AFX Raih Volume Perpetual Sebesar US$1,3 Miliar Lewat Model Pembiayaan Mandiri

  • AFX melampaui volume perpetual sebesar US$1,3 miliar dan menarik lebih dari US$21 juta ke vault ALP miliknya tak lama setelah peluncuran.
  • Blockchain sovereign-nya menawarkan finalisasi 100 milidetik, urutan yang adil, dan kontrol risiko yang berfokus pada trading.
  • Proyek swadana ini berencana mengalokasikan 73% dari suplai tokennya untuk inisiatif yang dipimpin komunitas.

Perpetual futures kini menjadi salah satu kategori trading on-chain paling sibuk di dunia aset kripto, di mana 10 exchange perp DEX teratas mencatat volume sebesar US$6,7 triliun sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ini mendorong persaingan di antara para exchange yang ingin menghadirkan eksekusi lebih cepat, kedalaman likuiditas lebih tinggi, dan merebut porsi transaksi derivatif yang lebih besar.

AFX menjadi salah satu pesaing baru yang mencatat volume perpetual kumulatif lebih dari US$1,3 miliar hanya dalam sedikit lebih dari sebulan sejak peluncuran mainnet, menurut Head of Growth Ken C. Vault likuiditas ALP miliknya juga berhasil menarik dana lebih dari US$21 juta di periode yang sama, sehingga menunjukkan permintaan awal untuk pasar aset kripto maupun aset tradisional.

Dalam wawancara dengan BeInCrypto, Ken membahas tentang blockchain sovereign AFX, rencana trading berbasis AI, serta model token yang dananya berasal dari komunitas sebagai pusat partisipasi.

Volume Perp AFX Bulanan
Volume Perp AFX Bulanan | Sumber: DeFiLlama

Layer-1 Sovereign yang Dibangun Khusus untuk Perpetual Trading

“Order book, matching, settlement, margin, dan sistem manajemen risiko semuanya didesain khusus untuk trading sejak hari pertama,” ujar Ken.

Layer-1 sovereign memberi AFX kontrol atas eksekusi, settlement, dan pengelolaan risiko di seluruh pasar perpetual miliknya. Ken mengaitkan keputusan ini dengan kebutuhan trading leverage, di mana kemacetan jaringan bisa mengubah order pada saat trader melakukan entry maupun exit.

“Chain kamu bisa saja macet karena ada orang lain minting NFT,” tutur Ken sambil menggambarkan bagaimana aktivitas yang tidak berhubungan dalam satu jaringan bersama bisa berdampak ke trading Bitcoin.

AFX melaporkan waktu finalisasi sekitar 100 milidetik, yang Ken bandingkan dengan satu kedipan mata manusia yang berlangsung antara 100 hingga 400 milidetik. Bahkan, sedikit keterlambatan saja bisa memengaruhi harga entry, exit, risiko likuidasi, dan performa strategi otomatis.

“Eksekusi yang lambat bisa berdampak negatif pada performa trading kamu,” ucap Ken. Finalisasi yang konsisten memberi trader manusia maupun sistem algoritma lingkungan yang lebih bisa diprediksi saat pasar bergerak volatil.

Menyiapkan AFX untuk Trading Agen AI

“Kami ingin dikenal sebagai platform khusus trader dan disiapkan untuk agen AI,” papar Ken.

AFX sedang mengembangkan API dan SDK native untuk strategi otomatis, sementara scoped wallet dan subakun khusus simbol menentukan akses. Ada juga batas risiko, tombol kill switch, dan lingkungan pengujian yang memberikan kontrol menyeluruh bagi pengguna atas aktivitas agen mereka.

“Eksekusi yang bisa diprediksi itu segalanya,” terang Ken. AFX menggunakan mempool khusus dengan pengurutan order adil untuk mengurangi front-running dan sandwich attack, sehingga sistem otomatis bisa mendapatkan perlakuan yang konsisten saat mengirim order dalam kondisi serupa.

Exchange ini merencanakan kompetisi trading agen AI selama musim kedua program point mereka. Ken juga membandingkan fitur-fitur berbasis event yang akan datang dengan “Bloomberg Terminal plus trading agen AI berbasis event.”

Menyajikan Riwayat Performa Agen yang Bisa Diverifikasi

“Setiap order, eksekusi, dan likuidasi dapat diverifikasi,” tutur Ken.

Pengguna dapat meninjau aset apa saja yang ditradingkan oleh agen, kapan masuk dan keluar, harga yang diterima, serta perilaku agen di saat volatilitas tinggi. Catatan ini juga akan menunjukkan apakah agen menjalankan strategi yang diberikan dan tetap dalam batas risiko.

“Jika kamu mempercayakan dana ke agen AI, kamu membutuhkan bukti lebih dari sekadar screenshot saja. Kamu memerlukan track record yang benar-benar bisa diverifikasi,” ujar Ken.

Data riwayat on-chain memungkinkan pengembang strategi untuk menunjukkan performa eksekusi secara transparan, dan pengguna bisa melakukan perbandingan antaragen dengan data dasar yang sama.

Likuiditas Menopang Pasar di Luar Kripto

“Menambah daftar pasar baru mudah. Tapi membuatnya bisa ditradingkan, itulah tantangan sesungguhnya,” jelas Ken.

AFX menawarkan trading perpetual untuk aset kripto maupun sejumlah kategori aset tradisional, seperti saham dan komoditas. Vault ALP menyediakan likuiditas dasar dan backstop, dengan nilai lebih dari US$21 juta pada saat wawancara berlangsung.

AFX memadukan likuiditas vault dengan batas open interest khusus untuk tiap pasar serta sistem likuidasi multi-tahap. Berbagai mekanisme ini mendukung trading saat harga bergerak tajam dan mengurangi eksposur pada manipulasi pasar.

“Pengguna awal kami adalah trader aktif, namun seiring waktu kami berharap semakin banyak trader profesional serta agen AI ikut bergabung,” komentar Ken.

Saat ini, AFX berencana memperluas daftar pasar, skema partisipasi, dan kontrol agen yang tersedia. Volume serta deposit vault awal sudah cukup membuat exchange ini mampu menarik likuiditas profesional dan mendukung sistem trading otomatis maupun trader manusia.


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Wawancara ini merupakan konten editorial yang diproduksi secara independen oleh BeInCrypto. Pandangan, klaim, dan prediksi yang disampaikan sepenuhnya merupakan milik narasumber dan tidak mewakili posisi BeInCrypto. Narasumber dapat membahas proyek, perusahaan, atau token yang memiliki hubungan dengan mereka; penyebutan tersebut hanya bertujuan memberikan konteks dan bukan merupakan bentuk dukungan atau rekomendasi. Tidak ada bagian dari wawancara ini yang dapat dianggap sebagai nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Selalu lakukan riset Anda sendiri dan konsultasikan dengan profesional yang berkualifikasi sebelum mengambil tindakan berdasarkan hal-hal yang dibahas.

Disponsori
Disponsori