Lihat lebih banyak

Toys R Us Bakal Merilis Koleksi NFT di Blockchain Solana

3 mins
Diperbarui oleh Ahmad Rifai
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • WHP Global, induk usaha Toys R Us, menjalin kemitraan dengan Anybodies yang merupakan perusahaan web3.
  • Langkah ini sengaja dilakukan untuk bisa memperkenalkan mainan ikonik ke dunia metaverse.
  • Dalam tahap awal, mereka akan merilis 10.000 koleksi non-fungible token (NFT) melalui blockchain Solana.
  • promo

WHP Global, induk usaha Toys R Us, baru saja menjalin kemitraan dengan Anybodies yang merupakan perusahaan web3. Langkah ini sengaja dilakukan untuk bisa memperkenalkan mainan ikonik ke dunia metaverse. Dalam tahap awal, mereka akan merilis 10.000 koleksi non-fungible token (NFT) melalui blockchain Solana.

Masuknya WHP Global ke dunia web3 menambah panjang deret brand kelas dunia yang merambah pasar NFT. Koleksi digital ini disebut dapat pula menjadi aset investasi karena akan diperjual-belikan melalui marketplace NFT Magic Eden mulai 9 Desember 2022.

Terkait kabar ini, EVP Toys R Us di WHP Global, Jamie Uitdenhowen, mengatakan bahwa masuknya mereka ke dunia web3 dimaksudkan untuk memberikan pengalaman digital yang imersif pada konsumen. Di samping itu, perusahaan juga bermaksud untuk memberikan pendidikan yang menyenangkan lewat mainan yang dihadirkan.

“Kami berharap dapat meluncurkan pengalaman web3 yang terintegrasi dan menciptakan kategori baru untuk kepemilikan mainan generasi berikutnya,” jelas Jamie Uitdenhowen dalam keterangan resmi perusahaan.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa NFT yang ditawarkan oleh WHP Global akan berisi fitur animasi tiga dimensi (3D) yang didesain ulang dari salah satu maskot, Geoffrey the Giraffe. Selain itu, konten NFT lainya yang akan dibuat berdasarkan semua mainan yang ada di Toys R Us.

Setiap pemegang NFT ini dapat melakukan staking untuk kemudian mendapatkan GCoin. Nantinya, token kripto itu bisa ditukar dengan akses eksklusif ke mainan fisik dan digital terpopuler atau mendapatkan pengalaman di dalam toko.

“Benefit lainnya termasuk memiliki akses untuk tiket masuk VIP terkait peluncuran mainan baru dan akses ke pengalaman digital di masa yang akan datang, termasuk potongan harga dalam pembelian mainan di Toys R Us,” imbuh pihak WHP Global.

Ditargetkan Meluncur pada Tahun 2023

Pengembangan sektor digital Toys R Us ditargetkan bisa segera meluncur pada tahun 2023. Dengan kuatnya brand yang hadir di 30 negara, WHP Global optimistis dapat merebut pasar di tengah sentimen negatif kebangkrutan FTX.

Jika berjalan lancar, bukan tidak mungkin mereka akan memiliki sumber pendapatan baru selain penjualan mainan. Sebagai catatan, saat ini Toys R Us mengoperasikan lebih dari 1.300 gerai fisik dan platform online dengan penghasilan setiap tahunnya mencapai lebih dari US$2 miliar.

WHP Global sendiri secara grup memiliki pendapatan lebih dari US$4,5 miliar yang bersumber dari Toys R Us, Babies R Us, Anne Klein, Joseph Abboud, Joe’s Jeans, William Rast, Isaac Mizrahi, hingga Lotto.

Mattel Juga Telah Merilis NFT

Sebagai informasi, WHP Global bukanlah satu-satunya perusahaan mainan yang memasuki dunia web3. Mattel yang terkenal dengan produk Barbie mereka, sudah lebih dulu memulai langkahnya.

Pada awal tahun ini, Mattel telah merilis tiga NFT hasil kerja sama dengan Rumah Mode Balmain. Setiap penggemar dapat mendapatkan NFT itu melalui mekanisme lelang yang diselenggarakan oleh MintNFT.

Kiprah Mattel tidak berhenti di sana. Pada 21 November kemarin, perusahaan terus memperdalam bisnis virtualnya dengan merilis marketplace NFT bernama Mattel Creation. Platform tersebut akan menjadi jembatan antara konsumen dan perusahaan untuk melayani permintaan koleksi digital.

Menariknya, Mattel Creation tidak mengharuskan pembelinya menggunakan mata uang kripto dan akan melakukan integrasi dengan perusahaan peer-to-peer yang memungkinkan kolektor bisa langsung melakukan beli dan jual koleksi NFT mereka pada awal tahun 2023.

“Kami membangun proyek tersebut di atas blockchain Flow yang terkena cepat dan ramah lingkungan,” jelas pihak Mattel.

Setiap Tahun US$54 Miliar Dihabiskan untuk Barang Virtual

Masuknya sejumlah raksasa di industri mainan ke dunia metaverse bukanlah tanpa sebab. Data dari Ernst & Young (EY) menyebutkan bahwa setiap tahunnya ada sekitar US$54 miliar yang dihabiskan untuk pembelian barang virtual. Jumlah itu lebih besar 2 kali lipat dari pengeluaran yang dilakukan untuk streaming musik.

Dari data tersebut telah dapat terlihat seberapa besar potensi perdagangan di dunia metaverse. Apalagi, Generasi Z dan Alpha yang sudah lebih dulu kenal dengan teknologi dibandingkan dengan generasi sebelumnya akan mendominasi populasi dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Atas hal itu, dapat dibilang bahwa langkah yang diambil oleh para pelaku usaha mainan merupakan persiapan untuk mengembangkan lebih luas lagi potensi bisnis yang ada di dunia virtual.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori