Adopsi Blockchain: Pelaku Bisnis Kecil dan Kreator Akan Membuatnya Populer

Bagikan Artikel

Setiap warga negara bisa mendapatkan solusi melalui adopsi blockchain, yang berpotensi untuk membantu mempertahankan otonomi dan kedaulatan bangsa. Selain itu, masyarakat perlu menerima dan membiasakan diri dengan pembayaran kripto, kata Kurt Ivy.

Dunia yang kita kenal saat ini, sedang diguncang dengan berbagai problematika. Ada ketegangan geopolitik yang signifikan, perang, fragmentasi sosial, pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung, kondisi cuaca yang bergejolak, ketidakstabilan perbankan, dan ancaman serius terhadap kebebasan berbicara. Sangat mudah untuk jatuh ke dalam jurang keputusasaan setiap kali membaca berita utama nasional hari ini.

Tetapi, kita memiliki penyelamat dalam bentuk teknologi legder atau buku besar terdistribusi. Sangat penting untuk dipahami bahwa teknologi ini akan memberdayakan individu untuk membuat keputusan yang berdaulat. Hal ini berarti media sosial, keuangan, kesehatan, game, freelance, identitas digital, dan semua aktivitas online tetap berada dalam domain pemilik sebenarnya, bukan pada si penyedia layanan.

Pada akhirnya, kondisi ini bisa berarti bahwa perusahaan besar dan pemerintah akan kurang relevan dalam hal tata kelola global. Blockchain akan memberi pemilik usaha kecil dan individu sarana untuk memberikan suara dan memerintah. Kelompok ini juga bertanggung jawab untuk mempromosikan dan mengadopsi teknologi ini.

Pandangan yang Salah Tentang Adopsi Blockchain

Ada kesalahpahaman umum bahwa peningkatan regulasi adalah suatu keperluan untuk membawa blockchain kepada masyarakat arus utama. Namun, peraturan pihak ketiga bertentangan dengan sifat desentralisasi blockchain dan prinsip-prinsip pemerintahan sendiri.

Hal yang lebih penting lagi adalah bahwa peningkatan regulasi dan peluncuran cryptocurrency milik negara hanya akan memberi pemerintah nasional (dan teman-teman mereka di industri komersial) peningkatan kekuatan. Konsep tersebut tetap akan sama, kecuali invasi privasi akan lebih mutlak pada ledger yang dianggap opensource yang sepenuhnya dimiliki dan dikendalikan.

Meskipun membantu untuk mendapatkan dukungan politik sebanyak mungkin, adopsi cryptocurrency skala luas hanya akan tiba ketika pemilik bisnis secara massal mulai memigrasikan operasi mereka ke buku besar (ledger) yang terdistribusi. Ketika kita dapat dengan mudah pergi ke restoran atau gerai ritel dan membayar layanan dalam bentuk mata uang kripto seperti BTC, ETH, LTC, XMR, atau USDT, maka adopsi mulai semakin nyata.

Saat ini, sistem tersebut hanya tersedia di lokasi tertentu pada sejumlah kecil outlet dan kota. Ketika tidak lagi dianggap sebagai “niche” atau “asing,” maka adopsi blockchain benar-benar terjadi.

Orientasi Blockchain Bisnis Kecil

Bisnis online sekarang dapat melalui penyedia yang memungkinkan mereka menerima cryptocurrency dengan mudah sebagai pembayaran, dengan dompet terintegrasi dan pertukaran fiat ke kripto. Metode ini sangat berguna dalam memfasilitasi transisi dari fiat ke kripto, Web2 ke Web3, dari sentralisasi ke desentralisasi—secara organik dan mulus.

Organisasi yang saya representasikan, SHOPX, adalah jembatan mulus antara blockchain dan e-commerce. Konsep ini mengubah cara penjualan yang dilakukan melalui NFT bermerek. Sistem ini memungkinkan peningkatan kontrol atas inventaris, membawa merek lebih dekat ke pelanggan, mengurangi biaya akuisisi pelanggan (CAC), dan meningkatkan nilai seumur hidup (LTV). Manfaat utamanya termasuk pengurangan penipuan dan pemalsuan, peningkatan wawasan produk, aliran pendapatan baru, peningkatan jangkauan pasar, penghapusan perantara, dan penguatan kepercayaan merek.

Ini adalah satu-satunya sistem yang menguntungkan pelanggan dan pengecer internet sekaligus. Suatu merek dapat mencetak NFT dan mencapai interoperabilitas penuh dengan platform e-commerce menggunakan arsitektur NFTAsAService. Pelanggan dapat tetap mengontrol informasi mereka sembari mendapat manfaat dari belanja online yang ditingkatkan dengan kripto hanya dengan menekan satu tombol.

Jenis inovasi ini, yang menguntungkan pedagang dan konsumen, akan memainkan peran besar dalam proses menuju adopsi blockchain. Bahkan tanpa ada pengetahuan tentang blockchain sebelumnya, perusahaan online yang ada dapat bergabung ke SHOPX.

blockchain adoption

Adopsi Blockchain di Industri Freelancing

Adopsi blockchain akan terjadi secara alami dan dalam skala kecil. Ada banyak bidang aplikasi yang menarik, tetapi pekerjaan lepas (freelancing) atau “gig” mungkin salah satu yang paling penting. Dengan mobilitas yang meningkat, kebanyakan orang saat ini bekerja dari jarak jauh dan mandiri sampai batas tertentu. Akibatnya, freelancing sekarang menyumbang sebagian besar kegiatan ekonomi global.

Banyak platform freelance terdesentralisasi yang berfokus pada tugas terkait Web3 dan memfasilitasi pembayaran kripto untuk pekerja lepas juga sedang dibuat. Hal ini memiliki efek bola salju, karena banyak dari pekerja lepas ini akan bekerja pada proyek terkait Web3 juga, sehingga akan memperluas ekosistem.

Jika lebih banyak orang dibayar dalam kripto, maka lebih banyak pula orang akan tertarik untuk membayar dalam kripto. Kondisi ini lambat laun akan menjadi norma, dan juga akan berfungsi sebagai jalan keluar untuk keterlibatan lanjutan di bidang ini. Selain itu, industri Web3 yang sedang berkembang juga mempromosikan adopsi karena industri sampingan dalam PR, desain grafis, teknik komputer, jurnalisme, dll.

Dengan freelancing atau “gig,” platform perantara terpusat akan mengambil keuntungan antara 10% – 20% dari semua pekerjaan. Namun, angka itu belum termasuk biaya penarikan, PPN, biaya tambahan, tindakan KYC invasif, dan fakta bahwa akun milikmu berpotensi ditangguhkan kapan pun. Alternatif terdesentralisasi dapat melakukan hal yang sama, kecuali pada tingkat yang jauh lebih rendah dan meninggalkan partisipan proyek dengan otonomi penuh atas akun mereka.

Adopsi Blockchain: Industri Lain Sudah Siap untuk Adopsi Blockchain

Media sosial adalah industri lainnya di mana platform terdesentralisasi dapat secara efektif menggantikan media terpusat, yang memiliki pengaruh sangat besar, baik secara politik maupun komersial. Penipuan dalam industri media sosial didokumentasikan dengan baik, dan platform berbasis blockchain dapat berfungsi untuk mempromosikan kebebasan berbicara. Hal itu demi memastikan informasi tersebut tidak akan ditelan mentah-mentah oleh pihak ketiga.

Industri cloud hosting adalah area lain yang akan mengalami disrupsi. Alih-alih AWS, Azure, dan Google Cloud, bisnis kecil justru dapat menggunakan penyedia terdistribusi di mana tidak ada pihak ketiga yang memiliki server terpusat. Platform media sosial Parler mendapati server-nya yang disita oleh Amazon pada tahun 2020. Bisnis kecil mungkin perlu berpikir dua kali tentang tempat mereka menyimpan informasi mereka, dan apa rekam jejak penyedia dalam hal menjaga kerahasiaan informasi.

Dengan media Kanada yang sekarang disosialisasikan secara efektif, ini adalah area lain di mana adopsi blockchain perlu menjadi pusat perhatian. Outlet media cetak besar harus menjawab kepada pemerintah tentang narasi mereka, yang merupakan antitesis lengkap dari pelaporan independen. Di wilayah lain, meskipun belum sampai pada hal ini, perusahaan media dipengaruhi oleh perusahaan dan opini alternatif pada platform lain sangat dicermati.

Adopsi Blockchain: Ini adalah Suara Kamu

Jelas terlihat bahwa revolusi blockchain yang terjadi kala ini sedang berlangsung di tingkat mikro dan makro. Jika orang menginginkan lebih banyak kebebasan, mereka perlu memilihnya dengan keputusan dan tindakan sehari-hari mereka.

Dengan memigrasikan sebanyak mungkin aktivitas ke dalam blockchain, orang-orang pada dasarnya memberikan suara untuk pemberdayaan mereka sendiri. Ini termasuk profil sosial, akun keuangan, mekanisme keamanan digital, penyimpanan data, dan pembayaran kripto.

Semakin sedikit data dan informasi di tangan pemerintah dan perusahaan, semakin sedikit pula kerusakan yang dapat mereka lakukan. Namun, tindakan pasti diperlukan, pada tingkat individu, jika perubahan nyata ingin terjadi.

Tentang Penulis

Kurt Ivy adalah seorang penulis konten untuk SHOPX dan Gamerse, penasihat pemasaran untuk Altar, ketua konten di Crypto PR Labs, dan CEO Coffee Nova. Ivy adalah seorang filsuf, futuris, penulis, dan pengusaha.

Punya sesuatu yang ingin kamu sampaikan tentang adopsi blockchain atau hal lainnya? Silakan kirimkan kepada kami via email atau bergabung di grup diskusi kami di Telegram channel. Kamu juga bisa terhubung dengan kami di Tik TokFacebook, atau Twitter.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article