Trezor mengonfirmasi pada hari Kamis bahwa terjadi pelanggaran di salah satu mitra pengirimannya yang mengekspos data pribadi 13.689 pelanggan. Nama, alamat rumah, nomor telepon, dan alamat email telah diambil.
Tidak ada aset kripto yang berpindah. Trezor menegaskan bahwa sistem internal mereka, perangkat, serta cadangan wallet pelanggan tidak pernah tersentuh. Kerugian hanya terjadi pada vendor eksternal.
Apa yang Terbongkar dari Data Breach Trezor
ShipMonk menyimpan serta mengirim pesanan Trezor. Pada 10 Agustus, mereka memberi tahu Trezor bahwa ada penyusup yang berhasil mengakses sistem berisi data pelanggan.
Pembocoran ini terbagi menjadi dua. Sekitar 11.742 pembeli kehilangan seluruh data, yaitu nama, email, nomor telepon, serta alamat pengiriman lengkap. Sementara 1.947 lainnya hanya kehilangan nama, kota, dan email.
Waktu pesanan menentukan siapa saja yang terdampak. Kebocoran ini mencakup pesanan yang dikirim antara 10 Mei hingga 8 Agustus tahun ini di AS, Inggris, Swedia, Kolombia, Brasil, Italia, dan Portugal.
Pembeli lama tidak terdampak karena adanya aturan. Trezor mewajibkan mitra mereka untuk menghapus atau menganonimkan data pesanan setelah 90 hari sejak pengiriman, jadi pesanan lama sudah terhapus lebih dulu.
Ada cara mudah untuk cek. Pelanggan yang terdampak menerima email dari [email protected]. Kalau tidak menerima email, berarti data Anda aman.
Ada satu fakta yang terasa menyakitkan. ShipMonk memiliki sertifikasi SOC 2 Tipe II, sebuah standar keamanan yang diaudit, namun tetap saja bisa dibobol.
Mengapa Alamat yang Bocor Jauh Lebih Berbahaya daripada Email Bocor
Email saja tidak banyak berarti bagi penipu. Namun, nama, alamat rumah, dan nomor telepon jika digabungkan jauh lebih berbahaya, karena bisa menandai seseorang secara spesifik sebagai pembeli aset kripto di suatu alamat.
Trezor sudah menjelaskan risikonya. Penipu dapat mengirim email palsu, menghubungi lewat telepon, mengirim surat penipuan, bahkan menyamar sebagai bank, exchange, atau Trezor itu sendiri.
Pola ini pernah terjadi sebelumnya. Ledger kehilangan sekitar 1 juta alamat email pelanggan pada Juli 2020. Sekitar 9.500 pembeli juga mengalami kebocoran detail alamat lengkap, dan surat pemulihan frase palsu dikirim ke rumah mereka beberapa tahun kemudian.
Coba bandingkan skalanya. Kebocoran data Trezor mengekspos alamat lengkap 11.742 orang, lebih banyak daripada 9.500 pembeli Ledger yang terdampak pada tahun 2020.
CEO Ledger Pascal Gauthier menghadapi kekhawatiran yang sama di tahun 2020, dan logika tersebut masih berlaku hingga saat ini.
“tidak ada cara untuk menghubungkan data yang bocor dengan dana di wallet Anda,” bunyi kutipan dari pengumuman Ledger.
Para penyerang memang sudah mengincar brand ini. Iklan phishing Trezor baru-baru ini muncul beberapa hari sebelum kasus ini terungkap. Selain itu, telepon penipuan dukungan palsu telah menyebabkan kerugian jutaan dolar dari para holder sepanjang tahun ini.
Vendor terus terbukti sebagai titik paling lemah. Pelanggaran pemroses pembayaran Ledger juga membocorkan data pesanan pelanggan pada bulan Januari.
Apa yang Harus Dilakukan Pemilik Trezor Sekarang
Saran ini singkat dan efektif. Jadikan setiap permintaan mendesak sebagai tanda bahaya. Selalu cek apapun yang mencurigakan melalui kanal resmi Trezor. Jangan pernah mengetikkan backup wallet ke dalam website manapun.
“Jangan pernah memasukkan backup wallet Anda ke website mana pun atau membagikannya ke siapapun,” tulis Trezor dalam blognya.
Dua kebiasaan bisa mengurangi risiko ke depannya. Lakukan pemesanan dengan email yang tidak terhubung ke nama asli Anda, dan gunakan pembayaran dengan aset kripto jika memungkinkan.
Trezor juga berjanji akan menawarkan opsi Anonymous Delivery yang berbasis pengambilan di locker dan kemasan netral. Target peluncurannya untuk wilayah Uni Eropa pada bulan September dan di AS pada akhir tahun 2026.
Trezor menyatakan ini adalah pelanggaran pertama sejak 2013 yang mengekspos nomor telepon dan alamat pengiriman pelanggan. Perangkat kerasnya tetap aman. Titik lemahnya bukan pada device, tapi pada kotak tempat barang itu tiba.









