Harga XRP saat ini bergerak di kisaran US$1,36, dan masih melanjutkan pola puncak yang semakin rendah yang menjadi ciri utama strategi trading belakangan ini. Setiap reli sejak November 2025 selalu dihadang oleh keyakinan yang makin melemah dan aksi jual langsung.
Meski begitu, setup RSI yang sama seperti sebelum bounce XRP naik 21% terakhir, kini kembali muncul. Apakah bounce ini mampu mematahkan siklus itu atau hanya menambah puncak yang lebih rendah lagi di grafik, semuanya tergantung pada satu level penting.
Trading Playbook dan Siklus Pembukuan Kerugian
Chart harian XRP memperlihatkan cerita yang jelas. Sejak 10 November 2025 saat harga XRP mencapai puncak di US$2,58, setiap reli setelahnya selalu berhenti di bawah puncak sebelumnya. Pada 6 Januari puncaknya di US$2,41. Pada 15 Februari di US$1,66. Dan pada 17 Maret di US$1,60. Koreksi di antara puncak itu bervariasi, mulai dari 29%, 53%, 24%, hingga koreksi terbaru 16%, tapi arahnya konsisten menurun.
Ingin insight token lain seperti ini? Langganan Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.
Net unrealized profit/loss (NUPL) untuk holder XRP jangka pendek, yaitu metrik Glassnode yang mengukur apakah pembeli baru sedang untung atau rugi secara teoritis, menjelaskan penyebabnya. Di setiap puncak itu, holder jangka pendek berada dalam posisi negatif. Penjualan mereka bukan karena ambil untung, melainkan untuk meminimalkan kerugian.
Pada 10 November, NUPL berada di -0,06, hanya sedikit di bawah titik impas. Holder memanfaatkan momen kerugian hampir nol itu untuk segera keluar. Pada 5 Januari, NUPL mencapai -0,003, hampir datar, dan segera terjadi aksi jual. Pada 5 Februari, NUPL jatuh ke -0,80, artinya sudah masuk zona kapitulasi. Saat pulih ke -0,40 pada pertengahan Februari, holder kembali menjual. Tanggal 16 Maret, NUPL naik lagi ke -0,31, dan pola yang sama pun terulang. Waktu terjadinya aksi jual selalu bersamaan dengan momen dump harga yang sudah dibahas sebelumnya.
Pola ini jadi semakin menguat. Holder jangka pendek tidak menunggu untung, melainkan langsung keluar saat kerugian mereka menyusut, sehingga selalu membatasi potensi reli sebelum bisa mendapat momentum lebih besar. Pertanyaannya, apa yang memicu hilangnya keyakinan secara total ini?
Whale Sudah Dump 1,32 Miliar XRP sejak Oktober
Jawabannya ada di data whale. Dompet whale XRP terbesar yang memegang antara 100 juta hingga 1 miliar XRP—yang merupakan klaster pemain besar paling aktif—pada awal Oktober 2025 menyimpan 9,61 miliar token. Jumlah ini turun terus selama enam bulan terakhir hingga menjadi 8,29 miliar saat ini, atau turun bersih sebanyak 1,32 miliar XRP.
Ini bukan aksi dump sekali saja, melainkan distribusi yang konsisten selama berbulan-bulan. Dan holder jangka pendek bisa melihatnya. Saat dompet terbesar secara bertahap mengurangi kepemilikan saat tren turun (XRP turun 42% YoY), holder kecil langsung kehilangan kepercayaan pada setiap upaya pemulihan. Setiap bounce menjadi peluang untuk keluar, bukan jadi alasan bertahan.
Aksi jual dari whale juga menjelaskan kenapa koreksi XRP selalu dimulai dari puncak yang lebih rendah. Distribusi yang terus-menerus dari pemilik terbanyak menghilangkan dukungan beli yang biasanya menopang reli. Tanpa dukungan itu, setiap percobaan pemulihan pasti cepat kehabisan tenaga dibanding sebelumnya.
Meski begitu, indikator momentum pada chart harian sekarang memperlihatkan divergensi yang secara historis sempat memutus siklus ini—minimal untuk sementara waktu.
Prediksi Harga XRP dan Garis US$1,36
Antara 31 Desember 2025 hingga 26 Maret 2026, harga XRP mencetak titik terendah yang lebih rendah, sementara Relative Strength Index (RSI)—yaitu osilator momentum—mencatat titik terendah yang lebih tinggi. Divergensi bullish seperti ini biasanya menandai sinyal berbalik arah tren.
Ini bukan kali pertama setup seperti ini muncul di siklus kali ini. Divergensi serupa juga pernah terbentuk antara 31 Desember hingga 8 Maret, dan itu menjadi pertanda bounce 21% yang membawa harga XRP ke US$1,60.
Divergensi saat ini mengisyaratkan potensi bounce berikutnya, tapi strategi terbaik tetap perlu berhati-hati. Setiap reli sebelumnya selalu menghasilkan puncak yang lebih rendah, jadi bounce memang nyata namun biasanya tidak berlanjut.
Penutupan harian di atas US$1,36, yaitu level Fibonacci 0,618, akan mengonfirmasi bounce dan membuat XRP tetap berada di jalur untuk bergerak ke US$1,40, lalu US$1,45, dan zona psikologis US$1,50 (lebih tepatnya US$1,51). Jika XRP bisa kembali ke US$1,50, maka itu akan menjadi kenaikan sebesar 11% dari level saat ini. Tapi, jika melihat strategi dan level teknikalnya, US$1,50 bisa jadi zona di mana holder jangka pendek mulai mengurangi kerugian kembali, karena area ini akan menjadi puncak yang lebih rendah lagi.
Agar bounce berubah menjadi pembalikan tren sungguhan dan bukan hanya puncak rendah yang baru, XRP harus bisa kembali ke US$1,60, yaitu puncak lokal terakhir. Hanya di atas level itu struktur lower-high akan terputus.
Jika turun, kegagalan bertahan di atas US$1,36 bisa membuat harga menuju US$1,29 dan US$1,20. Level-level tersebut menunjukkan bahwa lantai harga saat ini belum terbentuk, dan periode cut loss masih bisa berlanjut. Saat ini, US$1,36 menjadi penentu apakah akan terjadi bounce hingga 11% menuju US$1,50 atau justru jatuh lebih dalam ke US$1,20.