepang, Square Enix, telah menjual beberapa perusahaannya yang bergerak di bidang pengembangan game. Termasuk di antaranya adalah Crystal Dynamics, yang mengembangkan game Tomb Raider. Mereka melakukan hal ini agar bisa berinvestasi lebih dalam teknologi-teknologi baru, termasuk blockchain.

Selain menjual Crystal Dynamics, Square Enix mengumumkan bahwa mereka juga menjual Eidos-Montréal dan studio Square Enix Montréal. Adapun perusahaan-perusahaan tersebut dijual kepada Embracer Group seharga US$300 juta.

Square Enix memang dikenal sangat tertarik dengan teknologi blockchain. Dalam sebuah pengumuman pada tanggal 2 Mei kemarin, Square Enix menginformasikan bahwa penjualan perusahaan-perusahaannya itu akan “memungkinkan peluncuran bisnis baru dengan menuju ke bidang investasi, meliputi blockchain, AI, dan cloud“.

Sebelumnya, perusahaan gaming ini pernah mengumumkan hubungan kerja sama dengan double jump.Tokyo untuk berfokus pada pembuatan konten NFT. Meski sudah terjalin selama lebih dari setahun lalu, masih belum ada perkembangan lebih lanjut perihal hubungan kerja sama ini.

Tomb Raider sendiri merupakan salah satu lisensi game ternama dalam industri gaming. Bahkan, Tomb Raider telah dibuat ke dalam versi film dan menjadi tolok ukur industri.

Melihat berbagai ketertarikan sejumlah perusahaan video game terhadap teknologi baru, mungkin saja game terkenal lainnya akan mempertimbangkan penggunaan NFT.

Bagaimana Reaksi Gamers terhadap Integrasi Game dan Blockchain?

Akan tetapi, kabar ini disambut dengan kekecewaan dan banyak kritik dari komunitas gamers. Banyak dari antara mereka tidak melihat teknologi blockchain dapat diterapkan dalam video game. Para gamers merasa bahwa teknologi blockchain dan NFT hanyalah bersifat musiman, serta tidak meningkatkan pengalaman bermain.

Di samping itu, dari kalangan developer pun dijumpai sedikit enggan dengan inovasi ini. Beberapa di antaranya mengatakan bahwa mereka tidak akan menggunakan teknologi blockchain dan mempertimbangkan penggunaan NFT, setelah banyak kritik dari publik.

Developer video game mengalami bentrokan dengan pihak publisher perihal integrasi blockchain. Namun, dengan adanya upaya seperti yang dilakukan oleh Square Enix, menunjukkan bahwa minatnya masih ada.

Selain Square Enix, perusahaan publisher game Ubisoft juga telah terlibat dalam game NFT dan blockchain.

Bila kita melihat sektor game play-to-earn, saat ini mereka berjalan lebih baik dari sebelumnya. Aktivitas pengguna dalam ceruk pasar ini telah meningkat lebih dari 2.000% dari tahun lalu di kurun waktu yang sama.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Perjalanan Rahul di kripto pertama kali dimulai tahun 2014. Dengan gelar pascasarjana di bidang keuangan, dia adalah salah satu dari sedikit orang yang pertama kali menyadari potensi teknologi terdesentralisasi yang belum dimanfaatkan. Sejak saat itu, dia telah mendampingi sejumlah perusahaan rintisan untuk mengarungi pemasaran digital dan lanskap penjangkauan media yang kompleks. Karyanya telah memengaruhi banyak crypto exchange dan platform DeFi yang bernilai jutaan dolar.

Ikuti Penulis