The Financial Times melaporkan bahwa KPMG, salah satu perusahaan Big Four, adalah pihak yang diajak Tether untuk melakukan audit laporan keuangan independen penuh pertamanya.
Penerbit stablecoin itu mengumumkan kerja sama ini pada 24 Maret tanpa menyebut nama perusahaan auditnya. Selain itu, PwC juga turut dilibatkan untuk memperkuat pengendalian internal menjelang pemeriksaan tersebut.
Mengapa Audit KPMG Penting untuk Tether
USDT milik Tether memiliki kapitalisasi pasar di atas US$184 miliar sehingga menjadikannya mata uang cadangan di pasar aset kripto. Tapi sejak didirikan pada 2014, perusahaan ini belum pernah melakukan audit lengkap.
Sebelumnya, BDO Italia sudah menerbitkan laporan attestation per kuartal yang hanya mengonfirmasi cadangan pada tanggal tertentu. Tapi laporan ini tidak menilai pengendalian internal, operasi berkelanjutan, maupun eksposur risiko dalam jangka waktu yang panjang.
Pada 2021, Commodity Futures Trading Commission menggugat Tether senilai US$41 juta karena pernyataan yang menyesatkan soal dukungan dana dalam dolar. Upaya audit sebelumnya pada 2018 juga gagal karena auditor memutuskan hubungan kerja sama.
Ekspansi AS dan Fundraising yang Dipertaruhkan
Audit ini mendukung ambisi besar Tether. Perusahaan ini melanjutkan ekspansi di AS dengan patuh pada Genius Act, yang telah ditandatangani Presiden Donald Trump pada Juli lalu. Tether juga sudah merilis stablecoin berbasis AS bernama USAT.
The Financial Times sebelumnya juga melaporkan bahwa Tether berusaha menggalang dana antara US$15 miliar hingga US$20 miliar dengan valuasi US$500 miliar. Para calon investor menganggap valuasi ini sangat tinggi serta memiliki risiko regulasi yang besar.
“Audit ini merupakan hasil dari upaya bertahun-tahun untuk memperkuat sistem kami agar Tether dapat memenuhi standar tertinggi di industri keuangan global,” tulis FT, mengutip CEO Tether Paolo Ardoino.
KPMG memegang pangsa pasar penting untuk audit di perusahaan jasa keuangan. Tether juga menunjuk spesialis aset digital dari KPMG Kanada sebagai kepala audit internal pada tahun lalu.
Bila audit ini berhasil dilaksanakan, hal ini dapat mengubah cara regulator maupun institusi dalam menilai transparansi stablecoin. Tapi, hasil audit ini belum akan dirilis dalam waktu dekat.