Terkait topik iniDewan Hukum & Regulasi

TRM Labs Telusuri US$16,8 Juta di 30 Wallet Kripto Terkait Iran yang Masuk Daftar Sanksi

  • TRM Labs melacak US$16,8 juta melalui 30 alamat aset kripto yang terhubung ke Mabna Institute.
  • Terdakwa Keyvan Fayaz mengendalikan 10 alamat yang menerima US$15,5 juta, atau 92%.
  • Alamat yang terkena sanksi sekarang hanya memegang sekitar US$202.662, yakni sekitar 1% dari total keseluruhan.
Promo

Sekitar US$16,8 juta mengalir ke 30 alamat aset kripto yang terhubung dengan anggota Mabna Institute Iran, menurut perusahaan intelijen blockchain TRM Labs.

Departemen Keuangan AS mencantumkan alamat-alamat tersebut sebagai bagian dari tindakan lebih luas terhadap Iran. Wallet milik salah satu terdakwa menerima 92% dari total dana tersebut.

Wallet Mabna Institute Iran Raup US$16,8 Juta, TRM Labs Papar

Alamat-alamat tersebut mencakup Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan TRON (TRX). Alamat ini milik empat dari 17 terdakwa yang juga disebutkan dalam surat dakwaan tambahan yang dibuka oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ). Aktivitas wallet tersebut sudah terjadi sejak Januari 2018.

Menurut TRM, Keyvan Fayaz mengendalikan 10 alamat tersebut. Wallet-wallet itu menerima dana total US$15,5 juta sejak 6 Januari 2018 hingga 20 Agustus 2026. Angka itu mewakili 92% dari total volume on-chain jaringan tersebut.

Disponsori
Disponsori

TRM menyebut konsentrasi dana tersebut menunjukkan bahwa Fayaz mungkin berperan sebagai bendahara dalam operasi ini. Alamat milik Behzad Mesri, yang juga didakwa atas peretasan HBO, memperlihatkan transfer berlapis antara wallet-wallect miliknya. Ratusan ribu dolar akhirnya masuk ke alamat deposit di sebuah exchange terpusat besar.

Akan tetapi, nilai yang tersisa sangat sedikit. TRM memperkirakan total saldo sisa di seluruh 30 alamat itu hanya sebesar US$202.662, atau sekitar 1% dari total dana yang pernah lewat di sana.

Ikuti kami di X untuk mendapat berita terbaru setiap saat

Treasury Bidik Sektor Aset Kripto Iran

Sementara itu, DOJ membuka dakwaan tambahan dengan 14 tuduhan pada 18 Agustus. Jaksa menuduh Mabna Institute, perusahaan asal Iran, melakukan peretasan siber sejak setidaknya tahun 2013 untuk Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), dengan menargetkan 144 universitas di AS dan 178 universitas luar negeri.

Selain itu, Office of Foreign Assets Control (OFAC) menetapkan hampir 60 target terkait Iran pada hari Senin. Langkah ini mengikuti penetapan platform asal Iran sebelumnya, seperti Shelbit pada awal bulan ini.

“Kami melancarkan serangan ekonomi terhadap koneksi keuangan Iran di seluruh dunia. Tujuan kami adalah memutus semua jalur ekonomi yang menopang rezim tirani ini sampai Teheran benar-benar terisolasi,” ujar Menteri Keuangan, Scott Bessent, menjelaskan.

Departemen Keuangan juga mengeluarkan lima ketetapan sektoral di bawah Executive Order 13902 yang mencakup aset kripto, teknologi, emas, penerbangan, dan pengiriman.

Penetapan ini menjangkau lebih dari sekadar alamat yang tercantum. Berdasarkan Executive Order 13902, OFAC kini dapat menunjuk pihak yang beroperasi di sektor aset kripto Iran, dan otoritas ini juga berlaku bagi pihak non-Iran. Ketetapan ini tidak otomatis memblokir semua perusahaan yang aktif di sektor tersebut.

Langganan kanal YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori