Jumlah kasus eksploitasi decentralized finance (DeFi) pada bulan Mei terus meningkat setelah Verus-Ethereum Bridge dikabarkan mengalami pelanggaran keamanan, dengan pelaku menyeret sekitar US$11,58 juta dalam bentuk aset digital.
Beberapa perusahaan keamanan blockchain memperingatkan eksploitasi ini pada hari Senin, serta mengingatkan pengguna tentang aktivitas mencurigakan yang terkait dengan bridge tersebut.
Verus-Ethereum Bridge Dikabarkan Kehilangan US$11,58 Juta Akibat Eksploitasi Mei
Perusahaan keamanan blockchain Blockaid menandai terjadinya eksploitasi ini dalam sebuah postingan di X. Peneliti keamanan mengidentifikasi wallet milik pelaku, yaitu externally owned account (EOA) 0x5aBb91B9c01A5Ed3aE762d32B236595B459D5777.
Ikuti kami di X untuk memperoleh kabar terbaru secara real time
Platform keamanan blockchain PeckShield mengungkapkan bahwa pelaku telah menguras sekitar 103,6 tBTC, 1.625 ETH, dan 147.000 USDC dari bridge tersebut. Selain itu, aset curian tersebut kemudian ditukar menjadi 5.402,4 ETH yang nilainya sekitar US$11,4 juta. Dana itu masih tersimpan di wallet: 0x65Cb8b128Bf6e690761044CCECA422bb239C25F9.
“Alamat pelaku awalnya mendapat dana 1 ETH melalui Tornado Cash sekitar 14 jam lalu,” demikian isi postingan tersebut.
Di sisi lain, kerugian Verus terjadi tiga hari setelah THORChain menghentikan trading. Terjadi pelanggaran di salah satu vault sehingga dana protokol lebih dari US$10 juta juga lenyap. Pihak THORChain menyebut saldo pengguna tetap aman.
“Kontributor THORChain masih aktif menyelidiki insiden terbaru ini bersama THORSec dan mitra keamanan eksternal. Informasi lebih lanjut akan dibagikan seiring progres investigasi,” terang tim tersebut dalam sebuah postingan.
Data DeFiLlama menunjukkan bahwa sebelum kasus Verus, sudah terdapat 12 protokol DeFi yang terkena pada Mei 2026. Total kerugian sepanjang bulan ini sudah melebihi US$20 juta.
Pada April 2026, rekor kerugian tahun ini tercipta, karena protokol kehilangan lebih dari US$606 juta dalam 12 insiden. Eksploitasi pada bridge KelpDAO sendiri menelan US$292 juta, menjadikannya peretasan terbesar sepanjang 2026.
Langganan kanal YouTube kami untuk menyaksikan para pemimpin dan jurnalis membagikan pandangan ahli





