Bitmine Immersion Technologies (BMNR) mulai diperdagangkan di Bursa Saham New York pada 9 April, namun harga sahamnya turun hampir 2% meski ada pengumuman buyback senilai US$4 miliar.
Peralihan dari NYSE American ke papan utama NYSE menjadi peristiwa korporat terbesar sepanjang sejarah perusahaan treasury yang fokus pada Ethereum ini.
BitMine Terdiri di NYSE, Perluas Buyback Menjadi US$4 Miliar
Ketua Thomas “Tom” Lee mengonfirmasi uplisting tersebut pada 9 April. BMNR berhenti diperdagangkan di NYSE American setelah pasar tutup pada 8 April dan mulai masuk ke papan utama keesokan paginya.
Bersamaan dengan perpindahan tersebut, dewan direksi BitMine secara bulat menyetujui ekspansi empat kali lipat untuk program pembelian kembali saham di 2025. Otorisasi naik dari US$1 miliar menjadi US$4 miliar, sehingga termasuk 10 pengumuman buyback terbesar di 2026 berdasarkan data Fundstrat.
“Akan ada masa di masa depan ketika saham Bitmine diperdagangkan di bawah nilai intrinsiknya, dan Perusahaan ingin berada di posisi agar bisa melakukan buyback saham biasa secara akretif,” papar kutipan dalam pengumuman tersebut.
Pembelian kembali saham akan tetap berjalan sesuai ketentuan yang ada, melalui transaksi pasar terbuka lewat Cantor Fitzgerald & Co.
4,8 Juta ETH dan Target Kepemilikan 5% Dari Total Supply
Pada waktu publikasi, BitMine memegang sekitar 4,803 juta token Ethereum dengan nilai kurang lebih US$10,6 miliar pada harga pasar mendekati US$2.218.
Kepemilikan tersebut mewakili 3,98% dari total supply ETH, sehingga perusahaan ini telah mencapai lebih dari 79% dari target akumulasi “Alchemy of 5%” yang dicanangkan.
Meskipun ada angka itu, saham BMNR turun dari penutupan sebelumnya di US$21,52 sempat menyentuh level terendah US$20,50 sebelum pulih sebagian.
Reaksi pasar yang minim menunjukkan investor sudah memperhitungkan berita uplisting ini, yang BitMine umumkan sejak 6 April.
BitMine mendapat dukungan institusi seperti Cathie Wood dari ARK Invest, Founders Fund, Pantera Capital, dan Galaxy Digital.





