Coinbase membekukan lebih dari US$3 juta aset kripto yang terhubung dengan jaringan penipuan Asia Tenggara. Langkah ini merupakan bagian dari Disruption Week yang digelar oleh Departemen Kehakiman AS bersama perusahaan teknologi swasta.
Operasi ini mempertemukan penyidik federal dengan platform besar untuk memutus akses akun dan infrastruktur di balik penipuan investasi berbasis dunia maya yang telah menguras miliaran dolar dari korban di Amerika Serikat.
Di Balik Disruption Week DOJ
DOJ mengumumkan hasilnya pada 3 Juni. Scam Center Strike Force memimpin upaya ini. Agen FBI dan Secret Service membagikan intelijen target dengan para peserta dari sektor swasta.
Apple, Google, Meta, Microsoft, SpaceX, dan perusahaan analitik TRM Labs ikut bergabung dalam aksi ini bersama exchange. Kepolisian dari Thailand, Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru juga ambil bagian.
Bersama, para perusahaan berhasil mengganggu lebih dari 1,4 juta akun media sosial dan email. Polisi Thailand menangkap tujuh pelaku penipuan dan membuka kasus-kasus baru.
“Penipuan investasi berbasis dunia maya dan kripto benar-benar menghancurkan warga Amerika biasa, menghabiskan tabungan seumur hidup, dan menjadikan sebagian warga paling rentan sebagai sasaran,” ujar Jaksa AS Jeanine Pirro dalam pernyataannya.
Ikuti kami di X untuk update berita terbaru saat terjadi
Mengapa Coinbase Menyebut Kripto Sebagai Alat Melawan Kejahatan
Coinbase berkontribusi dengan membekukan lebih dari US$3 juta aset yang terhubung ke jaringan tersebut. Perusahaan menegaskan bahwa blockchain justru membantu penyelidikan, bukan menjadi hambatan.
Coinbase menegaskan bahwa public ledger memberikan aparat penegak hukum jejak yang permanen dan bisa dilacak, sesuatu yang sering tidak dimiliki sistem keuangan tradisional.
“Operasi ini membuktikan bahwa pelaku penipuan tidak bisa dihentikan oleh satu perusahaan atau instansi saja. Diperlukan kerja sama antara platform sosial, institusi keuangan, penyedia konektivitas, dan aparat penegak hukum secara terpadu untuk menghantam jaringan ini di hampir setiap titik rantai penipuan; mulai dari akun online, arus keuangan, hingga infrastruktur fisik secara bersamaan,” papar Coinbase dalam pernyataannya.
Sementara itu, ini bukan kali pertama unit tersebut melakukan aksi di kompleks-kompleks penipuan. Pada bulan April, Strike Force menjerat dua warga negara Cina yang diduga menjalankan operasi penipuan kripto di Burma dan mencoba mengulanginya di Kamboja. Otoritas juga membekukan lebih dari US$700 juta kripto yang terkait dengan pencucian hasil penipuan.
Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan pandangan ahli dari para pemimpin dan jurnalis









