Kekayaan dari aset kripto terus mengalir ke riset longevity, dan dua studi terbaru dari Asia telah memberikan dorongan baru untuk gerakan anti-aging.
Penemuan tersebut juga memicu klaim viral di internet bahwa manusia bisa segera hidup hingga usia 250 tahun. Angka itu berasal dari media sosial, bukan dari para ilmuwan yang melakukan penelitian.
Mengapa Dana Kripto Mendukung Riset Longevity
Longevity telah menjadi salah satu taruhan terbesar di dunia teknologi dan kripto. Pasar anti-aging global diperkirakan telah mencapai sekitar US$85 miliar pada tahun 2025. Startup biotech longevity kemudian berhasil menggalang sekitar US$3,7 miliar pada awal 2026, naik lebih dari 50% dibandingkan tahun sebelumnya.
Donatur kripto turut memberi arah pada gelombang filantropi kekayaan kripto ini.
Co-founder Ethereum Vitalik Buterin menyumbangkan US$2,4 juta ke lembaga amal anti-aging SENS pada tahun 2018. Ia juga menyumbang lebih dari US$13 juta ke Methuselah Foundation, kelompok lain yang juga menargetkan memperpanjang usia manusia.
Selama bertahun-tahun, Buterin berpendapat bahwa penuaan adalah masalah yang layak untuk dihadapi secara langsung. Donasi-donasinya mendorong ide ini ke komunitas kripto yang lebih luas. Setelah itu, para pendiri proyek dan dana investasi di industri ini ikut bergabung.
Dana ventura pun mengikuti gelombang filantropi tersebut. Altos Labs, perusahaan reprogramming seluler, berhasil menghimpun dana US$3 miliar. Startup baru seperti Retro Biosciences dan NewLimit juga mendapatkan pendanaan hingga ratusan juta dolar sepanjang 2025.
Secara keseluruhan, startup longevity kini telah menarik lebih dari US$13 miliar dalam pendanaan ventura.
Banyak pendukung memiliki keyakinan sederhana. Mereka menganggap penuaan sebagai masalah yang dapat diselesaikan oleh teknologi, layaknya memperbaiki bug pada perangkat lunak. Pandangan ini sangat cocok dengan budaya kripto yang selalu berpandangan jangka panjang.
Dewan pakar Future Tech BeInCrypto telah memantau pergeseran ini dengan seksama. Salah satu kontributornya adalah biolog Aubrey de Grey, Ketua Longevity Escape Velocity Foundation yang meneliti cara untuk memperlambat penuaan.
Obat dari Korea yang Membantu Sel Menua Tetap Muda
Salah satu studi yang membuat heboh berasal dari Universitas Chung-Ang di Seoul. Para peneliti di sana menguji sebuah senyawa bernama IU1. Makalah mereka dipublikasikan pada jurnal Autophagy tahun 2024.
Penuaan membuat sistem yang membersihkan protein rusak di sel kita semakin melemah. Ketika keseimbangan itu terganggu, protein yang bermasalah menumpuk dan menambah stres pada sel. Para peneliti mengaitkan penumpukan itu dengan penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson.
IU1 memberikan dorongan pada dua sistem pembersihan tersebut secara bersamaan. Pada lalat buah, zat ini mengurangi kelemahan otot terkait usia dan memperpanjang umur mereka. Karena lalat buah menua dengan cepat dan memiliki banyak kemiripan dengan manusia, maka mereka sering digunakan sebagai model pengujian.
Tim peneliti melaporkan efek serupa pada sel manusia yang ditumbuhkan di laboratorium. Peneliti utama, Seogang Hyun, menjelaskan hasilnya dengan hati-hati.
“Kami membuktikan bahwa mekanisme sinergis ini dapat meningkatkan kelemahan otot karena usia pada lalat buah dan memperpanjang umur mereka.”
Dari sinilah muncul klaim umur 250 tahun. Akun Instagram elixirofscience membagikan riset ini dan mengklaim bisa memperpanjang umur manusia hingga 250 tahun.
Unggahan itu tersebar luas di X dan berbagai platform lain. Tapi tidak ada peneliti yang pernah mengatakan hal itu, dan hanya lalat – bukan manusia – yang umurnya lebih panjang.
Penemuan dari Osaka yang Membuat Sel Kembali Muda
Studi kedua berasal dari Universitas Osaka di Jepang. Penelitian ini berpusat pada protein bernama AP2A1. Studi ini terbit di jurnal Cellular Signalling pada Januari 2025.
Sel-sel tua biasanya membesar dan tidak lagi berfungsi dengan baik. Sel-sel yang sudah usang itu makin lama makin banyak menumpuk di tubuh. Hal tersebut berkaitan dengan munculnya kerutan, otot yang melemah, dan banyak kondisi akibat usia lanjut.
Para peneliti menemukan AP2A1 membantu mengunci sel dalam kondisi menua. Ketika tim menurunkan kadar protein itu, sel-sel tua mulai berperilaku seperti sel muda lagi. Efek serupa juga terjadi pada beberapa tipe sel dan pemicu penuaan lain.
“Menekan AP2A1 pada sel tua membalikkan penuaan dan meningkatkan peremajaan sel, sedangkan menambah kadar AP2A1 di sel muda justru mempercepat penuaan.”
Ada satu catatan penting di sini. Penelitian Osaka ini sepenuhnya dilakukan di dalam cawan laboratorium, menggunakan sel kulit dan payudara manusia. Tidak ada obat, tidak ada hewan percobaan, dan tidak ada manusia yang terlibat. Untuk saat ini, AP2A1 nampak lebih berguna sebagai penanda awal penuaan dan target penelitian untuk masa depan.
Riset Panjang Umur: Memilah Ilmiah dari Hype Viral
Kedua penelitian ini memang nyata dan sudah melalui proses peer-review. Tapi, tidak satu pun yang membuktikan cara manjur memperpanjang umur manusia. Hasilnya masih berada di tahap paling awal penelitian.
Kedua tim juga memecahkan masalah yang berbeda. Kelompok dari Korea meningkatkan pembersihan protein di dalam sel. Sedangkan tim Jepang mematikan protein yang berkaitan dengan sel tua. Menggabungkan keduanya menjadi solusi ajaib jelas salah memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Klaim seperti “hidup sampai 250 tahun” jauh melampaui bukti yang ada. Uji coba pada manusia untuk kedua pendekatan tersebut masih bertahun-tahun lagi, kalaupun akan dilakukan. Kesabaran yang sama juga berlaku untuk taruhan teknologi frontier lainnya yang cepat menjadi sorotan utama.
Kejadian ini juga memperlihatkan bagaimana ilmu pengetahuan menyebar secara online saat ini. Studi laboratorium yang hati-hati bisa jadi judul berita heboh hanya dalam hitungan hari. Dalam prosesnya, muncul angka-angka asal, dan detail penting ikut terlupakan.
Bagi investor aset kripto yang membiayai bidang ini, pelajarannya lebih ke arah kehati-hatian, bukan sekadar sensasi. Dana yang mengalir benar adanya, ilmu pengetahuannya menjanjikan, namun waktu yang dibutuhkan sangatlah panjang.
Jarak antara judul berita viral dan hasil laboratorium tetap besar. Apakah taruhan panjang umur lewat kripto akan sukses nantinya akan sangat bergantung pada bukti yang butuh waktu bertahun-tahun untuk terkumpul.
Untuk saat ini, langkah bijak adalah mengikuti hasil penelitian, bukan sekadar meme. Ujian sebenarnya akan datang ketika salah satu pendekatan ini mulai diuji pada hewan yang lebih besar dari lalat, dan akhirnya pada manusia.









