Protocol peminjaman decentralized, Aave, berencana meluncurkan fitur baru bernama “Aave Shield” setelah seorang pengguna kehilangan sekitar US$50 juta dalam sebuah swap token.
Aave Shield, begitu sudah aktif, akan secara otomatis memblokir swap yang memiliki dampak harga melebihi 25%. Pengguna yang ingin menonaktifkan pembatasan ini harus mematikan fitur tersebut secara manual di menu pengaturan.
“Kami akan segera meluncurkan fitur baru, Aave Shield, yang memberikan perlindungan tambahan bagi pengguna yang menggunakan fitur swap di antarmuka Aave pada aave.com,” tulis tim Aave “Aave Shield memberikan satu lapisan perlindungan lagi guna mencegah konfirmasi tidak sengaja, sambil tetap mempertahankan operasional permissionless untuk pengguna tingkat lanjut.”
Inisiatif baru ini muncul setelah seorang pengguna kehilangan sekitar US$50 juta dalam satu transaksi. Pada 12 Maret, seorang pengguna mencoba swap 50.432.688 aEthUSDT menjadi aEthAAVE menggunakan CoW Swap router yang terintegrasi dengan antarmuka depan Aave. Namun, pengguna tersebut hanya menerima 327 aEthAAVE senilai sekitar US$36.400, yang berarti hampir seluruh dana hilang.
“Dalam insiden ini, masalahnya adalah pasar yang tidak likuid, bukan slippage. Pengguna mendapatkan harga yang sudah 99,9% lebih rendah dari nilai pasar wajar aset dasar aEthUSDT dan aEthAAVE, karena volume transaksi sangat besar dibandingkan dengan likuiditas yang tersedia. Hasil buruk tersebut muncul akibat penawaran harga yang sudah dikonfirmasi, bukan karena perubahan harga saat eksekusi,” terang Aave.
Aave juga menyebutkan bahwa pengguna sudah menerima peringatan yang jelas dan diwajibkan mencentang kotak konfirmasi bahwa mereka memahami risiko kehilangan nilai hingga 100% sebelum melanjutkan transaksi. Jejak audit internal membuktikan bahwa pengguna menerima peringatan tersebut lewat perangkat mobile.
Aave menegaskan bahwa protokol tidak pernah berada dalam bahaya. Tim juga mengungkap telah mengumpulkan swap fee sekitar US$110.368 dari transaksi tersebut. Mereka menambahkan akan mengembalikan dana tersebut jika pengguna menghubungi tim dan menyelesaikan proses verifikasi.